
※apartment
Dicky memperhatikan istrinya yang seperti cacing kepanasan , sejak pulang dari café vivi mondar mandir didepannya “ kamu kenapa sih?” tanya dicky yang mulai Terganggu dengan aktifitas istrinya
Vivi bingung harus memulai dari mana untuk mengajak suaminya ikut dengannya “ aku gak ada temen ke tempat reuni! Apa kamu bisa ikut” tanya vivi ragu ragu
Dicky membuang nafas panjang mendengar ucapan istrinya “ astaga nih bocah” gumam dicky dalam hati ,
“ ya sudah kalau kamu gak mau , anggap saja aku gak pernah ngomong” imbuh vivi , karena tak mendapatkan jawaban dari suaminya
“ baik lah aku ikut” ucap dicky saat melihat istrinya mau melangkahkan kakinya
“ beneran” ucap vivi , yang dalam waktu singkat sudah berada di depan suaminya
“ iya , jangan bilang dari tadi kamu kayak cacing kepanasan gara gara takut aku tolak” ucap dicky dengan nada mengejek
“ ihh GR bingit” sahut vivi singkat “ aku hanya berpikir apa kamu cocok dengan acara seperti itu?” sangkalnya
“ aku kurang cocok apa coba” ucap dicky yang milai kambuh sifat narsirnya
“ kambuh deh” ucap vivi , kemudian meninggalkan suaminya .
“ dasar” sahut dicky .
※
Vivi dan anisa laki ini duduk di salah satu meja yang ada di aula sekolah yang sudah disulap menjadi tempat perjamuan para alummi . keadaan sangat ramai karena kebanyakan dari mereka membawa anak atau pun pasangan mereka
“ ini reuni apa kondangan” celetu vivi , yang melihat begitu banyak orang yang menghadiri acara itu
“ hus nanti ada yang denger” sahut anisa , sambil toleh kanan kiri “ suami mu kok lama baget”
__ADS_1
“ tahu sendiri kan dia orang sibuk” sahut vivi , dia jengkel pada suaminya yang tiba tiba dapet telpon , setelah itu dia berpamitan padanya untuk menangani sesuatu.
Cukup lama keduanya berbincang bincang dan beberapa teman sekelasnya ikut bergabung dengan mereka.
“ bukanya ini vivi” ucap seorang wanita yang menggandeng pasangannya
Bukan hanya vivi yang menoleh melihat ke sumber suara teman semejanya pun ikut menoleh , senyum kecut menghias bibir vivi “ wanita lajang” gumam vivi dalam hati ,
“ lama tidak bertemu bagaimana kabarmu?”ucap siska , dengan senyum ramah yang dibuat buat “ oh ya mana pasanganmu?” imbuhnya
“baik” ucap vivi dengan senyum yang dia buat buat , “ ohh siapa dia apa dia pacar barumu?”sindir vivi. “boleh juga”
“ iya sebentar lagi kami tunangan” ucap siska menyombongkan diri “ kau tahu dia putra keluarga hasim , kurasa kau tidak mungkin tidak mengenalnya bukan?”
“Sayang nya aku tidak kenal sama sekali , karena aku Sibuk dengan pekerjaan ku tidak punya waktu untuk melihat tv atau madsos, kau tahu kan betapa sibuknya orang yang bekerja dengan otak dari pada pamer tubuh di depan kamera” ucap vivi sengaja , dia masih ingat betul kelakuan siska dan eric saat kedua manusia itu berhianat padanya , dia tahu jika siska duluan yang menggoda pacarnya namun semua itu tidak akan terjadi jika eric tidak menanggapinya.
Ucapan vivi benar bebar membuat siska merasa terpojok , “ kamu tidak apa apa sayang”tanya tuan muda hasim yang bernama raffai itu
“ ya sudah biar aku ambilkan air”ucap raffai, dia sengaja meninggalkan pacarnya dengan teman sekolahnya karna dia bukan orang bodoh yang tidak melihat sorot kebencian yang vivi tunjukkan pada pacarnya itu .
“ kau tahu ekting nya sangat bagus” ucap anis ,
“ apa maksud mu bicara seperti itu , kamu masih mempermasalahkan kejadian waktu itu?”ucap siska dengan nada tak suka “andai kau bisa menjaga apa yang kau miliki, kau tidak akan ditinggalkan begitu saja”
“ menurutmu, aku justru bersukur kau berhasil menggoda eric , karena dengan begitu aku tau mana barang yang murahan dan mana barang limited edition” ucap vivi tak kalah pedas “ dan kau apa dia menikahimu setelah apa yang kalian perbuat”
Tiba tiba saja suasana di pintu menjadi masuk jadi ramai , karena dicky baru saja memasuki aula ,
Sontak saja membuat siska lupa dengan apa yang dikatakan oleh vivi , dia lebih fokus melihat dicky , dia yakin dicky ingin menemuinya bagai mana tidak dia adalah salah satu model yang sedang naik daun di negeri ini , mata siska berbinar saat melihat dicky berjalan ke arahnya “kau tahu aku tidak perlu repot repot memasang jala untuk menangkap ikan” ucapnya dengan kepercayaan diri 100%
Sontak saja membuat vivi dan anisa menahan tawa , melihat kebodohan siska
__ADS_1
Siska sudah siap menyapa dicky saat dicky tepat berjalan didepannya , namun dicky melewatinya
“sayang maaf aku terlambat” ucap dicky pada istrinya
sontak saja teman semeja vivi yang mendengar ucapan siska , menahan tawa setelah melihat ke PD an siska yang luar biasa .
“ iya gak papa., oh ya apa kau mengenalnya” ucap vivi , sambil memberi isyarat agar melihat kearah siska
“ tidak” sahutnya ,
“ vivi dia siapa mu” ucap siska yang berubah ramah , “ aku siska temen vivi” ucapnya dengan senyum menggoda , sambil mengulurkan tangan pada dicky
Dicky hendak membalas uluran tangan siska , namun tangannya ditahan oleh istrinya
“ dia suami ku” ucap vivi , sambil membalas uluran tangan siska . kemudian berdiri di samping suaminya
Dicky ingin tertawa melihat tingkah istrinya , begitupun dengan anisa
Siska mengerutkan kening “ sial bisa bisanya dia menikah dengan pria ini” gumamnya dalam hati karna dia sangat hatu siapa pria yanga da dihadapannya ini , bahkan pacarnya yang tadi dia bangga banggakan didepan vivi tidak ada apa apanya dihadapan pria yang ada dihadapannya kali ini “ kapan kalian menikah kok gak pernah dengar”
“ kami mengadakan acara pernihan secara privat” ucap vivi kemudian mengabaikan siskan “ apa urusanmu sudah selesai , kalau kamu capek kita bisa pulang duluan” ajak vivi pada suaminya
Sontak saja aura tak suka , nampak di wajah siska melihat kemesraan vivi dan suaminya
bersambung
__ADS_1