Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 35


__ADS_3

 


 


Apartemen


“kenyang” ucap vivi kemudian merebahkan tubuhnya di atas sofa di depan tv


“ gak heran” ucap dicky , beberapa menit yang lalu istrinya menghabiskan dua porsi makanan yang cukup besar dalam waktu 10 menit , dia heran bisa bisanya semua ludes dalam waktu 9 menit, setelah itu pemilik restoran memberikan akrtu khusus untuk vivi 5 kali makan ditempat itu gratis.


“ kau seharusnya bangga punya istri yang bisa memecahkan rekor makan tercepat dalam waktu 9 menit , memang perut ajaib” ucap vivi sambil mengelus perutnya “ akhir aku akan bawa andik makan disana sama anis , kau juga boleh ikut kalau mau, tidak juga tidak apa apa biar tidak mengganggu ” imbuhnya sinis , karena tadi suaminya itu melarang dia melakukan tantangan makan itu.


Dicky menautkan alisnya kemudian pergi kedapur ,


“ sekalian ambilin aku air” teriak vivi , saat melihat suaminya pergi kearah dapur “ enaknya bisa tidur siang” imbuhnya


“nih minum”ucap dicky sambil menyodorkan segelaa air pada istrinya


“ gak bisa duduk bantu donk” ucap vivi sambil mengulurkan tanyannya pada sang suami “ rasanya kok ada asem asemnya” tanya vivi setelah meminum air pemberian suaminya


“ aku campuri obat biar perut kamu gak begah”sahut dicky kemudian duduk disamping istrinya


“so sweet”celetu vivi , kemudian menaruh gelas yang sudah kosong di atas meja.


“baru sadar”ucap dicky

__ADS_1


“begitulah” sambil menyandarkan tubuhnya ke lengan suaminya “ gantuk” kemudian memejamkan kedua matanya


Dicky merasa bahagia karena istrinya sudah mau menerimanya , dia berpikir akan membutuhkan waktu yang lama untuk membuat istrinya membuka hati untuknya , “ seperti **** setelah kenyang langsung tidur” ucap Dicky . kemudian menggendong istrinya kedalam kamar “aku akan membiarkanmu tidur sekarang” ucap dicky sambil mengecup bibir istrinya, dia terkejut saat tiba tiba istrinya mengalungkan tangan pada lehernya,


“kau tidak tidur” ucap dicky seketika


“ aku terbangun saat kau mengangkat ku” ucap vivi kemudian menarik leher suaminya agar dia lebih mudah untuk ******* bibir suaminya “  perutku tidak nyaman ,mungkin karena terlalu banyak makan” ucap vivi merasa tak enak pada suaminya


“ ku rasa besok aku akan membeli tempat makan itu untukmu agar kau bisa makan sampai kenyang” ucap dicky kesal , karena dari awal dia sudah melarang istrinya untuk ikut acara makan tersebut .


“ nyebelin” ucap vivi sambil memanyunkan bibirnya ,


“ orang yang menyayangimu tidak akan selalu mengiyakan apa yang kau mau” ucap dicky “ apa perlu aku panggil dokter?” ucapnya khawatir


“ bagaimana kalau kita pergi ke puncak” ucap Dicky sekalian cari suasana baru ,


“boleh , tapi bukannya akan membutuhkan waktu yang lama untuk pergi ke sana apa lagi sebentar pago jam pulang kantor bakalan macet” ucap vivi ,


“ kau ganti baju saja biar aku yang mengurusnya” ucap dicky , kemudian pergi untuk menghubungi seseorang


30 menit kemudian vivi sudah mengganti pakaian hangat dia tahu kalau suhu di puncak saat sore hari akan dingin walau tak sedingin negara K .


“ kenapa pencet tombol paling atas” ucap vivi setelah mereka masuk ke dalam lift “ jangan bilang yang kau bilang puncak , puncak gedung” celoteh vivi


“ bukankah itu sama saja , sama sama puncak” sahut dicky , mendengar ucapan dicky

__ADS_1


vivi hanya mengela nafas panjang mendengar ucapan suaminya  “sia sia dong aku pakai baju hangat kalau puncak yang dia maksud puncak gedung bukan puncak bogor ” gumam vivi dalam hati  , kemudian mereka keluar dari lift dan menaiki anak tangga  “ apa ini tidak berlebihan” ucap vivi setelah melihat apa yang ada di puncak gedung .


“ tidak sama sekali bukankah kau ingin pergi ke puncak , akan membutuhkan waktu lama kalau pakai mobil” ucap dicky , dia sengaja menyiapkan helikopter pribadi agar mereka tidak membuang buang waktu di perjalanan


“ dasar orang kaya” gumam vivi dalam hati kemudian mengikuti suami untuk naik ke dalam helikopter tersebut. Beberapa menit kemudian mereka sudah berada di daerah puncak , mereka menapaki jalan setapak banyak pohon teh yang membuat suasana tempat itu tampak asri  “ capek” ucap vivi , dia tidak menyangka bisa mendaki bukit tersebut .


“sini pegang tangan ku , sebentar lagi kita sampai” ucap Dicky sambil mengulurkan tangannya , “apa kau suka ?” tanya Dicky sambil menatap wajah istrinya.


“ suka hanya saja aku gak kuat kalau harus jalan jauh” ucap vivi menatap jalan menanjak yang akan mereka daki.


“ belum juga ada 20 meter sudah mengeluh” ucap Dicky ,karena mereka baru saja sampai dan helikopter yang mereka naiki mendarat di lapangan kecil yang ada di tempat itu. Vivi hanya menghela nafas mendengar ucapan suaminya.


“ waw” ucap vivi menatap pemandangan yang ada di depan matanya , rasa capek yang dia rasakan terbayar lunas oleh pemandangan di tempat itu, tentu saja dia tak lupa untuk mengambil ponsel untuk mengabadikan momen tersebut dengan suaminya , dengan beberapa pose romantis keduanya ,


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2