
※ pagi
Kali ini vivi dan Dicky pergi ke taman yang tak jauh dari kompleks perumahan mereka , pagi hari taman di tempat itu sepi berbeda dengan waktu sore hari , mereka berjalan menelusuri tempat itu .
“ kamu capek?” ucap dicky sambil melihat istrinya yang berjalan di sampingnya
“ tidak , hanya saja aku haus” ucap vivi ,
“bagaimana kalau kau duduk di kursi dulu , aku mau cari minum” ucap Dicky , kebetulan tak jauh dari tempat mereka berjalan ada kios .
“ baik lah , jangan terlalu lama” ucap vivi , kemudian berjalan ke arah kursi yang ada di taman tersebut. Sedangkan Dicky sudah berlari ke arah kios.
Selang beberapa detik seseorang menghubungi vivi , “ iya aku mengerti tadi malam dia cerita pada ku kalau ada orang yang masuk ke dalam kamar hotelnya , aku ingin kau segera menyelesaikan urusanmu dengan wanita itu , aku harap kau bisa melalukannya dalam waktu sesingkat mungkin” ucap vivi pada seseorang yang menelefonnya , setelah itu dia mematikan sambungan teleponnya , kemarin malam dicky menceritakan apa yang terjadi saat dicky ada di pulau dewata kepadanya secara detail, dia yakin suaminya tidak ingin ada kesalahpahaman yang membuat hubungan mereka retak hanya karena berita miring tersebut, apa lagi jika cerita tersebut di sampaikan oleh orang lain.
Vivi benar benar bingung dengan kelakuan erica bisa bisanya wanita itu bertindak nekat seperti ini , padahal dia tidak pernah menyinggung Erica sebelumnya. Kali ini vivi tidak akan membiarkan Erica lolos begitu saja , dia ingin wanita ****** itu menebus apa yang telah dia lakukan,
“apa yang kau pikirkan” ucap Dicky setelah duduk di samping istrinya , dan memberikan sebotol air mineral yang sudah di buka untuk istri tercintanya itu
“ aku hanya merasa kau terlalu lama” ucap vivi kemudian meneguk air pemberian suaminya itu
Dicky kemudian berdiri dan merenggangkan otot ototnya “ya sudah ayo pulang” ajak Dicky , setelah itu mereka berdua berjalan ke tempat parkir yang berada di pinggiran taman .
※※※ Rumah
Setlah selesai sarapan vivi membantu suaminya untuk menyiapkan keperluan dicky ( baju dll) untuk pergi ke kantor ,
“ siang ini aku bertemu dengan cika , kami sudah membuat janji kemarin” ucap vivi sambil membantu suaminya memakai dasi
“ oh , setelah itu?”
__ADS_1
“kami akan pergi ke panti asuhan” ucap vivi karena dia sudah menjadwalkan kalau nanti siang dia akan menyumbangkan makanan dan pakaian untuk anak anak yang ada di panti asuhan.
“ apa yun jha ikut bersama kalian?”
“tentu saja kalau tidak ada dia siapa yang akan membantu aku menyiapkan semua kebutuhan anak anak yang ada di panti” ucap vivi sambil merapikan jas suaminya
“ aku pikir hanya berdua” ucap Dicky kemudian mengecup kening istrinya “ ya sudah aku mau berangkat dulu , hubungi aku jika perlu bantuan” imbuhnya , kemudian berjalan keluar dari kamar
“ ok bos” ucap vivi , kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri,
※※※
Cika baru saja mengantar alex keluar dari pintu apartemen , tadi saat sarapan dia sudah mengatakan pada suaminya jika nanti dia akan pergi dengan vivi ke salah satu panti asuhan yang berada di pinggiran kota , saat ini cika membereskan piring kotor yang ada di meja makan , setlah mencuci bersih piring kotor itu dia bergegas untuk membersihkan diri.
Setelah satu jam cika sudah siap , dia sudah selesai membersihkan diri dan juga merias wajahnya , dia sengaja mengikat rambutnya agar tidak berantakan , apa lagi hari ini dia akan menghabiskan waktu bersama anak anak yang ada di panti tersebut .
※ mall
“ kurasa troli nya kurang besar”ucap vivi melihat troli yang yun jha dorong sudah penuh dengan segala macam kebutuhan anak anak tersebut ,
Yun jha melihat troli yang dia dorong “ sekalian saja kau bawa masuk truk kesini kalau troli ini kurang besar” ujar yun jha , karena troli yang dia dorong kali ini troli berukuran besar ,
“ jangan marah nona , aku akan menaikkan gaji mu bulan ini dua kali lipat , ok” bujuk vivi , kemudian dia meminta petugas yang ada di swalayan tersebut untuk membatu membawa troli tersebut ke kasir ,
“ jangan khawatir aku orang yang sabar” ucap yun jha setelah memberikan troli yang dia pegang kepada petugas yang dipanggil vivi
“ hanya aku yang mengerti dirimu” sindir vivi , karena dia tahu asistennya itu sangat menyukai uang ,
“ kau terlalu memuji” ucap yun jha , kemudian mereka berjalan mencari keberadaan cika dan asistennya , selang beberapa menit mereka sudah bertemu , cika juga sudah selesai memilih kebutuhan anak anak tersebut . setelah itu mereka pergi ke kasir untuk membayar belanjaan mereka .
__ADS_1
“ totalnya sembilan juta setengah” ucap petugas kasir setelah mengecek belanjaan vivi
“ cek ini dulu, sekalian jadikan satu” ucap vivi sambil menunjuk barang yang di beli cika , kasir tersebut mengangguk paham apa yang di katakan vivi , mereka langsung mengecek barang tersebut.
“ ini terlalu banyak , aku akan membayar sendiri” ucap cika , karena tadi pagi alex menyuruhnya untuk menggunakan kartu Atm yang diberikan untuknya .
“apa yang kau katakan , kita itu satu tim tidak perlu perhitungan” ucap vivi , vivi sudah mencari tahu semua tentang cika dari orang suruhannya,
“tapi” ucap cika merasa tak enak
“kau bisa belikan aku makan siang jika kau tak enak hati, bagai mana?” ucap vivi
“ baik lah”ucap cika seulas senyum mengembang dibibirnya , begitu pun dengan vivi
Rara asisten cika turut senang melihat hal tersebut , karena selama ini jarang ada orang yang baik terhadap cika apalagi kalangan model dan artis yang berhubungan dengan alex
Sedangkan yun jha sibuk membayar semua barang yang mereka beli ,
※※※※
terima kasih untuk kesetiannya kalian yang selalu membaca novel ini ,
jangan lupa vote , like , komen ya kakak , untuk mendukung kelanjutan novel ini ,😘😘
__ADS_1