
Pria paruh baya ditemani 2 orang pria bertubuh tinggi besar mengenakan kacamata hitam berdiri di belakang pria tua , pria dengan tatapan tegas , semua karyawan terlihat sungkan saat berpapasan dengan pria yang memakai satu tongkat untuk membatu menyanggah tubuhnya yang menua,
Vivi sudah selesai berganti pakaian formal , gaun warna biru melekat pada tubuhnya , menggunakan sepatu dengan hak yang tak tinggi , dan menenteng tas branded ternama. Dicky dari tadi berjalan menggenggam tangan istrinya dengan mesra mereka berjalan untuk menyambut pria tua itu, yang tak lain adalah kakeknya .
“ tumben kakek ke sini setelah sekian tahun , aku pikir kakek lupa jalan ke arah sini” sindir Dicky setelah berada di depan pria tua memengang tongkat itu. Setelah 5 tahun perusahaan di kelola oleh Dicky Herlambang datang ke perusahaan itu dapat dihitung dengan jari .
Bukan nya menanggapi ucapan cucu nya Herlambang malah memilih untuk menyapa Vivi yang berdiri di samping suaminya “ bagaimana keadaan cicit ku” sapa pria tua itu , sambil mengkode bodyguard nya untuk memberikan hadiah yang sudah dia siapkan untuk cucu menantunya .
“ dia baik baik saja, kanapa kakek repot repot membikan ini untuk ku”, ucap Vivi saat menerima paper bag dari bodyguard Herlambang , dengan raut wajah bahagia
“ ,Karena kau cucu ku” sahut pria tua itu , mereka terut berbicara dan mengabaikan Dicky begitu saja .
Mereka berjalan keluar dari gedung perusahaan A.H group karena Herlambang mengajak mereka untuk makan siang bersama , setelah tahu jika cucu menantu nya belum makan siang.
“ jaga cucu menantu ku baik baik” ucap Herlambang sambil menepuk pundak Dicky pelan , sebelum pria paruh baya itu masuk ke dalam mobil mewah miliknya.
“ tak perlu diminta” ucap Dicky , sambil menatap wajah istrinya yang sedang melambaikan tangan pada Herlambang. Mereka baru saja keluar dari restoran yang menyediakan makanan jepang yang terkenal enak di daerah itu .
“ mau langsung pulang apa ke kantor dulu” tanya Vivi pada suaminya , mereka berjalan ke arah mobil mereka terparkir .
“ Kita ke kantor dulu ambil makanan yang tadi kamu beli , sekalian ambil berkas yang dibutuhkan untuk besok” sahut Dicky .
“ Astaga saking bahagianya aku sampai lupa kalau udah beli makanan” Ucapnya dengan wajah sedih, seharusnya dia sudah menelan kue yang dia beli di cafe tapi malah lupa.
“ Dasar , seberapa enak nya kue itu sampai Sampai membuat istriku kecewa” ucap Dicky sambil mengacak rambut istrinya.
“ jangan seperti itu nanti rambutku seperti sarang burung” ucap Vivi sambil manyunkan bibir nya
Cup
__ADS_1
“ aku tak ingin bibirmu ini jadi perhatian orang lain apa lagi saat manyun” ucap Dicky tanpa rasa bersalah membuat tindakannya menjadi sorotan orang orang yang berjalan di sekitar mereka berdua.
Vivi hanya berdecik mendengar ucapan suaminya , setelah itu mereka masuk ke dalam mobil mewah berwarna hitam itu.
“ Bagaimana kalau malam ini kita menginap di hotel saja” ajak pria berparas tampan yang sedang fokus menyetir mobil itu. .
“ ngapain juga kita tinggal di mansion, kenapa gak sekalian kita pindah ke hotel” sahut Vivi pada ide konyol suaminya itu , jika mansion milik mereka sudah memiliki fasilitas hotel kenapa harus repot repot tinggal di hotel , pikir Vivi.
“ jika kau mau tinggal di hotel kenapa tidak , aku akan menyuruh Dimas untuk mempersiapkan semuanya” sahut pria itu , sebenarnya bukan tanpa alasan Dicky ingin bermalam di hotel , dia hanya tidak ingin keselamatan istrinya terancam karena kehadiran kakak tirinya .
“Please deh jangan bercanda” sahut vivi ,
“ Kalai begitu kita Kat perlu ke kantor biar Dimas yang mengantarkan barang mu hotel” ucap Dicky
“ aku mau pulang gak mau menginap di hotel, enakkan di rumah sendiri” ucap Vivi
“ beneran?” sahut Dicky tak percaya , yang langsung dapat anggukan kepala istrinya.
“ siapa mereka” tanya Vivi saat mereka turun dari mobil ,melihat sekeliling mansion ada lebih dari 10 orang laki laki dan lima wajita yang berdiri menyambut kedatangan merek
“ mereka pegawai baru yang akan bekerja di mansion” sahut Dicky
“ Bukankah sudah ada banyak pegawai di mansion ini” ucap Vivi , mengingat ada 12 pegawai di mansion
“ kau tahu kan tempat ini sangat luas , mereka akan mengurus bagian taman dan kebun buah yang ada di dekat sini” sahutnya dengan nada meyakinkan.
Vivi mengangguk paham , sebenarnya dia sedikit heran jika hanya untuk seorang pengurus kebun , kenapa pakaian mereka sangat rapi “ semoga kalian betah bekerja di tempat ini” ucapnya ramah,
“ Akhirnya kalian pulang” ucap Alex dari arah mansion berjalan mendekati kedua pasangan suami istri itu ,
“ kenapa kau disini tanpa mengabari terlebih dulu tau begitu kita kan bisa pulang cepat” ucap Vivi
Disaat bersamaan 15 pekerja yang baru saja rekrut untuk bekerja di mansion itu memberi hormat pada Alex dengan menundukkan kepala
__ADS_1
“ Apa sekarang kau membuka usaha penyaluran tenaga kerja” Imbuh Vivi saat melihat beberapa orang itu memberi hormat pada pria yang berjalan kearanya.
“ Aku tak semiskin itu” ucap Alex dengan nada kesal , “ Cika ada di dalam tadi dia numpang ke kamar mandi” imbuhnya .
Dicky menahan tawa saat mendengar ucapan konyol istrinya ,walau memang benar Alex lah yang menyediakan lima belas pengawal yang akan bekerja di mansion itu dengan profesi yang berbeda .
“ aku akan menyusul nya” ucap Vivi kemudian segera berjalan masuk ke dalam mansion , meninggalkan kedua pria tampan itu.
Like like like
__ADS_1