
※Restoran
Tempat makan yang mewah saat ini dicky sengaja membawa istrinya ke tempat itu , dia sudah memesan ruang VVIP untuk mereka , dengan fasilitas terbaik di tempat itu
“ apa kau suka?” tanya dicky saat sambil menyantap makanannya , saat melihat istrinya makan dengan lahap
“ hemz aku suka” ucap vivi , sambil menyuapkan sesendok makanan ke dalam mulutnya
“bagaimana kalau kita pesan makanna dari sini setiap hari” usul dicky ,
Vivi reflek menggelengkan kepala “ tidak”
“ kenapa bukannya kamu suka” tanya dicky heran ,
“ kau mau aku gendut , karena terlalu banyak makan” ucap vivi setelah menelan makanan yang ada di dalam mulutnya
“ malah bagus gak ada yang melirikmu” sahut dicky , sesaat terbayang di benaknya saat alex menatap wanita cantik di hadapannya itu
Vivi menautkan alis dan melebarkan mata saat mendengar perkataan suaminya , kemudian menaruh sendok dan garpu yang ada di depannya “ aku kenyang” ucap vivi kesal
“bukannya baru tiga suapan” tanya dicky “wanita ini” gumam dicky dalam hati saat mencerna apa yang dia katakan pada istrinya , dan menyimpulkan apa yang istrinya itu pikirkan
“ kau mau aku gendut terus kau bakalan sesuka hati melirik wanita sexy yang kau temui , karena aku sudah tak menarik” ucap vivi kesal “ bisa bisanya ada laki laki seperti itu” gumam vivi dalam hati
Dicky menarik nafas panjang mendengar ucapan istrinya “ sayang bukan seperti itu yang aku maksud” ucap dicky dengan nada rendah ,
__ADS_1
“ aku tidak mau dengar, aku mau pulang” ucap vivi , setelah dia beranjak pergi keluar dari ruangan itu
Dicky menggaruk kepala kemudian mengekori istrinya dari belakang
※Rumah
Hening itu lah yang terjadi saat ini , dicky sudah berusaha mengajak istrinya bicara namun di cuekin .
“ sayang aku bisa jelasin , maksut akj gak seperti yang kamu ucapkan , aku gak mau kalau ada orang lain yang melihatku dengan tatapan ingin memiliki seperti orang di rumah sakit tadi” ucap dicky menjelaskan apa yang dia rasakan pada istrinya yang sudah ngambek tingkat dewi
Perasaan vivi agak tersentuh mendengar ucapan suaminya , namun sifat wanita siapa yang bisa tebak “ alasan , siapa yang tahu isi hati mu” sahut vivi cuek
Dicky benar benar sudah geram dengan istrinya yang tak mau mendengar penjelasannya , dia membuang nafas kasar , kemudian meraup wajah istrinya dan langsung melumat bibir istrinya sebelum kata kata yang tidak menyenang kan keluar dari bibir mungil istrinya itu , dicky sengaja menggigit kecil bibir istrinya
“hukuman” sahut dicky dingin ,
Vivi membulatkan mata mendengar ucapan suaminya “dasar …” ucapnya terhenti karena suaminya sudah kembali melumat bibirnya , dia pun membalas setiap lumatan saat benda kenyal itu bersentuhan , suara desahan lolos dari mulut vivi saat suaminya sudah beralih menghisap leher dan tanggangnya sudah bergerak bebas di balik bajunya.
“ kamu benar benar membuatku bergairah” bisik dicky dengan nada menggoda , tangan dicky berhenti saat mendengar suara cacing yang berdemo minta jatah makan dari perut istrinya ,Keduanya terkekeh bersama “lapar?” tanya dicky sambil menatap lekat wajah istrinya ,
“ hemzz” seru vivi sambil menganggukkan kepala ,
“ ya sudah ayo makan dulu , sebelum aku memakan mu” bisik dicky , sontak saja wajah istrinya merona mendengar kata kata vulgar yang dia ucapkan “ kayak perawan saja , pakek malu” imbuhnya sambil menghadiahkan kecupan di kening istrinya , dia sudah menyurih pihak restoran untuk mengantar makanan ke rumah mereka karena dia tahu jika istrinya bakalan kelaparan , karena tadi siang hanya makan buah saja
※pagi
__ADS_1
Saat ini anto sedang memberi tahu tentang apa yang dia dapat saat mencari tahu tentang ana shu ke pada alex di ruang kantor alex
“ saya telah mengecek penerbangan atas nama anna shu , namun tidak ada catatan nama ana shu , yang datang dan pergi di setiap maskapai atau bandara di negara kita”ujar anto
Alex menautkan alisnya mendengar apa yanh dikatakan oleh anto “ apa kau sudah mencari tahu nama asli anna shu, siapa tahu dia hanya menggunakan nama samaran” ucap alex “ apa kau sudah mengecek siapa yang pergi dengan asisten ana shu waktu itu “imbuh alex dia berpikir jika ada yang dilewatkan oleh anto saat menyelidiki ana shu
Anto diam sesaat mencerna kaimat yang dikatakan oleh bosnya “ agency yang menaungi ana shu hanya membeli satu tiket pesawat untuk asistennya saja tidak ada orang lain , tapi saat aku mencari tahu ke hotel yang bekerja sama dengan ana shu mereka menutup semua informasi tentang nya” ucap anto
“kau bisa keluar” ucap alex , yang langsung diangguk i oleh asistennya “ ku rasa ini menarik” seru alex saat anto sudah keluar dari ruangannya .
__ADS_1