
Malam yang penuh air mata itu telah berlalu, aktivitas mereka masih seperti biasanya, bangun pagi, sarapan lalu berangkat bekerja. Tetapi anehnya, pagi ini Xibai tak banyak berbicara, mungkin dia malu atas kejadian semalam? atau berpura-pura tak terjadi sesuatu? Ah atau dia sama seperti Yui, kalau kambuh dia akan lupa atas kejadian yang menimpanya. Sangat membingungkan.
Bangun tidur sampai sarapan pun Xibai tetap tak mau berbicara padanya, bahkan mengucapkan satu katapun, tidak. Ada yang aneh, ketika Xibai ingin memasuki mobilnya, Yui mencoba memanggil Xibai. "Bai" Teriak Yui, seketika itu Xibai sengaja mempercepat pergerakannya agar tak berpas-pas an dengan istrinya. Tetapi Yui berhasil memegang pergelangan tanganya "Tunggu" Ucap Yui. Xibai mengerutkan keningnya "Ada apa?" Jawab Xibai salah tingkah, karna memang Xibai ingin menghindari istrinya untuk sementara waktu. Dia sangat malu, ae semalam menangis seperti bayi didepanya. "Ada apa kau bilang? kau tidak ingat...." Belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya, Xibai sudah menyela perkataanya, seolah memang sengaja untuk menghindar.
"Aku mau berangkat kerja, minggir" Ucap Xibai, sengaja menyela perkataan Yui. setelah mengerti dia sengaja menyela perjataanya, Yui langsung cepat-cepat untuk masuk ke dalam mobilnya Xibai. "Apa yang kau lakukan?!" Ucap Xibai merengut, sebisa mungkin sangat berusaha untuk menghindari istrinya.
"Ya berangkat kerja, bukankah kita selalu berangkat bersama?" Jawab Yui dengan enteng, karna dia sudah tau, Xibai sengaja untuk menghindarinya, dasar licik.
Xibai tak menjawab, dia tak berkutik, karna setiap hari memang berangkat bersama meski tempat kerjanya berlawanan arah. Xibai menyalakan mesin dengan kesal, dia sudah terbiasa untuk menyetir sendiri semenjak dia menikah. Karna mereka sudah sepakat tak mau membongkar kedok 'romantis ala pasangan yang saling mencintai' haha naif.
"Kata papa, minggu depan aku sudah bisa pindah di kantormu" Ucap Yui, memecah keheningan di dalam mobil. Xibai semakin menekuk wajahnya, bisa-bisanya papa memerintahkan Yui untuk menjadi pegawai ku. "Sebagai apa?" Tanya Xibai. "Sebenarnya aku diposisikan sebagai Direktur keuangan sih, tapi aku lebih memilih menjadi pegawai biasa saja, contohnya Tim keuangan?" Ucap Yui menjelaskan pada Xibai.
Xibai hanya diam, tak menggubris penjelasannya Yui. "Bagaimana? apakah kau setuju aku mengambil bagian itu?" Tanya Yui yang sengaja ingin mengobrol panjang lebar pada suaminya yang dingin itu. "Hati-hati, di perusahaanku itu tidak mudah, IQ pas-pas an sepertimu, takutnya tidak akan mampu" Ucap Xibai meledek istrinya yang memang sedang bimbang. Xibai benar-benar tidak mendukung Yui untuk masuk ke dalam perusahaan. Karna dia yang dirumah, dan di perusahaan, sangat berbeda 180°. Dia sudah sangat tahu, bahwa diperusahaan tidak ada kata 'pertemanan"
Dunia bisnis itu kejam, mungkin Xibai juga tak akan bisa membantu, mungkin.
"Kamu sepertinya benar-benar puas sekali ya meledekku?" Ucap Yui bernada sinis. Xibai tak menyahut perkataanya Yui, dia fokus menyetir, ingin sekali cepat-cepat sampai di mall Gardania. Segera berpisah dengan Yui secepatnya, itulah tujuan sesungguhnya. Sebab, dia sangat malu atas tindakannya semalam, lelaki menangis itu lemah! baginya.
Setelah sampai di mall Gardania, Xibai segera menurunkan Yui, lalu melaju cepat begitu saja tanpa biacara sepatah kata pun. "Wah benar-benar lelaki tak tahu adat! istrinya di cuekin begitu saja" Keluh Yui sembari menghela nafas. Ia kesal melihat tingkah anehnya Xibai pagi ini.
"Yui? kenapa kau bermuka masam seperti itu?" Tanya Xiaoru, sahabat baiknya. "Tak apa, apakah manager sudah datang?" Balas Yui. Xiaoru menggelengkan kepalanya, Yui bersiap-siap merapikan pakaianya dan merapikan rambutnya. Toko dibuka seperti biasa, banyak pengunjung kelas atas yang berkunjung. Tiba-tiba manager Yun memerintahkan satu hal yang tak terduga."Yui, tolong bawa pesanan ini ke gedung perusahaan PT He, ada pesanan untuk Nona Fang dan Nona Rin" Ucap Manager Yin, memerintahkan pada Yui, karna kebetulan kurir Boutiqe sedang cuti. "Kirimnya nanti siang saja" Ucap Manager Yin. "Baik manager" Jawab Yui, mematuhi perintahnya.
Yui menuju perusahaan suaminya sendiri PT Hexian. Bukan untuk mengunjungi suaminya, tetapi untuk mengantar pesanan gaun. Dia masih memakai seragam Toko nya, menunjukan dia adalah pegawai toko biasa, tak ada yang istimewa. Dia sudah sampai di lobby "Permisi, ini ada titipan paket dari toko Boutiqe saya untuk Nona Fang dan Nona Rin, apakah saya bisa menitipkan ini disini?" Ucap Yui kepada recepsionis kantor. "Bisa nona" karyawannya sangat ramah. Yui memberikan paket-paket baju itu kepadanya.
__ADS_1
Tetapi, sewaktu ketika ia memberikan paket-paket baju yang banyak itu pada resepsionis, tak sengaja tersenggol jatuh oleh pegawai lainya. Semua gaun-gaun yang cantik itu jatuh berantakan. Pegawai yang menyenggol itu malah diam saja, tak mau meminta maaf atau pun membantunya. "Apa kau ini tak punya mata?" Tegur si pegawai yang tak tahu adat itu. "Maaf? bukankah anda yang menyenggol saya?" Ucap Yui, dia juga tak terima dicaci maki tak punya mata segala.
"Ada apa Fang?" tanya seorang temanya. Ternya dia adalah Nona Fang si pemilik gaun ini. Yui segera menyadari, dan tak mau memperpanjang masalah sepele ini "Saya minta maaf jika saya bersalah, ini gaun pesanan Nona Fang dan Nona Rin" Ucap Yui, dia merendah agar pertengkaran kecil ini tak menjadi heboh. Fang itu orang yang menjengkelkan, sudah terkenal di kantor kalau dia adalah wanita cantik yang paling merepotkan. "Kau bilang ini gaun pesananku? gaun ini sudah kotor terkena lantai!" Ucap Fang bernada membentak, ia sepertinya ingin cari gara gara pada Yui. Ntah karna apa, atau karna Yui pegawai toko rendahan yang sepertinya mudah ditindas? lantas bisa menjadi bahan tertawaan?
Fang menginjak-nginjak gaunya dilantai sampai bordirannya lepas semua, gaunya hingga robek terkena high heels yang tajam punya Fang. "Terserah mau bagaimana, ini adalah kesalahan Nona sendiri" Ucap Yui yang beranjak ingin pergi, tetapi ia di cegah oleh Fang. "Kau mau kemana? ini tanggung jawabku wanita rendahan!" Ucap Fang yang benar-benar mencari masalah denganya. "Lepaskan tangan saya!" Ucap Yui bernada tegas. Lalu Fang sengaja melepas tangan Yui sambil mendorongnya, hingga Yui terjatuh di lantai. Otomatis, semua orang yang lalu lalang di kantor seketika itu memperhatikan pertengkaran mereka.
Fang mengambil Coffe yang dibawa temanya, lalu menyiramkan pada Yui. Syuuurrr
"Apa kau tahu apa yang kau lakukan?!" Bentak Yui, tanganya kepanasan karna Coffe yang disiramkanya masih sangat panas. Dia segera berdiri dan berusaha mendorong Fang. Lalu Fang pun terjatuh, karna Yui mendorongnya dengan keras. Ketika peristiwa itu terjadi, sang pemilik perusahaan itu pun lewat, dan tak sengaja melihat kejadian itu. Fang yang menyadari pun seketika bertingkah lemah tak berdaya, seolah-olah pelakunya adalah Yui, pegawai toko rendahan.
Mungkin pikirnya Fang, tak mungkin direktur membiarkan pegawainya ditindas oleh pegawai toko yang rendahan, dan direktur pasti membela Fang. Yui yang menyadari itu hanya bisa mengerutkan keningnya sambil memegang tanganya yang terkena Hot Coffe. Ia berjalan mundur secara perlahan, sangat malu memperlihatkan sisi yang buruk kepada Xibai.
BERSAMBUNG.
Jangan lupa rate ⭐5
Like tiap episode.
Vote jika anda berkenan.
Di persilahkan komentar sesuka hati anda.
__ADS_1
Baca juga yuk karya author yang lain.
- 'Ruang Hampa🥀' kumpulan sajak-sajak yang menyayat hati.
- 'Pacar Mafiaku' Chat Story style.
- 'Menikah Dengan CEO' Kisah antara korban menggantikan perjodohan adik tirinya.
Dan jangan lupa di baca juga karya teman-temanku.
- Kikan selviani putri 👉🏻 Verlaat me niet
- Golden Woman 👉🏻 Salah Paham
- Dewi Luna 👉🏻 Langit Untuk Luna
- Khay_Za 👉🏻 Perfect Husband (El dan Luna)
- Just Vinoy 👉🏻 Menikahi Om-Om
- Dimus 👉🏻 Cinta seorang pemalu
- Junius 👉🏻 Creepy Stories (lomba cerita seram) Boom Like yak.
__ADS_1
Cari saja nama author atau judulnya, jangan lupa di rate ⭐5 ya, mohon dukungannya ya teman-teman semuanya. Kami menantikan kunjunganya. Terimakasih❤️
sᴀʟᴀᴍ ʜᴀɴɢᴀᴛ ᴅᴀʀɪ ᴀᴜᴛʜᴏʀ - ᴀʟᴜsʜᴀ ᴠᴇʏʏᴀ🥀