
. MENIKAH DENGAN CEO
"Hanya karna uang?"
"..... Sudah menjelek-jelakanku masih ingin minum? heh, masih hidup aja udah bagus"
Terdengar suara berat dari dalam mobil yang melihat layar cctv itu dari ipad.
"Tuan? apakah anda sudah cukup mengawasi para pegawai? sebentar lagi akan sampai di mall gardania"
*CPLAK*
Ipad dilemparkan pada pengawalnya, fu Ren.
"Buang" nada datar dan muka tanpa ekspresi yang sangat menakutkan.
"Baik tuan muda"
"Menjijikan" Xibai cepat-cepat mengelap tanganya yang barusan memegang ipad.
"Tuan muda bai, anda sudah sampai di mall gardania, silahkan tuan." Pengawalnya membukakan pintu mobil yang mewah, mobil Bayroad edisi terbatas. Semua orang yang berada di mall segera keluar ketika melihat mobil mewah itu.
Tuan muda Xibaii!!!!!!
segerombolan manusia, terutama banyak wanita mengililingnya sampai di cegah oleh beberapa bodyguard.
"Aih.. salah satu pekerjaan yang aku benci" Xibai keluar dalam mobil dengan sangat keren.
*CRASSSSHHHHHHHH*
Semprotan anti bau di semprotkan dimana-mana.
Semua terbatuk dan perlahan pergi tak berani mendekat.
sesuai rumornya.
Benar-benar tak berperasaan!
Begini sudah lebih baik.
Xibai berjalan dengan sangat angkuh, tatapan mata yang malas namun tajam seperti elang, porsi tubuh yang gagah, tinggi, sangat-sangat idaman.
Memakai kemeja putih dan jas hitam khasnya, tak lupa jacket coat winter coklat yang hanya di pakai di pundaknya saja membuatnya sangat tampak keren dan modis.
"Tuan? sebelah sini...tuan?"
Tak menghiraukan omongan dari pengawalnya xibai langsung menuju departement.
Para pengawalnyapun langsung mengikuti langkah xibai.
"Semuanya! bersiap-siaplah, karna tuan muda Xibai telah datang, cepat rapikan semua penampilan kalian"
manager menyiapkan semua laporan tahunan, dan sesegera mungkin harus menyambut tuan muda Xibai.
tunggu.
apa ini? kenapa manager berdandan menor sekali?
"tuan muda xibai, anda telah datang."
manager tersenyum dengan menggoda, Xibai tak melihatnya sama sekali.
Jijik.
"Manager Yin, semua laporan tahunannya serahkan pada pengawal saya, dan tolong menjauhlah pada jangkauan saya, parfumu itu, menyebalkan" kata-kata yang tajam itu menusuk hati manager, seketika itu manager yang tadinya sangat bersemangat dibuat lesu dan malu olehnya.
Apaa apaan itu tadi?!
Ketika melewati pintu, Xibai melirik gadis yang menjaga pintu itu, lalu terhenti.
Apa? kenapa berhenti didepanku?! cepatlah pergi!
Yui hanya menunduk resah.
__ADS_1
"Ada apa tuan muda? apakah pegawaiku membuat kesalahan?" manager Yin bingung dengan tatapan Xibai.
Tangan xibai mengambil sehelai bulu yang ada di rambut Yui. "....Tidak rapi"
Yui tetap tidak berani melihat wajah Xibai, karna kehadiranya dan suaranya saja sudah menakutkan.
Xibai melanjutkan langkahnya, dan. mengecek dept dengan sangat teliti. tak boleh ada kesalahan sekecil apapun.
"3 hari lagi aku akan menikah, aku ingin gaun pengantin dari departemen ini"
Ha ?? menikah? bukan kah Xibai sangat membenci wanita?
"Tuan? bukankah ibu anda ingin memesankan gaun pengantin di france, edisi terbatas?"
"Hey, sudah dipesankan di departemen ini aja harusnya udah bersyukur, masih mau yang limited edition? mimpi apa dia?"
Suasana keadaan menjadi canggung, sudah jelas sekali kalau Xibai akan menyiksa istrinya nanti.
Sungguh malang nasibnya menikahi seseorang yang kejam.
"B,baiklah tuan muda, aku akan mengambilkan gaun pengantinya, Yuiii cepat semua gaun pengantin bawa kemari"
Yui bergeas mengambil semua gaun pengantin yang berada di almari kaca yang indah.
"i,ini manager"
Suasana apa ini? kenapa semuanya diam aja!!
"Pilihkan yang paling murah, jelek" perintah datar dari xibai
"Tuan muda, disini tidak ada yang jelek, semua bagus dan mahal"
Yui spontan menjawab seolah olah xibai itu pelangangganya.
"........."
Seketika semuanya terdiam dan melihat ke arahnya dengan tatapan cemas. Berani-beraninya melawan perintah Xibai.
Apa? aku benar kan? gaun gaun ini 100x lipat dari gajiku yang ada disini!! tentu saja tidak ada yang murah.
Sangat canggung.
"..Ah maaf tuan muda, aku akan mengajarkan sopan santun pada pegawaiku ini" manager tersenyum tapi takut akan Xibai marah, kalau Xibai marah semua pegawai nanti akan dipecat.
"Ada apa manager? bukankah aku benar? gaun ini bagus-bagus, dari perancang terkenal, kita tidak boleh menjelek-jelekan barang yang kita jual"
Xibai yang sedari tadi duduk seperti bos besar hanya melirik yui.
"Begitu ya? " lirikan tajam seakan menusuk tepat dijantung yui.
Ah aku ingat dia, kucing kecil yang tertangkap basah di cctv ya.
"Y,ya! sangat bagus-bagus, karna wanita ditakdirkan memakai gaun yang indah, tidak ada kata jelek untuk pengantin" dengan tenang yui berbicara pada Xibai.
"Kata-katamu bagus sekali ya"
"Pengawal, robek semua gaun ini" xibai bangun dari duduknya dengan tegas dan bergerak pergi.
Apa!! dirobek? jangan! ada gaun impianku disana! manager kenapa diam saja! laki-laki ini sudah gila!
"K,kau sudah gila?? kau benar-benar akan merobeknya?"
"Bahkan nanti kalau aku menikah, aku tidak sanggup membeli gaun ini!" Yui menghalangi jalan Xibai dengan berani.
"Y,yui, mati kau nanti, jangan melawan tuan Xibai" bisik managernya ketakutan.
Xibai menoleh pelan kearah yui,
Tidak takut mati ya?
Pandangan Yui sama sekali tidak ada rasa takut, hanya keberanian yang ada pada dirinya 'saat ini'
"Menyingkirlah" suara dingin Xibai begitu menakutkan.
"Tidak! sebelum kau menarik perintahmu itu"
Yui semakin bersikeras menghalangi xibai, jarak diantara keduanya sangat dekat.
*BLAKKK*
Badan Yui dihempaskan begitu saja oleh Xibai, lalu Xibai melanjutkan langkahnya dengan angkuh.
__ADS_1
Seekor kucing kecil berani beraninya melawanku.
"Menjijikan" xibai segera mengelap tanganya dengan sangat detail.
"Aku pulangggggg"
Yui sangat kecapean dengan apa yang terjadi hari ini.
"Yui? bagaimana? apa kamu sudah membuat keputusan?" tanya ayah yang sedang gelisah.
Anaknya pulang bukan malah dipersilahkan istirahat dulu, malah langsung membicarakan pernikahan ya.
"Terserah ayah! semuanya aku serahkan pada ayah!" dengan raut wajah yang kesal, ia berjalan menuju kamarnya.
"Akhirnya bocah itu sudah mau"
"Bagus! ayah! kalau kau mendapatkan untung 20% bagi ke Ling Er ya yah!!" Ling Yi sangat antusias soal keuntungan yang didapat
"Tenang saja, anakku ling er pasti kebagian"
Ayah, ibu, dan Ling er tertawa licik
tertawa diatas penderitaan Yui.
*TOKTOKTOK*
Ada tamu yang datang di rumah keluarga shen,
"Ya? mau cari siapa?" Ling bertanya dengan sangat tengil dan kurangajar
"Vegini, saya mau mencari pak Gu Shen" Dari balik pintu terdengar suara yang tidak asing, Gu Shen segera menghampiri ling yang sedang membukakan pintu.
"ah ternyata direktur besar tuan He Tian Lin dan nyonya He" tertawa Gu Shen yang sok akrab dan penuh kepalsuan. Mempersilahkan mereka masuk kedalam rumah.
"Ada apa direktur malam-malam datang kemari?"
"Istriku ingin bertemu calon menantunya." Keluarga Shen berkeringat dingin, karna tercatat di perusahaan, Gu Shen hanya memiliki 1 putri, yaitu Ling Yi Shen.
"Apakah ini putrimu yang akan menjadi menantuku" nyonya He Xin sangat bersemangat.
"Bukan om, tante, yang jadi menantumu itu kakakku" bicaranya sangat tak ada sopan santun.
"......"
"Maksudnya apa ini Gu Shen?" tegas dan beribawa itulah ciri khas He Tian Lin.
"Begini, saya masih punya 1 putri lagi, yang tercatat di perusahaan itu salah, saya ingin membenarkanya tetapi tidak bisa, nama putri kami yang sulung adalah Shen Er Yui"
Syukurlah bukan anak yang kurang sopan santun seperti ini.
"Lalu? dimana Shen Er Yui? aku ingin bertemu denganya" Perintah lembut nyonya He agar bertemu dengan menantunya.
"Ling er, panggil kakakmu"
"Haish, baik" Ling Yi berjalan dengan malas memanggil kakaknya.
Yui turun dari tangga dengan menunduk.
"Aiyahh ternyata gadis ini yang akan menjadi menantuku"
"Sayang, lihatlah, dia sangat cantikk" nyonya He sangat senang dapat menantu yang anggun seperti Yui.
"Salam paman, bibi" Yui duduk manis di sebelah nyonya He.
"Anakku, kenapa kau memanggill kami paman dan bibi? panggil kami Papa dan Mamma, seperti orang tuamu sendiri. Kau akan menjadi anak perempuanku" nyonya He tersenyum gembira, Yui sangat sopan, senyumnya cantik, wajahnya oval sangat imut, sikapnya juga dewasa.
"Em? nanti kalau saya sudah sah menjadi keluarga He, saya akan memanggil kalian papa dan mama"
"Aiyoyo, jangan. Panggilan itu harus dibiasakan mulai dari sekarang, ayo panggil kami papa dan mama" nyonya He tidak henti-hentinya mengelus kepala Yui dengan lembut.
"...papa, mama...." Yui tanpa sadar mengucapkan panggilan itu.
"ya, seperti itu sayang, aku sangat suka dengan menantu kita" nyonya He Xian merangkul Yui dengan lembut.
BERSAMBUNG.....
JANGAN LUPA RATE ⭐5
LIKE & SHARE
__ADS_1
COMMENT💐
DAN VOTE YA♥️