
10 menit berlalu meraka tetap pada posisinya “sayang” seru vivi yang berapa di dekapan suaminya
“hemmZ”
“ udah mau magrib cepat mandi” ucap vivi , kemudian memberi jarak antara mereka
“ waktu yang tidak mendukung” ucap dicky , dia mengecup kening istrinya kemudian beranjang dari ranjang
“ udah buruan” ucap vivi “sini biar aku bantu” ucap vivi kemudian berjalan mendekat pada suaminya , dia melepas dasi dan kemeja suaminya “ benar benar menyebalkan, sana pergi” ucap vivi kesal saat melihat perut abs suaminya ,
Dicky tersenyum mendengar umpatan istrinya “ bagai mana kalau bantu aku mandi” tawarnya seulas senyum mengembang di bibirnya ,
“ karena kau meminta aku akan melakukannya ” ucap vivi seolah dia tak peduli ,
“dasar” ucap dicky sambil mengecup bibir istrinya berulang kali mereka masuk ke dalam kamar mandi bersama
Beberapa saat kemudian , usai menjalankan kewajiban , mereka makan malam , setelah itu mereka menghabiskan waktu di ruang tv
※※ pagi hari
Vivi dan dicky menyantap sarapannya berama , vivi melirik leher suaminya yang terluka karena ulahnya tadi malam.
__ADS_1
“ apa kau akan memberikan kompensasi nyonya” ucap dicky karena dia menyadari istrinya dari tadi menatap lehernya yang semalam di cakar oleh istri tercintanya itu.
Vivi kembali menikmati sarapannya “ mau mu” seru vivi , sambil menyantap kasar sarapannya.
“ tapi nyonya juga menikmatinya semalam” goda dicky dengan sengaja , karena di ruang makan hanya ada mereka berdua.
“iya iya iya tuan , pelayanan anda sungguh memuaskan” ucap vivi wajahnya bersemu merah saat mengucapkan kalimat itu
“aku rasa istri aku semakin pandai menggoda” ucap Dicky sambil menikmati sarapannya
“kau gurunya” sindir vivi
“kau harus bersyukur mempunyai guru sepertiku” ucap Dicky dengan PD nya “ sudah siang aku mau ganti baju dulu” ucapnya kemudian mengecup kening istrinya “ habiskan sarapannya ok” imbuhnya kemudian mengecup bibir istrinya , kemudian melangkah kan kakinya pergi , sedangkan vivi melanjutkan sarapannya .
Di dalam gedung perusahaan A.H , beberapa karyawan berjalan membawa berkas untuk memenuhi tugas mereka , dicky baru saja masuk ke dalam , dia berjalan di temani oleh dimas di sampingnya , sontak saja beberapa karyawan yang berpapasan dengan mereka meluangkan waktu untuk memberi salam pada atasannya itu , dicky hanya mengangguk i mereka
“ benar benar tampan” seru dua karyawan wanita yang berpapasan dengan Dicky , setelah bos nya itu sudah melangkah jauh dari jangkauannya
“ kamu tidak salah, benar benar beruntung kak vivi menikah dengan dia”
“ aku rasa pak dicky yang beruntung menikah dengan kak vivi”
__ADS_1
“kenapa begitu itu”
“ memang nya kau tidak ingat sifat pak dicky sebelum menikah dengan kak vivi kayak gunung es” ucap salah satu wanita itu
“ kau ada benarnya, ya sudah kurasa kita terlalu banyak ngobrol , aku merasa merinding” seru karyawan itu sambil memegang lehernya
“ aku pikir hanya aku yang merasa seperti ada hawa dingin di belakang , bukankah ini masih pagi kenapa sudah ada setan” ucapnya sambil menggidik ngeri , mereka berdua bergegas berjalan untuk mengurus pekerjaan mereka
Tepat di belang kedua karyawan wanita itu erica berjalan membawa map di tangannya , dia merasa kesal mendengar ucapan kedua karyawan wanita barusan yang memuji vivi.
“tunggu saja , tidak lama lagi akan aku ambil semua yang kau miliki” gumam erica dalam hati , kemudian bergegas berjalan ke dalam lift .
terima kasih sudah mau meluangkan waktu untuk membaca novel karya saya , semoga bisa menghibur ,
bila ada kalimat yang salah dalam penulisan harap di maklumi , terima kasih
__ADS_1