Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 30


__ADS_3

※ apartemen


Vivi sudah memasukkan semua bahan makanan yang mereka beli beberapa saat lalu ke dalam kulkas  , “ males masak , tapi lapar ” serunya , sambil melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar.


“ kenapa?” tanya dicky saat melihat istrinya pasang wajah memelas, dia baru saja keluar dari kamar mandi.


“lapar” ucap vivi kemudian merebahkan tubuh di ranjang “ tapi males masak” imbuhnya


Dicky menarik nafas panjang mendengar ucapan istrinya “ ya sudah kamu masak nasi , aku yang masak lauknya” ucap dicky


“ yap” ucap vivi kemudian bangun dari ranjang “ ya udah ayo masak” ajaknya sudah menggandeng lengan suaminya


“ dasar pemalas” ejek dicky ,sambil mengucek rambut istrinya


“ jangan di gituin rambutku entar rusak” ucap vivi kesal “ mana aku belum kesalon” imbuhnya


“emangnya aku ngelarang kamu ke salon” ucap dicky ,


“ mana punya waktu aku , kerajaan ku numpuk , apa lagi sekarang” ucap vivi kesal


“ jangan bilang bos kamu gak beri kamu waktu istirahat” ucap dicky sambil mencibit pipi istrinya


“ bener banget” sahutnya dengan memanyunkan bibirnya


“ kau tahu, aku tadi dapat pesan dari bosmu , untuk berusaha lebih keras lagi saat malam hari ” goda dicky pada istrinya ,


Wajah vivi memerah mendengar ucapan suaminya , “ udah ayo cepat aku udah lapar” ucap vivi mengalihkan pembicaraan , sedangkan suaminya terkekeh melihat tingkahnya yang salting


“ mau makan apa ayam kecap apa steak sapi “ tanya dicky saat membuka kulkas


“ steak aja lebih cepat” ucap vivi sambil mengambil beras untuk dicuci


Kini keduanya mengerjakan pekerjaan mereka masing masing , setelah selesai mencuci beras vivi membantu suaminya membersihkan sayuran . setelah itu vivi duduk menyaksikan suaminya masak .

__ADS_1


※ ruang makan


Kini masakan yang dimasak dicky sudah tertata rapi diatas meja , vivi baru saja membawa dua piring nasi dari dapur menaruhnya diatas meja.


“ o  amazing , ini benar benar enak” puji vivi setelah menelan potongan daging sapi


“ ya tentu saja enak , karena selanjutnya kau akan bilang , andai aku makan ini tiap hari” sindir dicky , sambil memotong daging yang ada dipiring nya


Vivi terkekeh mendengar ucapan suaminya , karena tebakannya kali ini benar “ padahal kita baru tinggal bersama beberapa hari tapi kau sudah mengerti aku” ucap vivi tanpa rasa malu , kemudian kembali menyantap makanannya , sedangkan suaminya menggeleng mendengar ucapannya .


※ kamar mandi


Vivi baru saja selesai membersihkan diri , saat ini dia bingung harus berbuat apa , memang benar dia sudah menerima kenyataan tentang pernikahannya, hanya saja dia belum siap untuk melakukan kewajibannya menjadi istri yang seutuhnya .


Kemudian dia keluar dari kamar mandi setelah mengenakan baju rumahan , dan menggulung rambutnya dengan handuk


“ lama banget” ucap dicky yang sedari tadi menunggu istrinya keluar dari kamar mandi


“ gak se jam juga kali” sahut dicky , kemudian masuk kedalam kamar mandi.


Beberapa saat jemudian dicky sudah selesai mandi dan berpakaian rapi “ kamu sudah selesai” tanya dicky pada istrinya , karena ini sudah hampir seminggu pikirnya


“ iya , aku udah selesai” ucap vivi gelagapan menjawab pertanyaan suaminya “ tapi aku belum siap” imbuhnya


Dicky menahan tawa mendengar ucapan istrinya “ emang aku mau ajak kamu ngapain kok kamu belum siap” ucapnya sambil menggoda istrinya “ udah cepet waktunya hampir habis” ucap dicky


Vivi menyadari ajakan suaminya ternyata tak seperti yang dia pikirkan “ bisa bisanya aku bicara seperti itu” gumam vivi dalam hati , kemudian melangkahkan kakinya ke ruang wardrobe.


Saat ini vivi berada di ruang tv menonton drama kesuakaanya , sambil makan jajanan ringan


“ bisa bisanya nonton hal kayak gitu” ucap dicky saat layar tv di hadapanya menayangkan adegan ciuman


“ emang nya kenapa , kalau gak suka masuk aja ke dalam gak usah ikut nonton” ucap vivi yang masih cuek bebek , menanggapi ucapan suaminya.

__ADS_1


“ dasar” ucap dicky kemudian duduk di sebelah  istrinya , dicky menyaksikan wajah istrinya yang melongo saat menonton tv bahkan tidak berkedip sama sekali “ aku mintak keripiknya” ucap dicky sengaja , tak ada jawaban dari istrinya , tapi istrinya langsung memberikan plastik yang berisi kripik itu padanya, “ tapi aku mau yang ini” ucap dicky yang langsung memegang wajah istrinya agar  dia bisa leluasa mencium bibir istrinya ,


Emzz” seru vivi karena tak mau dicium ,


Namun dicky tak memedulikan itu malah dia menggigit bibir istrinya agar membuka mulut, dia langsung mengapsen setiap rongga mulut istrinya lambat laun istrinya pun membalas perbuatannya ,


“ menyebalkah” umpat vivi setelah  menyudahi ciuman panas mereka.


“ bukan kah kau juga menikmatinya sayang” ucap dicky dengan nada menggoda “ bahkan tubuhmu bereaksi” ucap dicky yang tadi sempat menyenggol salah satu benda sintal istrinya yang terasa mengeras.


Sontak saja wajah vivi blusing mendengar ucapan suaminya , memang benar tubuhnya seakan menginginkan lebih dari sebuah sentuhan , namun akalnya masih waras dia tidak ingin melakukan hal itu apalagi dia belum bisa menetapkan perasaannya pada suaminya .


“ aku akan melakukan servis gratis jika kau mau” goda dicky dia sendiri mencoba menekan hasratnya, selama beberapa hari ini , dia ingin istrinya itu menyerahkan dirinya dengan suka rela tanpa adanya paksaan darinya


“no” ucap vivi singkat kemudian beranjak masuk ke dalam kamar.


“ku rasa ini lebih sulit , dari pada memenangkan tender besar” ucap dicky frustrasi setelah istrinya masuk kedalam kamar


Bersambung


 


 


saya update tiap hari katanya kelamaan nunggu jadi aku berpikir update nya 1 kali seminggu aja biar cepet yang nunggu. hehe , becanda


untuk kakak kakak yang selalu baca karya saya terima kasih banyak ,


informasi untuk sekarang sudah bisa vote poin atau koin pakek aplikasi mangatoon yang sudah di update lo


mohon dukunganya ya kakak kakak agar saya semakin semangat nulisnya dan bisa update setiap hari


aku tunggu nama nama yang akan muncul direngking vote terimakasih

__ADS_1


__ADS_2