Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 123


__ADS_3

Dari tadi Vivi melihat ke arah pria bule itu tanpa berkedip ,


Tentu saja tatapan mata Vivi membuat Bryan sedikit risih ,apa lagi tatapan mata wanita berwajah cantik itu seolah olah ingin menerkam dirinya , Vivi berjalan kearah Bryan dengan langkah sedikit lebih cepat tentunya Bryan memperlihatkan wanita dengan tatapan berbinar yang berjalan ke arahnya dengan tatapan heran , memang benar dia sejak lahir sudah di berikan tampang  tampan yang membuat kaum hawa akan tertarik pada ketampanannya itu , contonya wanita yang berjalan ke arahnya kali ini  , saat Bryan hendak mengucapkan kalimat pada wanita itu saat berada tepat di depannya hal mengejutkan terjadi  karena wanita itu mengabaikannya begitu saja 🐔🐓🐓


“ Akhirnya setelah sekian lama kita dipertemukan lagi” ujarnya spontan saat melihat beberapa kue favorit nya di dalam etalase cafe yang sudah diproduksi lagi setelah sekian hari ,


Bryan seketika kubuka mulut lebar , tebakannya saat ini salah besar ,


“ bagaimana pak apa sudah bisa menghubungi bawahan anda” tanya petugas kasir , yang langsung mengembalikan fokus Bryan pada masalah nya kali ini. Bryan menggelengkan kepalanya pelan, ini benar-benar hal memalukan dalam hidupnya “ apa kalian berdua saling kenal” tanyanya lagi pada Vivi yang berada di samping Bryan , karena petugas kasir itu tak sengaja melihat Bryan hendak menyapa pada wanita berdaster itu.


Vivi menunjuk pada dirinya sendiri saat mendengar kalimat yang diucapkan oleh petugas kasir wanita itu “ aku” sambil menunjuk pria bule di sampingnya “ dan dia , kita tak saling mengenal , memangnya ada masalah apa” tanya Vivi sebenarnya dia tak ingin ikut campur urusan orang lain , apalagi orang yang tidak dia kenal , hanya saja dia merasa kasihan pada petugas kasir itu yang terlihat cemas.


Petugas kasir itu menjelaskan apa yang tengah terjadi pada Vivi dengan detail ,


Beberapa saat kemudian Vivi sudah membayar pesanannya dan juga membayarkan makanan yang di makan Bryan .


“ terima kasih” ucap Bryan sambil mengangkat tangan setinggi pinggang untuk menyalami wanita yang telah membantu nya “ nama ku Bryan” imbuhnya sambil tersenyum manis , mungkin jika orang lain yang ada di hadapannya akan meleleh saat melihat senyuman itu.


Vivi tersenyum tipis kemudian menjabat tangan Bryan “ via” ucapnya sengaja tak memberi tahu nama aslinya , toh mereka tak akan bertemu lagi di masa depan pikir nya.

__ADS_1


“ ini kartu nama ku , hubungi aku , aku akan mengganti uang mu” ucapnya sambil menjulurkan kertas persegi empat pada wanita penolong nya itu .


Merasa tak enak jika menolak pria di hadapannya dia berinisiatif untuk mengbilnya , saat tangganya mau menyentuh kertas persegi yang diberikan olah pria bule itu , suara dering telepon menghubungkan niatnya , segera dia mengangkat panggilan telepon sang suami “ iya bentar lagi aku kembali ke sana” ucap Vivi setelah mendengar Omelan suaminya dari seberang telepon.


Bryan berdiri mematung kemudian menarik tangannya yang masih menjulurkan kartu namanya ,


“maaf aku buru buru” ucap Vivi pada Bryan , karena dalam waktu bersamaan pesanannya sudah ready .


Saat ini Bryan tak mengenali wanita yang baru saja membantu nya itu adalah adik iparnya atau istri Dicky , secara seorang istri pengusaha kaya tidak akan memakai pakaian seperti itu di depan umum , walau sebenarnya dia berpikir jika kedua wanita yang menolongnya dan adik iparnya itu ada kemiripan, kemudian dia menepis jauh jauh pikirannya itu , karena foto yang dia dapat wanita itu dari ujung kaki sampai kepala menggunakan barang branded .


Vivi sudah berada di ruang CEO , membawa satu paper bag berukuran sedang di tangannya , mirip sama emak emak pergi ke pasar , pantas saja Bryan tak mengenalinya.


Dicky segera membantu istrinya membawa barang bawaan nya “ apa tidak ada orang yang mau membantu mu sampai Sampai kau melakukan sendiri” ucap Dicky sinis “ apa gunanya aku mengerjakan mereka” imbuhnya.


Vivi menarik nafas panjang mendengar Omelan suaminya itu “ aku jarang olah raga akhir akhir ini , aku melakukan ini agar aku berkeringat” sahut Vivi karena dia terlalu malas untuk melakukan hal tersebut.


Pria bertubuh tinggi , berwajah rupawan  menaruh paper bag berisi makanan itu di atas meja dekat jendela , kemudian dia berjalan mendekap tubuh istrinya dari belakang sambil berbisik “ bagaimana kalau kita olah raga sekarang , aku akan membantu mu berkeringat , dan kau tak perlu bekerja keras , cukup mempercayakan semua pada ku ” ucap pria itu sambil menggigit daun telinga istrinya , saat sepasang suami istri itu hanyut dalam permainan yang mereka lakukan , saling ******* bibir pasangan masing masing suara dering telepon kantor menghentikan kedua anak manusia itu , Dicky berdecik kesal bisa bisanya saat waktu seperti saat ini ada yang mengganggunya , pria itu berjalan dengan langkah lebar ke sumber suara  “ ada apa , awas kalau tidak penting aku akan membunuhmu” ucapnya sinis .


“ Apa maksud ucapanmu , dasar anak durhaka” ucap Herlambang dengan nada tinggi , sontak membuat Dicky menjauhkan gagang telepon itu dari telinga nya.

__ADS_1


“ mampus” ucapnya pelan sambil garuk kepala “ aku pikir telepon tak penting , bukankah ini salah kakek , kenapa kakek menghubungi ku dengan telepon perusahaan” imbuhnya membenarkan diri .


“ Aku ada di perusahaan  sekarang” ucap Herlambang kemudian mematikan sambungan teleponnya .


“Siapa?” tanya vivi setelah suaminya menaruh gagang telepon pada tempatnya.


“ kakek , cepat ganti baju , kau Mau dia gomel gomel lihat penampilan mu saat ini” ucap Dicky , penampilan Vivi memang acak acakan karena ulahnya, untungnya tadi dia sudah menyuruh seseorang untuk mengambil kan pakaian untuk istrinya yang keras kepala itu “ ayo cepat aku bantu” imbuhnya kemudian segera membawa istrinya masuk ke ruang istirahat miliknya.


Like, vote , komen apapun demi kebaikan novel ini , Terima kasih


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2