
“ sudah cukup “ ucap Dicky beranjak dari atas tubuh istrinya .
“ Sebegitu tak ingin kah kau menyentuh tubuhku” wajah Vivi merona merah , nafasnya memburu , sedang kan tangannya memegang lengan suaminya , dia benar benar kecewa kali ini.
Dicky menarik nafas panjang sekaligus menutup kedua matanya sesaat saat mendengar ucapan istrinya yang tak masuk akal “ apa yang kau pikirkan” ucap Dicky kini meraih tubuh istrinya kemudian memeluk erat tubuh wanita itu ,
Vivi terdiam tak meronta sama sekali saat suaminya itu memeluk erat tubuh nya.
“Aku memang salah kali ini karena menuruti ego ku , aku ingin menunjukkan pada orang yang pernah meremehkan ku di masa lalu jika wanita yang aku cintai atau yang aku nikahi hidup berkecukupan , bisa membeli apapun yang di inginkan tanpa berpikir berapa harga yang harus dibayar, yang terpenting adalah wanita yang ku nikahi adalah wanita terberuntung di dunia , begitu juga sebaliknya , karena rasa cemburu sekaligus keegoisanku yang tak ingin melihat kau bersama pria lain membuat ku gelap mata menuduhku tanpa alasan , ingin rasanya aku mengurungku di tempat ini agar tak ada seorang pria yang menatap mu , namun ku urungkan niat ku Karena aku tak ingin kau membenciku , tersiksa karena keegoisan ku” ucap Dicky tangannya mengelus punggung wanita yang terdiam dalam dekapannya itu , sesekali dia mengecup kepala istrinya “ sudah jangan menangis lagi” ucap Dicky yang kini tengah menghapus butiran air mata di wajah cantik istrinya ,
Vivi menatap wajah tampan suaminya dengan tatapan ragu “ tapi”
“tidak ada kata tapi sayang” ucap Dicky jari telunjuknya menyentuh bibir tipis istrinya “ apa menurutmu dengan kekayaan sekaligus wajah tampan yang aku miliki, aku tak bisa mendapatkan wanita itu jika aku mau” ucapnya dengan nada sombong , istrinya memukul dada bidangnya dengan manja seulas senyum kecil terlihat di wajah wanita itu .
“ kau terlalu PD sayang , buktinya dia yang meninggalkanmu” ejek Vivi pada suaminya , detik kemudian dia menjatuhkan pelukannya pada suami tampannya itu.
“ Benar juga” ujar Dicky , sambil tertawa ringan “ apa kau masih marah” imbuhnya sambil menghujani punggung istrinya dengan kecupan
“ hemmz” Sahut Vivi yang sedang menikmati pelukan hangat suaminya “ apa ada lagi hal yang kau sembunyikan dari ku” tanyanya.
__ADS_1
“ banyak , banyak yang aku rahasiakan darimu , contohnya saat ini” ucapnya ambigu , dia tak ingin mengungkit masa kelam kehidupan nya untuk saat ini pada istrinya , karena dia tak ingin membuat hidup wanita itu dalam bahaya , dia ingin kehidupan wanita itu seperti masyarakat pada umumnya yang tak di batasi , sekuat tenaga dia akan melindungi istrinya dan calon buah hati nya yang masih dalam kandungan , dari beberapa orang yang ingin menghancurkan nya .
“ Apa?” ucap Vivi yang tengah menatap wajah suaminya dengan rasa penasaran.
“ aku ingin memakan mu” bisiknya dengan nada menggoda kemudian membaringkan tubuh keduanya di atas ranjang .
“ Dasar mesum” sahut Vivi yang berada dalam dekapan suaminya.
“ jangan bergerak sembarangan sayang , aku tidak bisa melepaskan mu jika itu terjadi sekalipun kau demam” ucap Dicky
“ aku tidak bisa bernafas” ucap Vivi , kemudian merubah posisinya “ aku lapar” seru Vivi .
“ hah , bukannya kau baru saja keluar untuk makan” sahut Dicky menatap heran istrinya , yang ada di dalam pelukannya itu.
“ tidak selama itu juga sayang , bukankah kita baru beberapa Minggu pindah ke mansion ini” ucap Dicky sambil mencubit gemas wajah istrinya yang terlihat berisi itu.
“ bilang saja jika kau tak mau masak untuk ku” ucapnya dengan nada sedih , kini wanita itu kembali membelakangi tubuh suaminya.
“ aku hanya menyampaikan pendapatku , mau makan apa kali ini” ucap Dicky yang beranjak dari tempat tidur .
__ADS_1
Vivi langsung duduk saat mendengar pertanyaan suaminya “ rawon” ucapnya sambil menatap suaminya yang sedang merapikan pakaiannya
“ rawon” Dicky membeo saat mendengar istrinya menyebut nama makanan itu , ya karena dia tidak mempunyai keahlian untuk masak masakan itu.
Setengah jam kemudian rawon yang diinginkan Vivi sudah berada di atas meja makan , wanita itu dengan lahap menikmati rawon buatan suaminya , maksudnya bukan buatan karena rawon itu rawon yang Vivi beli beberapa hari lalu saat ke perusahaan suaminya , dan dia simpan di freezer , sedangkan suaminya itu hanya terma memanaskan makanan kesukaan nya itu .
Jangan lupa like komen dan vote ya kak se iklasnya saja , terima kasih
__ADS_1