
Selama perjalanan pulang, Xibai memakai selimut yang memang tersedia di mobilnya. Merungkuk tak berdaya, lemas karna perutnya tidak nyaman, terlalu banyak muntah. Kali ini Yui yang menyetir, kadang sesekali melirik ke arah Xibai. dia sangat mengkhawatirkanya, perasaanya sangat cemas tak karuan. Bagaimana bisa lelaki yang hebat ini menjadi seperti ini? menyedihkan.
Mereka sampai dirumah sangat larut malam, sehingga mama dan papa tak menyambut. Bagus juga, jangan sampai mama dan papa melihat keadaan Xibai yang seperti ini. Dia membantu Xibai keluar dari mobil, masih sangat murung, wajahnya sangat pucat. Dia memapah pelan-pelan dengan kasih sayang. melihat keadaan Xibai yang begitu mengkhawatirkan, dia menjadi tak tenang. Banyak pertanyaan yang ada di dalam kepalanya.
Di kamarnya terasa sekali udara dingin yang menusuk, Yui melirik ke arah suaminya, bergegas mencari baju yang hangat untuk malam yang dingin ini. "Apa kau ingin mandi dulu?" tanyanya lembut. Xibai mengangguk dengan tatapan kosong. Lalu Yui segera berlari ke arah kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk Xibai "Jangan lama-lama ya, nanti kamu sakit kalau kelamaan mandi, oke?" lagi-lagi Xibai menunduk dengan tatapan kosong, makin membuat Yui khawatir. "Kamar mandinya jangan dikunci, biar kalau ada apa-apa aku bisa menghampiri kamu" jelas sekali Yui sangat khawatir, keadaan Xibai memang benar-benar menyedihkan. Xibai berjalan lesu ke arah kamar mandi.
Bermenit-menit, berjam-jam tak ada suara apapun di kamar mandi, membuat hati Yui semakin khawatir tak karuan. Dia berlari kecil mengetuk pintuk kamar mandi. "Bai...sudah selesai kah?" Tetap tak ada suara apapun. "Bai, apa aku boleh masuk?" dia menunggu sejenak jawaban Xibai, tapi tetap tak ada suara apapun. Dia membuka pelan pintu kamar mandi, mendapati Xibai yang berada di bathub duduk diam tanpa bersuara, tanpa ekspresi, tatapanya kosong. Badanya basah karna shower yang terpancur deras.
Dia mengambil handuk dan berlari ke arah Xibai "Bai, berdiri yuk, ganti baju ya nanti masuk angin" dia memapah Xibai untuk berdiri dari Bathub, Xibai masih mengikuti intruksi dari istrinya, masih dengan tatapan kosong. Dia membelakangi suaminya ketika Xibai mengganti bajunya, tiba-tiba Xibai merebahkan diri ke ranjang tanpa menoleh Yui yang ada di sampingnya saat itu.
Yui hanya menoleh pelan ke arah suaminya, lalu dia bersiap-siap ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai, dia berbaring disebelah Xibai yang memunggunginya. Mereka saling tahu kalau mereka masih terjaga, masih tidak kuasa untuk tidur. Keheningan malam itu pun berlangsung lumayan lama, tetapi tiba-tiba Yui memecah keheningan diantara mereka "Kau...sebenarnya kenapa?" Posisinya masih saling memunggungi, Xibai tak menjawab pertanyaan dari istrinya, tapi Xibai mengeluarkan air mata, isakkan tangisanya terdengar berkat keheningan yang sangat sunyi itu.
Yui mendengar isakan tangisan suaminya yang terdengar menyedihkan, kesepian. Yui membalikan badanya dengan pelan, lalu memeluk suaminya dari belakang "Kamu sebenernya kenapa...." Yui sangat cemas, baru kali ini dia mengetahui seorang laki-laki yang terkenal akan kejamnya, menangis. "Sakit...." Xibai akhirnya menjawab apa yang ditanyakan Yui. Suaranya serak, berat dan tak bertenaga. Ntah kenapa membuat hatinya berdenyut sakit.
Yui merangkul Xibai dengan sangat erat, mencoba membalikan badan Xibai secara perlahan agar bisa merangkulnya dengan benar, Xibai pun ketika sudah berbalik badan, dia merangkul Yui, diamenyembunyi kan wajahnnya yang menangis di dada istrinya, seakan Yui tak boleh melihat wajahnya yang sedang menangis kacau tak karuan. Yui hanya bisa membalas pelukanya dengan lembut, menepuk-nepuk punggungnya dengan pelan agar bisa menenangkan tangisanya.
Setelah suasana agak tenang, Yui bertanya kembali "Sebenarnya kamu ada apa? Apakah phobia dengan parfum?" Xibai menganggukkan kepalanya yang masih sembunyi di dada Yui. "Aku sangat tidak suka dengan bau parfum yang menyengat" Xibai menjelaskan dengan nada yang gemetar "Aku benci sekali! kamu jangan pernah memakai parfum!" perintah Xibai pada istrinya. Untungnya Yui tak pernah memakai parfum, dia apa adanya. Hanya dengan sabun mandi dan minyak baby saja sudah cukup baginya.
"Aku tidak pernah memakai parfum, Bai" Yui menjelaskan dengan pelan pada Xibai yang sedang meringkuk ketakutan di palukanya. "Ya, sebab itu aku sangat nyaman padamu, kau seperti obat penawar bagiku" Ucap Xibai dengan nada yang gemetar. Sejenak hatinya Yui terenyuh dengan perkataan Xibai, tetapi sepertinya 'hanya' dibutuhkan ketika dia butuh saja, kalau tidak butuh lagi, mungkin Yui akan dibuangnya. Memang benar beginilah sifat Xibai adanya.
Suasana ini kembali hening, Yui tak berani bertanya apa penyebabnya dia phobia parfum. Karna ia merasa tak berhak untuk mengetahui itu semua. Dan sepertinya Xibai masih belum mau terbuka sepenuhnya kepada dirinya. "Apa kamu tidak mencoba menyembuhkan phobia mu ini?" Tanya Yui penasaran. "Aku selalu rutin menemui psikiater Lin An, dia temanku, dia yang membantuku untuk berobat. Tetapi aku merasa tidak pernah berubah, masih begini-begini saja" Ucap Xibai yang masih memeluk Yui.
Yui terdiam sejenak, memikirkan bahwa lelaki ini hidupnya sangat tidak mudah. Pasti sangat sulit untuk tidak mencium aroma parfum wanita, apalagi disekitarnya banyak sekali wanita yang mengejarnya. Pasti para perempuan memakai aroma parfum untuk daya pikat, salah satu contohnya adalah LingYi. Malangnya lelaki yang sangat terkenal kejam ini, tak disangka-sangka dia punya kelemahan yang besar seperti ini. Pasti sangat fatal jika rahasia ini sampai bocor kepada para musuhnya di dunia bisnis maupun dunia mafia.
__ADS_1
"Itu mungkin karna dalam dirimu tidak punya keinginan untuk sembuh, aku melihat keadaanmu, sepertinya kamu sudah putus asa atas keadaanmu" Xibai agak terkejut mendengar Yui berpendapat seperti itu, memang benar adanya kalau Xibai sudah putus asa atas keadaanya yang buruk. Dia tidak peduli jika dirinya suatu saat akan roboh menahan sakitnya. Xibai tak merespon pendapat Yui, dia hanya diam saja merenungkan pendapat istrinya.
"Tak apa, tak usah dipikirkan terlalu dalam. Aku akan membantumu untuk sembuh dalam penderitaan ini, menurutmu apakah aku bisa membantumu keluar dalam jurang ini?" Ucap Yui. Xibai semakin erat memeluk Yui, seperti tak ingin melepaskan istrinya. "Aku tidak yakin apakah kamu bisa mengeluarkanku dalam jurang ini" Jawab Xibai dengan nada yang tak berdaya. Yui mengerutkan keningnya, karna ia merasa sangat bisa membantu suaminya. "Bukankah kamu berkata, kalau aku adalah obat penawarmu? berikan aku kesempatan, apakah boleh aku menggelabu di dalam kehidupanmu, Bai?" Ucap Yui, bertanya dengan sangat hati-hati, dia sangat takut jika dia salah berbicara.
Xibai agak meragukan ucapan Yui, karna baginya dia masih orang asing yang tak tahu apapun tentang kehidupan dan masa lalunya. Ini terlalu rumit, tetapi untuk kali ini, dia akan mencoba untuk percaya pada Yui, kali ini saja. "Baiklah, aku mengizinkanmu untuk mencoba menyembuhkan ku" Ucap Xibai. Yui tersenyum bangga, ia merasa Xibai sudah mulai mempercayainya, sehingga masalah phobia nya saja diserahkan padanya.
Aku sungguh tidak boleh membuatnya kecewa, aku akan berusaha keras untuk menyembuhkannya.
Lalu tak sadar percakapan mereka berlangsung sangat larut malam, dalam posisi Yui yang memeluk Xibai dengan penuh kasih sayang, mereka pun tertidur sangat lelap. Saling berpegangan tangan dan saling memeluk dengan kasih sayang. Indahnya pemandangan ini.
BERSAMBUNG.
Cukup dirimu, aku dan kasih sayang saja kita hidup.
Jangan lupa rate ⭐5
Like per bab episode.
Vote jika berkenan.
Dipersilahkan komentar sesuka hati anda.
__ADS_1
Baca juga yuk karya author yang lain.
- 'Ruang Hampa🥀' kumpulan sajak-sajak yang menyayat hati.
- 'Pacar Mafiaku' Chat Story style.
- 'Menikah Dengan CEO' Kisah antara korban menggantikan perjodohan adik tirinya.
Dan jangan lupa di baca juga karya teman-temanku.
- Kikan selviani putri 👉🏻 Verlaat me niet
- Golden Woman 👉🏻 Salah Paham
- Dewi Luna 👉🏻 Langit Untuk Luna
- Khay_Za 👉🏻 Perfect Husband (El dan Luna)
- Just Vinoy 👉🏻 Menikahi Om-Om
- Dimus 👉🏻 Cinta seorang pemalu
- Junius 👉🏻 Creepy Stories (lomba cerita seram) Boom Like yak.
__ADS_1
Cari saja nama author atau judulnya, jangan lupa di rate ⭐5 ya, mohon dukungannya ya teman-teman semuanya. Kami menantikan kunjunganya. Terimakasih❤️
sᴀʟᴀᴍ ʜᴀɴɢᴀᴛ ᴅᴀʀɪ ᴀᴜᴛʜᴏʀ - ᴀʟᴜsʜᴀ ᴠᴇʏʏᴀ🥀