
.Apartemen
“ masih ngambek” ucap dicky saat istrinya mengabaikannya gara gara kejadian di puncak tadi ,
“ sudah tau masih tanya” ucap vivi ketus , bagaimana tidak marah saat tahu di puncak bukit tersebut ada tempat mendarat untuk helikopter , dia tau saat dia mengajak turun dan suaminya itu malah mengajaknya berjalan sampai atas .
“ baik lah aku minta maaf ok” ucap Dicky ,namun tak ada respons dari istrinya
“ jangan bilang kau mencontoh kalimat , aku akan bersama Orang yang menemani ku mendaki bukan orang yang menungguku di atas” ucap vivi “ ke kanak kenakan” imbuhnya
Dicky menahan tawa mendengar ucapan istrinya “ salah” ucap dicky kemudian duduk di samping istrinya , “ jika kita mendapatkan benda dengan mudah maka kita akan dengan mudah mencampakkannya atau menggantinya , karena kita berpikir jika kita bisa mendapatkan benda yang lebih bagus dengan dari benda yang kita miliki saat ini” ucap dicky sambil mengacak rambut istrinya “apa kau mengerti” imbuhnya
vivi merasa takjub dengan apa yang dikatakan oleh suaminya , rasa marah nya tiba tiba mereda begitu saja , “ baik lah kali ini aku akan memaaf kan mu” ucap vivi berlagak jutek ,
" terima kasih atas kemurahatian anda yang mulia"ucap dicky sambil tersenyum
" menggelikan" ucap dicky
" bukan kah itu yang sering di ucapkan di drama korea"ucap dicky ,mereka menghabiskan waktu di ruang tv sampai larut malam , entah apa saja yang dilakukan oleh kedua pasangan itu
__ADS_1
※ ruang makan
Vivi berhenti makan setelag 3 suapan, “kenapa berhenti , gak enak?” tanya dicky
“ iya , gak enak kalau terus terusan kamu pandang kayak gitu” sahut vivi kesal ,
“kau tahu kau terlihat sangat sexy saat mengenakan baju itu” ucap dicky , dia sengaja memberi kemejanya untuk dipakai oleh istrinya yang kebesaran saat dikenakan.
Vivi mendengus kesal mendengar ucapan suaminya yang vulgar , kemudian melanjutkan makan , karena dia sudah kelaparan .
“ yun jha , kenapa dia menghubungiku” gumam vivi membaca nama yang terpampang dilayar ponselnya
“ apa yang terjadi?” tanya vivi langsung pada intinya , karena dia sjdah berpesan pada yun jha agar tidak menghubunginya jika tidak ada masalah darurat
“ tenang dulu , aku ada kabar baik untuk mu , beberapa saat lalu ada perusahaan dari negaramu yang ingin menjadikanmu salah satu model utamanya di hotel yang akan di buka tahun baru nanti , pihak agency masih belum menerima tawaran itu , pak kim menyuruhku untuk menghubungimu terlebih dulu” ucap yun jha panjang lebar , dia adalah asisten vivi saat dia terjun ke dunia modeling
“ kau tahu kan paspor ku di pengang oleh ibu, aku tidak bisa pergi ke mana mana , walau sebenarnya aku sangat ingin menyetujui kerja sama itu” ucap vivi pasrah, sebenarnya dia kembali ke Indonesia karena permintaan ibunya , takut jika anak perempuannya rusak , melihat pergaulan bebas di luar sana. Akhirnya dia pulang karena ibunya masuk rumah sakit , dia baru tahu kalau ibunya pura pura sakit namun sudah terlambat paspornya sudah disembunyikan dengan sangat rapi , setelah beberapa bulan dia menyerah dan mencari pekerjaan di kantor atas perintah ibunya .
__ADS_1
“ kau tidak perlu khawatir karena pemotretan akan dilakukan dinegaramu” ucap yun jha Dari seberang sana
“ benar kah?” ucap vivi merasa gembira “baiklah aku setuju” ucapnya tanpa pikir panjang , bahkan dia belum tahu perusahaan apa yang akan menjadikan salah satu model Ambassador . kemudian mematikan panggilan teleponnya
Tapi kini mulai resah bagai mana caranya agar dia bisa bekerja tanpa diketahui oleh suaminya , karena dia tidak ingin identitasnya terungkap , walau lambat laun dia harus mengatakan yang sejujurnya pada suaminya namun tidak dengan sekarang , bahkan di korea tempat dia menitih karier hanya beberapa orang yang mengetahui identitas dan wajah aslinya. Tidak ada yang mengetahui identitas aslinya karena adik dari ibunya mempunyai kuasa untuk menutup rapat rapat semua tentang dirinya demi keamanannya .
“kenapa cengar cengir kayak orang gila”ucap dicky yang baru saja datang mendapati istrinya senyam senyum didepan tv
“ dasar sirik gak bisa lihat orang lain bahagia” ucap vivi kesal “kok sudah pulang? Bawa apa?” imbuhnya melihat kotak martabak ditangan suaminya
“pura pura gak tahu tapi mau “ucap dicky , kemudian memberikan kotak itu pada istrinya
“ iya kan biar ada yang di ucapin” sahut vivi sambil membuka kotak martabak “ mantap” ucapnya sambil menggigit potongan martabak , “astaga”serunya setelah mengingat apa yang di ucapkan yun jha
“kenapa?”ucap dicky melihat istrinya yang panik
“tidak tidak ada apa apa , lain kali gak isa beli martabak , ini yang terakhir” ucapnya sambil mendengus kesal dan menyantap sisa martabak yang ada di tangannya
“ wanita sulit ditebak”gumam dicky sambil geleng kepala melihat tingkah istrinya , kemudian ikut makan martabak yang dia bawa
__ADS_1