
Tiba-tiba saja tepat di depan matanya nya terpampang jelas foto anak kecil bersama ibunya yang tak asing bagi Hermawan yang dipantulkan proyektor , sesaat dia perteguh saat melihat beberapa foto lainnya “ Apa kau ingat Siapa mereka” ucap seseorang yang tak lain adalah Reza, Dia berjalan an-nur dekati Hermawan , reza berdiri tepat di samping hermawan menatap kearah foto foto itu , “ nah yang terakhir pasti kamu gak tau” ucap reza saat layar proyektor memperlihatkan foto bayi berjenis kelamin perempuan berusia 1 bulan
Hermawan hanya terdiam saat melihat foto-foto itu benar saja dia tidak mengenali siapa bayi perempuan yang terpampang di layar proyektor, yang paling membuat dia terkejut adalah penghianatan Reza padanya, dia tidak menyangka Reza akan melakukan hal seperti ini “ Apa maksud semua ini” ucap hermawan
Suara tawa Reza menggema di penjuru ruangan “ kau tanya aku mau apa , kau pikir apa yang ku mau?” ucap reza
“aku akan memberikan apa yang kau mau semua uang kekuasaan ku akan jadi milikmu” ucap Hermawan dia sadar saat ini bukan waktunya untuk memperlihatkan egonya , pria yang ada di hadapannya ini tidak seperti biasanya yang memperlihatkan sifat tenangnya.
“ apa yang kau katakan?” ucap reza dengan nada meremehkan “ apakah kau mengenali orang orang itu” ucap reza sambil menekan setiap kalimat yang dia ucapkan , salah satu tangannya menunjuk ke arah proyektot dan yang satunya lagi mencengkram baju bagian leher hermawan agar pria tua itu melihat dengan jelas apa yang ada di layar putih itu “ apa kau bisu” ucap reza , sambil melepas hermawan , awal reza mulai mengikuti hermawan dia sering menjadi sasaran kemarahan hermawaan saat pria tua itu mendapat masalah , dicambuk di tendang tidak diberi makan itu hal yang biasa dia terima saat usianya dua puluh tahun, walau dia mempunyai keahlian bela dori namun dia harus menahan diri selama lima tahun , karena tujuannya bukan membunuh langsung hermawan melainkan membunuh satu persatu orang kepercayaan hermawan sampai tak tersisa satu pun , karena dengan begitu nyawanya akan aman ,setelah dia berhasil menyingkirkan hermawan.
Hermawan hanya hanya diam dia tahu Jika dia mengucapkan kalimat yang salah nyawanya akan melayang ditangan pria berdarah dingin yang ada di belakang punggungnya ,
“dia adik ku dan anak mu ayah! “ucap reza menekan kalimat ayah agar hermawan sadar siapa yang kini ada dibelakangnya “saat ini usianya sudah 20 tahun lebih , 10 tahun aku tidak bertemu dengannya , sakarang dia sudah menikah dengan pria berengsek yang suka gonta ganti wanita setiap waktu” ucap reza , hatinya terasa teriris karena dia tidak bosa melindungi adiknya , andai saja dia lebih cepat untuk kembali ke negara semua itu tidak akan terjadi.
__ADS_1
Mata Hermawan terbelalak mendengar kalimat yang diucapkan oleh Reza Dia tidak menyangka bahwa Reza adalah putra kandungnya dan yang paling menyedihkan putrinya menikah dengan pria brengsek seperti dirinya “ maaf” itu keluar dari mulut Hermawan tanpa sadar “ maaf karena selama ini aku tidak mengenalimu , mengabaikanmu dan adikmu”
“ jangan terburu-buru minta maaf kau harus melihat semua ini”ucap reza , dia mengganti tampilan layar seorang gadis bertubuh tinggi cantik terpampang di layar proyektor “ cika, namanya cika bekerja sebagai seorang model, beberapa bulan yang lalu ibu angkatnya jatuh sakit , mirisnya dia menikah dengan alex anak kecil yang pernah kau culik dan hampir mati saat penculikan itu agar dia bisa membayar biaya pengobatan ibunya!”
Sontak saja hermawan menelan ludah mendengar kalimat yang dikatakan reza , dia tidak menyangka putrinya akan menikah dengan alex , rasa khawatir seolah menyelimuti hatinya “tolong bawa dia bersama mu” ucap hermawan
“
Saat ini alex dan dua rekannya berada dalam perjalanan ke kediaman hermawa , karena dia yakin jika hermawan ada di kediamannya , sedangkan anto dipinta untuk terus melakukan pengejaran “ sial “umpat alex kesal bisa bisanya dia terkecoh dengan permainan yang dilakukan oleh hermawan “lebih cepat , aku tidak mau kehilangan mangsa lagi” ucapnya geram , dia juga sudah menyuruh beberapa orang dari timnya untuk segera ke kediaman hermawan .
Beberapa menit kemudian Alex tim Zero mengepung kediaman Hermawan dari arah depan , terdengar suara tembakan dari dalam rumah, sontak saja Alex segera memberi aba-aba untuk masuk ke dalam rumah tersebut, selang beberapa menit helikopter berada tepat di atas rumah tersebut , dengan tergesa-gesa Alex dan tim Zero yang berjumlah 6 orang segera menggeledah isi rumah , cepat di ruangan digeledah oleh Alex Hermawan sudah terkapar tak bernyawa memegang pistol di tangannya“sial ! apa apaan ini”ucap alex , segera dia memanggil 2 orang untuk mengurus mayat hermawan , sedangkan di sisanya naik ke lantai atas untuk mengejar pelaku namun saat dia sampai di atas helikopter tersebut sudah pergi.
Saat ini Reza sudah berada di dalam helikopter , beberapa saat sebelumnya, Reza mengungkapkan semuanya pada Hermawan dia menawarkan dua hal pada pria tua itu.
__ADS_1
“aku akan memberi dua pilihan padamu pertama kau tembakan pistol itu pada dirimu sendiri dengan begitu aku tidak akan mengungkap identitas cika , dua aku yang akan membunuhmu dan aku akan memberi tahu pada alex siapa sebenarnya cika, aku rasa kau akan memberi pilihan yang bijak bukan” ucap reza sambil memberikan pistol pada hermawan
“kau” ucap hermawan setelah mendengar ucapan putranya , dia tidak menyangka putranya itu akan memberinya pilihan seperti ini.
Bawahan alex masuk kedalam ruangan itu “ maaf tuan saat ini kita kedatangan tamu tak di undang” ucap pria itu pada reza
Tentunya reza langsung tahu siapa tamu yang dimaksud dia memberi kode pada pria itu untuk keluar “saat ini menantumu ada di luar bukankah ini momen yang pas untuk saling mengenal satu sama lain” ucap reza
“ apa jika dengan begini kau akan memaafkan aku dan melepaskan adik mu” ucap hermawan karena dia sudah tahu betul sifat reza yang tidak akan main main dengan ucapannya
“ semua tergantung pilihan mu , aku akan keluar untuk menjemput adik iparku ” ucap reza kemudian melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu , tepat saat dia berada di ambang pintu terdengar suara tembakan dari belakang , saat dia menoleh dia melihat hermawa berlumuran darah , pria tua itu menembak tepat di kepalanya “maaf” kalimat itu keluar dari mulut hermawan dengan suara lirih untuk terakhir kalinya .
Sesaat reza terdiam melihat hal itu , kebahagiaan yang dia bayangkan setelah membunuh Hermawan yang dia nanti nantikan selama ini tak dia rasakan setelah melihat hermawan meninggal , kosong itu hal yang dia rasakan , terpaku dalam dunianya sendiri , bawahannya yang dari tadi berada di depan pintu segera mengajak dia pergi tempat itu .
Mohon bantuannya untuk like komen dan vote , terima kasih
__ADS_1