Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 45


__ADS_3

※ rumah sakit


Beberapa menit yang lalu dicky mendapat telepon dari ira , mengatakan jika Herlambang masuk UGD karena tekanan darahnya naik ,


“ bagai mana keadaan kakek ma?” tanya vivi khawatir , saat melihat mertuanya keluar dari ruangan rawat Herlambang


“ keadaannya sudah membaik, setelah ini akan di rujuk ke rumah sakit di singapura, agar mendapat penanganan yang jauh lebih baik” ucap sila


Vivi dan dicky bernafas lega mendengar ucapan sila “ kalau begitu aku akan melihat kakek dulu” ucap dicky , yang langsung diangguk i oleh ibunya


Keadaan Herlambang saat ini masih dipengaruhi oleh obat bius, beberapa saat kemudian suster datang dan menyuruh mereka keluar agar tidak mengganggu waktu istirahat pasien


“ di mana papa kenapa aku tidak melihat dia” tanya vivi setelah keluar dari ruang rawat Herlambang


“ papa masih ada di luar kota , sebentar lagi juga sampai” ucap dicky ,


Beberapa saat kemudian Herlambang dipindahkan ke ruang VVIP , bagas pun sudah ada di sana


“aku gak mau di rawat di singapura” ucap Herlambang yang baru saja sadar dari pengaruh obat bius.


“ pa ini demi kebaikan papa , bagai mana papa mau nimang anak dicky kalau keadaan papa kayak gini” ucap bagas


Vivi menautkan alis mendengar ucapan ayah mertuanya , “aku akan berusaha keras” bisik dicky , yang langsung di hadiahi cubitan oleh vivi


“ kau selalu memaksa ku dengan alasan seperti itu” ucap herlambang ,sebelum pernikahan dicky dan vivi herlambang juga pernah jatuh sakit , dan menolak untuk di rawat di singapura .

__ADS_1


Bagus tersenyum licik karena dia selalu membujuk ayahnya yang keras kepala itu dengan iming iming cicit , dan bagusnya bujukannya selalu berhasil .


“ baik lah , aku setuju” ucap herlambang pasrah “kapan aku akan mendengar berita baik itu” imbuhnya


“ sebentar lagi ”ucap dicky antusias


“ memang anak muda jaman sekarang” ucap herlambang “ ya sudah sana pulang aku mau istrirahat , jangan lupa buatkan aku cicit” usir herlambang


“ ya sudah lalu gitu kita pulang dulu ya, kekek cepet sembuh” ucap vivi sambil menyalami herlambang


“ terima kasih do’anya , hati hati dijalan” jawab herlambang


Setelah itu dicky juga menyalami kakeknya dan mengekori istrinya dari belakang


“ kalian sudah mau pulang” tanya sila saat melihat putra dan menantunya keluar dari ruangan mertuanya  , dia sendiri baru saja dari mesolah


“Ya sudah hati ya nak, jika dicky menindasmu kau katakan saja pada mama biar mama beri hukuman dia” ucap sila sambil menepuk bahu menantunya


“ aku heran siapa sebenarnya anak mama aku pada dia” sahut dicky , kemudian beranjak berjalan duluan


“ anak itu, sudah sana kamu kejar” ucap sila pada vivi


“tunggu” seru vivi berlari kecil untuk menyamakan langkahnya dengan sang suami


Bruk

__ADS_1


Vivi tidak sengaja menabrak seseorang dan jatuh kelantai “ aduh”seru vivi “maaf saya tidak sengaja” imbuhnya


“seharusnya saya yang minta maaf telah membuat anda jatuh” ucap alex , sambil mengulurkan tangannya untuk membantu vivi


“kamu tidak apa apa” ucap dicky panik , dia sudah terlebih dulu membantu istrinya berdiri, sebelum alex meraih tangan istrinya


“ sepertinya aku patah tulang” ucap vivi kesal , andai suaminya tidak meninggalkannya dia tidak akan terjatuh pikirnya


“ ehem” alex berdeham melihat tingkah dua orang yang ada didepanya , “sepertinya pernah lihat” gumam alex dalam hati saat melihat vivi  dan juga dicky “ maaf saya benar benar tidak sengaja menabrak anda , sebagai tanda minta maaf saya bagaimana kalau anda rontgen dulu” ucap alex antusias , karena dia merasa bersalah telah menabrak vivi


“tidak tidak perlu , aku baik baik saja” ucap vivi karena dia hanya menggoda suaminya


Dicky menatap tak suka pada alex , dia tahu pria macam apa yang ada di hadapannya saat ini karena sifat play boy alex sudah menjadi konsumsi publik “ ya sudah kalau begitu kami mapit dulu” ucap dicky , dia tidak suka cara alex menatap istrinya


“ baik lah hati hati” sahut alex ramah , kemudian mereka melanjutkan langkah mereka masing masing , sedangkan alex masih kalut dalam pikirannya bertanya tanya siapa orang yang baru saja dia temui kenapa terlihat tak asing , “ bukannya dia CEO perusahaan AH” seru alex saat mengingat wajah dicky “ dia lebih tampan dari pada fotonya , sayang sikapnya dingin” imbuh alex , karena dia tahu selama ini tidak ada berita tentang dicky yang bergonta ganti pasangan seperti dirinya .


Disisi lain


“apa perlu periksa dulu” tanya dicky  melihat istrinya yang berjalan sedikit pelan


“ tidak perlu , aku baik baik saja” ucap vivi “ bagaimana setelah dari sini kita cari makan malam di luar” ajak vivi yang sudah merasa lapar , yang diangguk i oleh suaminya


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2