Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
BAB 13 : ~ Parfum ~


__ADS_3

Hari kesepakatan yang dibicarakan itu telah tiba. Hari ini adalah hari yang paling mendebarkan bagi Yui. Harus berpura-pura akting dengan lelaki dingin seperti Xibai membuatnya khawatir. Dia tak yakin kalau Xibai bisa berakting dengan sempurna. Karna selama bersama dengan Xibai, Yui memperhatikan wajahnya yang terus datar tanpa ekspresi. Hah wajah macam apa itu.


Ia mengenakan baju yang simple ala wanita kantoran, sungguh elegan baju yang dipakainya, sangat pas untuk body S line nya. Menunjukan lekuk tubuh yang sangat sempurna itu ciri khas nya. Dia masih menunggu suaminya pulang, turun ke lantai bawah lalu duduk di sofa empuk ruang tamu. Tak lama ibu mertuanya pun datang menghampirinya."Kamu mau kemana sayang?" Nyonya HeXian tersenyum ramah dan duduk disebelah Yui. "Ah mama, aku lagi menunggu Xibai" jawab Yui dengan segan.


Mata nyonya HeXian seakan berbinar, sangat bahagia melihat anaknya semakin lama semakin romantis saja. "Apakah kalian akan pergi kencan bersama?" nyonya Hexian seakan ingin mendapatkan jawaban yang layak, ingin sekali mendapatkan jawaban yang sesuai harapanya. "Kami akan pergi menemui orangtuaku ma, sudah lama semenjak menikah aku tak berkunjung" seharusnya itu jawaban yang bisa memuaskan mama mertuanya kan?


Dari luar rumah sudah terdengar suara mobil yang berhenti, pertanda Xibai telah pulang. Yui bergegas meninggalkan mama nya lalu pergi keluar rumah untuk melihat Xibai. "Apakah kalian berdua akan menginap?" tanya nyonya HeXian dengan mata berbinar seakan berharap mereka berdua menginap malam ini."Tidak ma" Yui menegaskan untuk tak menginap, mana mungkin dia menginap di rumah yang baginya Penjara itu.


Di depan rumah, sudah terparkir mobil Bayroad mewah milik Xibai. Yui mengisyaratkan Xibai lewat kaca mobil agar dibuka kan pintu mobilnya. "Lama sekali" Xibai mendengus kesal. "Bukankah aku yang sedari tadi menunggumu?" Yui mengerutkan keningnya. Baru 3 menit berjalan dari ruang tamu saja sudah dikata lama? Tak waras.


"Kuharap kau tak mengecewakanku atas aktingmu itu" Yui melirik Xibai yang sepertinya dia tenang-tenang saja dan tak gelisah. Bagaimana mungkin dia bisa setenang itu?. "Kau meragukanku?" Xibai bertanya tanpa menoleh, seakan memang sangat santai. "Apa kau tak gelisah? kau nanti akan berbohong Tuan muda" Yui menyipitkan matanya dengan heran.


Dia tak tahu bahwa Xibai itu serba bisa. Kalau begini saja tidak mampu, apakah pantas dia disebut dengan Raja 3 negara? "Gelisah, itu tidak ada di dalam kamusku" Xibai yang masih memakai pakaian lengkap kantornya, Blazer buatan khusus yang melekat dibadanya itu seakan mendukung kesombonganya untuk berkata seperti itu. Sangat cocok dengan penampilanya, Boss yang sombong.


Yui hanya tersenyum menanggapi kesombonganya, ia lupa bahwa Xibai adalah seekor serigala emas yang ia temui.


Setelah sampai ditempat tujuan mereka, rumah keluarga Shen. Yui tampak berkeringat dingin, nafasnya tak beraturan namun berusaha tetap tenang. Xibai melihat yui yang sedang gemetar, lalu dia menggenggam tangan Yui. "Tenanglah Tuan putri, kau tidak sendirian kali ini, ada aku" Xibai juga tak sadar berbicara seperti itu pada istrinya, seakan mengalir begitu saja kata-kata yang seharusnya tak boleh diucapnya.


Yui yang mendengar itu seakan tak percaya, membulatkan matanya kepada Xibai seakan dia merasa akan kuat, tidak lemah. Dia membalas gandengan erat Xibai, lalu berjalan menuju pintu rumah keluarga Shen. 'Ding Dong' suara bel yang dipencetnya terasa nyaring baginya, Ini adalah suara bel neraka.


Tak lama setelah itu kepala keluarga Shen itu keluar menyambut mereka berdua. "Anakku Yui, akhirnya kalian datang juga" Senyum palsu Ayah dan raut ketiga wajah itu sungguh terlihat, Penjilat. Lalu ibu tirinya mempersilahkan untuk masuk, Yui merasa sedari tadi seperti ada pandangan yang menusuknya. Benar, itu pasti Ling Yi yang melontarkan pandangan itu padanya.


Yui menoleh pada saudara tirinya itu, memang aura kebencian tak bisa disembunyikan. Terlihat Ling Yi yang sedang menatapnya dengan aura yang busuk itu di sudut ruangan. Ling Yi yang menyadari itu langsung mengisyaratkan Yui agar berbicara denganya. Yui pun bergegas dengan malas meninggalkan Xibai di ruang tamu dengan para kedua malaikat penjilat itu. Seharusnya dia bisa jaga diri kan?


Mereka berdua menuju kamar Ling Yi untuk membicarakan hal yang membuat aura kebencian Ling Yi itu muncul. "Ada apa?" Yui langsung tanpa basa-basi bertanya pada Ling Yi. "Dasar tak tahu malu! kau rubah ya?!" Ling Yi terlihat sekali sedang marah yang menggebu-gebu. "Apa maksutmu?" Yui seakan tak mengerti apa yang dimaksud adik tirinya itu. "He Xi Bai!" Ling Yi meneriakan nama Xibai dengan keras. "Ada apa dengan Xibai? kau menyesal sekarang tak jadi menikahi pria itu?" Yui sangat cepat tanggap apa yang dimaksut adik tirinya.


"Bagaimana bisa kau meluluhkan pria itu?! pria yang kelainan parfum wanita itu? bagaimana bisa?!"


Ahh ternyata hal ini yang membuat dia sangat penasaran sampai memberikan tatapan kebencian kepadaku?


"Dari awal aku tidak pernah meluluhkanya, sifatnya memang lembut, kau saja yang termakan oleh berita hoax itu" dia mencoba mengecoh Ling Yi yang iri menjadi semakin dengki. "Tidak mungkin!" Ling Yi berusaha menyingkirkan penyesalanya dengan tak menanggapi omongan dari kakaknya. "Terserah kau saja, kenyataan memang begini adanya" dia sangat malas menanggapi kedengkian adiknya.


"Serahkan padaku!" dengan tak tahu malu dia berkata seperti ini. "Akan aku serahkan jika suamiku mau denganmu" Yui sangat tahu jawabanya. Xibai tidak akan sebodoh itu untuk memungut adik dari istrinya sendiri. bagaimanapun dia tetap mempunyai harga diri yang sangat menjunjung mukanya.


"Hah? kau jangan menyesal ya nantinya!" Ling Yi sangat percaya diri dengan kecantikanya dan keseksianya, jelas dia sangat menggoda bagi para pria di luar sana. Mungkin tak terkecuali dengan Xibai?


Tentu saja tidak, aku sangat tahu Xibai seperti apa.

__ADS_1


Ling Yi pergi meninggalkanya dengan begitu semangat, ingin sekali cepat-cepat merayu kakak iparnya. Ketika mereka berdua sudah berada di ruang tamu, Ling Yi langsung duduk disebelah kakak iparnya tanpa ragu-ragu. Xibai tak terkecoh dengan tingkah Ling Yi, dia malah menperhatikan sosok yang dibelakang Ling Yi, yaitu istrinya yang berjalan dengan muka datar. Xibai sempat mengerutkan dahinya, heran kenapa istrinya setelah berbicara dengan adiknya tiba-tiba berubah mood.


Melihat Yui yang memilih duduk bersama orang tuanya membuat Xibai menaikan alisnya. "Sayangku kenapa duduk jauh sekali denganku?" Mendengar Xibai sangat lembut berbicara pada Yui membuat semuanya terkejut. Raja yang kejam ini....bagaimana mungkin? Ling Yi semakin tak menyukai keadaan ini, makin sangat iri pada kakaknya. "Kakak ipar, aku yang sangat ingin berada disampingmu" Ling Yi bertingkah dengan manja.


Sialan, parfum wanita ini membuatku muak.


Terlihat Xibai sedang menahan nafas didekat Ling Yi. tak tahan dengan baunya, Xibai tak sadar memegang hidungnya, "Pffttt..." melihat hal itu, Yui menahan tawanya. "Ling Yi, kakak iparmu sepertinya sangat lelah, biarkan dia istirahat, jangan menempel terus seperti itu" tutur Yui. "Ahh bagaimana kalau kalian menginap saja disini?" Ibu tirinya jelas sekali ada maksud lain dibalik tawaran ini. Yui mengerutkan keningnya, tidak mau Xibai dimanfaatkan oleh keluarga ini, Yui cepat-cepat membantah. "Kami disini hanya akan sampai selesai waktu makan malam"


"Kenapa sangat terburu-buru?" tanya ayahnya yang memasang wajah sedih padanya, melihat hal itu Xibai tahu kalau Yui tidak nyaman berada disini. "Karna aku nanti ada perjalanan bisnis di luar kota, dan aku ingin sekali membawa istriku tersayang untuk menemaniku, ayah" benar-benar tak disangka sangka. Xibai sangat mencintai istrinya.


Wahh wah, akting tuan muda ini sangat berhak menadapatkan Piala Oscar.


Mendengar oenjelasan dari Xibai, kedua orang tua ini tak berani memaksa, tetapi sangat berbeda dengan bocah kecambah satu ini, Ling Yi. "Apakah aku boleh ikut perjalanan bisnis kalian?" mata Ling Yi seakan mengharap berbinar menatap Xibai, dan menempelkan seluruh badanya pada lengan Xibai. "Bisnis ini sangat penting, aku harap adik ipar mengerti" begitu dia menarik nafas dalam-dalam dia sangat ingin pulang, tak tahan dengan aroma tubuh Ling Yi.


Waktu tak terasa, perbincangan ini semakin lama semakin larut. Rasanya, aroma tubuh Xibai sekarang sudah ganti dengan aroma tubuh Ling Yi yang setengah hari menempel pada Xibai. Waktu makan malam pun tiba, Xibai sangat bersyukur dia akan cepat pergi dari tempat ini. Selama makan malam, Xibai terus memegang tangan yui agar tak jauh-jauh darinya. Tak boleh pisah denganya, tak mau dekat-dekat dengan adik iparnya.


Melihat pemandangan itu, adiknya semakin panas. Mereka berdua memang sangat mesra, romantis. Sangat alami, orang yang tak tahu akan dikira pasangan yang paling romantis di Era ini. Tapi sayang sekali, ini hanya sandiwara. Seandainya saja dia bersikap manis seperti ini setiap hari, mungkin Yui benar-benar akan jatuh cinta padanya.


Setelah selesai makan malam, mereka berpamitan untuk pulang. "Kakak, apakah boleh suatu hari aku menginap dirumah kalian?" Yui terkejut sekali mendengar permintaanya Ling Yi, sangat terburu-buru.


Itu tak akan berhasil.


Cara agresif itu tak cocok dengan Xibai. dia hanya ampuh dikasih cara pelan tapi pasti.


Di dalam mobil, Xibai buru-buru melepas Blazernya lalu dibuang kebelakang begitu saja, dan mual-mual. "Apa kau tak apa?" Yui sangat cemas melihat Xibai mual-mual begitu hebat. Yui menggantikan posisi Xibai yang menyetir, kalau terus di depan rumah akan sangat gawat kalau keluarga Shen kemari. Berhenti ditengah jalan lalu membantu Xibai yang sedari tadi muntah di kantong plastik.


"Xibai, kau kenapa?" dia tak paham dengan keadaan suaminya. Apakah dia ada pantangan makanan? Xibai semakin mual, membuka bajunya langsung dibuang dipinggir jalan begitu saja. "Hei apa kau gila? kau kenapa? katakan padaku" Yui semakin cemas, bagaimana tidak? Blazer dan kemejanya utu sudah ratusan juta harganya, dibuang begitu saja? benar-benar gila.


"P...parfum" Xibai menyempatkan keluhanya pada istrinya. Melihat Xibai sangat menderita, akhirnya dia tahu, parfumnya Ling Yi. D..dia alergi parfum...kah?


"S..spray ada di kananmu, tolong" Xibai sangat menderita, wajahnya sangat pucat. Yui bergegas mengambil spray yang dimaksut. ternyata spray anti bau.


Xibai segera menyemprotkan spray itu dengan lemah tak bertenaga, mengetahui hal itu Yui langsung merebut spray itu lalu menyemprotkan sangat banyak hingga tak akan ada bau lagi yang tersisa. Xibai telanjang dada dengan kedinginan, mual tak kunjung berhenti. Tiba-tiba dia merangkul Xibai dengan hati-hati. Xibai tak sadar mencium aroma rambutnya. Begitu menenangkan, perutnya sudah tak mual lagi begitu mencium aroma dari rambut dan leher istrinya.


Selama 5 menit pelukan yang menangkan itu berlangsung, ketika dia ingin melepaskan pelukanya, Xibai berbalik merangkulnya dengan erat. "Tetaplah seperti ini, kumohon" Xibai merengek dan gemetar. "K...kenapa?" Yui membulatkan matanya seolah tak percaya Xibai bisa bertingkah manis seperti ini, hatinya sedikit tersentuh. "Aku membutuhkanmu" Kali ini, hatinya benar-benar tersentuh.


__ADS_1


BERSAMBUNG.


Percayalah padaku, bahwa kau sesungguhnya rumah bagiku, tempat ternyaman untukku, hanya untukku.


- He Xi Bai


Jangan lupa rate ⭐5


Like per bab episode.


Vote jika berkenan.


Silahkan komentar sesuka hati anda.


Baca juga yuk karya author yang lain.


- 'Ruang Hampa🥀' kumpulan sajak-sajak yang menyayat hati.


- 'Pacar Mafiaku' Chat Story style.


- 'Menikah Dengan CEO' Kisah antara korban menggantikan perjodohan adik tirinya.


Dan jangan lupa di baca juga karya teman-temanku.


- Kikan selviani putri 👉🏻 Verlaat me niet


- Golden Woman 👉🏻 Salah Paham


- Dewi Luna 👉🏻 Langit Untuk Luna


- Khay_Za 👉🏻 Perfect Husband (El dan Luna)


- Just Vinoy 👉🏻 Menikahi Om-Om


- Dimus 👉🏻 Cinta seorang pemalu


- Junius 👉🏻 Creepy Stories (lomba cerita seram) Boom Like yak.

__ADS_1


Cari saja nama author atau judulnya, jangan lupa di rate ⭐5 ya, mohon dukungannya ya teman-teman semuanya. Kami menantikan kunjunganya. Terimakasih❤️


sᴀʟᴀᴍ ʜᴀɴɢᴀᴛ ᴅᴀʀɪ ᴀᴜᴛʜᴏʀ - ᴀʟᴜsʜᴀ ᴠᴇʏʏᴀ🥀


__ADS_2