
. MENIKAH DENGAN CEO
"Ma mamaaa, papa" Xibai memanggil orang tuanya dengan penuh emosi. "Aiyaaaa anakku, kenapa kamu berapi-api seperti ini? ada apa? kenapa?" nyonya HeXian sangat kebingungan melihat anaknya berteriak-teriak marah dengan membawa koper-koper Yui. "Mama masih tanya kenapa? papa juga kenapa diam saja? perempuan menjijikan ini kenapa mama biarkan dia masuk ke kamarku? bukankah mama sangat tau kalau aku sangat benci 'orang lain' masuk ke kamarku?" koper-koper itu dilempar sehingga menggelinding di tangga yang mewah itu, koper itu pecah, baju Yui menjadi sangat berantakan dimana-mana.
"Sayanggg, ada apa dengan anak kita... dulu dia anak yang manis, kenapa sekarang menjadi dingin begini, apa salahku yatuhan" nyonya HeXian menangis tak karuan kepada suaminya. "He Xi Bai! jaga perilakumu! kau ini seorang lelaki! tidak pantas memperlakukan seorang perempuan seperti itu!" tegas ayahnya yang juga marah besar atas perilakunya Xibai.
"Pa,ma. Xibai tidak bermaksud marah sama papa dan mama, aku hanya tidak mau ada orang lain disini" Xibai merasa bersalah, luluh karna tangisan ibunya.
"Yui bukan 'orang lain' sekarang Yui itu istrimu nak.." nyonya HeXian berbicara dengan mata tersayup-sayup.
'orang lain'
Sepertinya aku akan menderita untuk kesekian kalinya disini
Yui dibelakang Xibai menahan tangis atas perlakuanya Xibai. "Ma, mungkin Xibai marah karna aku tiba-tiba masuk begitu saja, Yui mohon mama jangan bersedih, biar aku saja yang menyelesaikan ini, ini masalahku dan Xibai" dia berusaha menenangkan suasana yang memanas ini. "Yui, maafkan anak mama... maafkan" nyonya HeXian menangis memberontak meminta maaf pada Yui dan merangkulnya.
"Mama jangan nangis lagi, papa tolong bawa mama untuk beristirahat, yui takut nanti mama bisa pingsan kalau menangis seperti ini" dia sangat cemas dengan keadaan nyonya HeXian yang sangat lemas tak berdaya seperti ini. Ayah membawa ibu berjalan kearah kamarnya untuk beristirahat "Jaga perilakumu!" tatapan ayahnya sama tajamnya seperti Xibai, sehingga dia pun langsung lemah terhadap orang tuanya.
"Ayah dan ibu sudah pergi, mari kita bicarakan masalah kita" dia menatap tegas melihat Xibai dan berbicara dengan gayanya yang anggun. "Apa yang kau mau bicarakan padaku? wanita menjijikan seperti kau, apa pantas?" bertubi-tubi sakit hati yang dia terima selama ini, perkataan Xibai lah yang paling sakit dirasakan, harga dirinya.
Menjijikan ya.
Dia menatap mata Xibai tanpa rasa takut.
"... bagaimana kalau kita bertaruh?" Dia tak habis akal agar Xibai mau menerimanya. "Beraninya kau bertaruh denganku? memangnya kau siapa!" Xibai benar-benar tak tahan lagi dengan keberanian wanita ini, mengesalkan. "Kalau aku bisa membuatmu tidur denganku malam ini, kamu harus mengizinkanku sekamar denganmu. Kalau aku gagal, aku akan pergi dari rumah ini!" tawaran ini jelass sekali sangat menguntungkan bagi Xibai. Xibai menaikan satu alisnya.
Bodohnya perempuan ini! jelas sekali aku yang akan memenangkan taruhan ini.
__ADS_1
"..Baiklah, aku harap kau konsisten dengan omonganmu" Xibai beranjak ingin pergi. "Eh? tuan Bai mau kemana?" Yui mencegahnya pergi dengan memegang kerah bajunya. "Ya mau lanjut tidur lah, aku tidak ada waktu mengurusi musang seperti kau!"
M**usang? mulut pria ini benar benar...
"Bereskan koper-koperku yang rusak itu, baru kamu boleh pergi" dia memasang wajah datar dan berjalan ke arah kamar Xibai. "Kau! kau berani beraninya memerintahku?!" Matanya mengikuti arah berjalanya Yui. Yui sudah memasuki kamar xibai, dia berbalik badan dan menutup pintu pelan-pelan, seakan mengejek Xibai. "Pintu kamar ini tidak akan terbuka kalau kamu belum juga membereskan koperku" dia mengecoh Xibai dengan memainkan kunci kamar yang ada ditanganya.
Klak.
kamar telah terkunci.
"Ah sial! beraninya dia!!!" Xibai berdecak kesal menuruni tangga dengan jengkel. "Pengawal! cepat bereskan ini untuku!" perintah Xibai dengan angkuh. Tentu suara Xibai terdengar jelas dari dalam kamar, Yui yang mendengar itu langsung membuka pintu sedikit dan berteriak padanya "kalau kamu tidak membereskan koperku sendiri, kamarmu akan kubuat seperti kapal pecah!!"
*BRAKKKK*
Yui sengaja menutup pintu kamar dengan keras. Mengingat Xibai over bersih, jelas sekali Xibai takut kamarnya yang berharga itu ternodai oleh orang asing.
"........" Xibai semakin menekuk wajahnya. "Minggir! kalian tidak dengar perempuan sial itu bicara apa!" para pengawal pun bingung atas tindakan tuan muda He yang terhormat itu. Karna baru kali ini dia tunduk hanya dengan perintah dari seorang wanita.
Xibai membereskan koper yui dengan kasar, bahkan dengan kaki ditendang-tendang. "Bawakan aku koper yang baru" Xibai memerintahkan pengawalnya, baju-baju yui telah dipindah ke koper baru, koper yang sangat lucu berwarna pinky. "Tuan...berkas nona He ada yang terjatuh" pengawal itu menemukan selembar kertas dari dokter yang terjatuh di koper Yui. "...Kertas apa ini?" Xibai merebut kertas itu dengan kasar.
shen er yui di diagnosa '*Ni*ghtmare Disorder'
gangguan mimpi buruk ? apasih? gak jelas banget. perempuan penyakitan.
Xibai merobek kertas itu menjadi kecil-kecil
"bersihkan sampah kertas ini" dia membuang potongan kertas itu dengan angkuh." baik tuan muda " Xibai membawa koper itu naik keatas. "Hoy musang, udah beres semua, cepet buka pintunya" Xibai meneriaki yui dari luar.
*KLAK*
Yui keluar dengan memakai bathrobe milik Xibai."Wah pinternyaa... masuk masuk masuk" dia tersenyum dan segera membawa kopernya itu masuk kekamar Xibai.
__ADS_1
"Kau! b...bathrobeku, kau memakai kamar mandiku?!" Xibai terkejut, dan segera melihat kamar mandinya, mengecek ada yang kotor atau tidak. "Hanya sebentar , aku dari kemarin belum mandi Bai"
"lepaskan!" Xibai menarik kerah V jubah mandi yang sedang dipakainya. "Ah.. kau ingin aku melepas ini didepanmu?" dia terdengar polos tak mengerti maksud dari ucapanya. "Haisshh! lepaskan dikamar mandi!" Xibai mendorong kerahnya dengan kasar. "Lalu aku pake apa dong? aku ngga ada jubah mandi, dan ini masih belum kering"
"...Ada jubah mandi dilemari itu, pergilah ambil" Xibai menunjuk sebuah lemari yang dipojok, seperti diasingkan , usang. Yui berjalan ke lemari itu, dan membuka pintu lemari secara perlahan. Dia terdiam sejenak, menganalisa lemari ini. Masih banyak gaun-gaun yang baru nan indah disini, salah satunya adalah bathrobe pink yang dilihatnya.
"........."
B**athrobe pink? dan gaun-gaun wanita ada disini.
Ini...apa?
"Kenapa banyak gaun perempuan disini?" yui heran, sangat heran. "Jangan pernah tanya hal itu! pakai saja kalah kau mau hidup!" ketika dia melihat wajah Xibai, sekilas ada ekspresi kesedian disana. Seperti kesepian?
Dia sudah selesai ganti bathrobe, pink sangat cocok di tubuhnya yang ideal itu. Xibai berdecak sinis dan memasuki bathroom segera ingin mandi.
Beberapa menit kemudian Yui sudah berganti dengan kaos simple, rok anggun dan duduk di sofa kamar. Xibai keluar dari bathroom dengan memakai handuk yang menempel di bagian bawahnya saja, lalu handuk kecil yang berada di kepalanya. Tetapi rambut Xibai masih sangat basah makin membuatnya sangat Sexy. Apalagi bentuk tubuhnya yang sangat-sangat atletis. Benar-benar, luar dalam sangat sempurna.
"AHHHHH!!!!" Yui yang berada di depanya pun spontan berteriak dan menutup matanya. "Haish tubuhku ini seni! beraninya kau berteriak dihadapan seni yg sempurna ini!" Xibai mengerutkan alisnya yang tebal.
"Wah si bapak.... narsis itu penyakit loh, cepet obatin sana!" dia mengintip sedikit dari balik tanganya. "Ck" Xibai berjalan menuju lemari lebarnya.
Melihat tetesan air yang jatuh dari rambut Xibai, dia tidak tahan ingin mengeringkanya dengan handuk.
"Bai!" dia berdiri dan berjalan kearah xibai dengan tergesa-gesa, dia berjinjit dan mengerahkan tanganya ke kepala Xibai dan menggosok lembut handuk kecil berada di kepala Xibai.
**BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA RATE ⭐5
__ADS_1
SHARE,LIKE DAN COMENT 🧁
VOTE JUGA YA TEMAN TEMANKU 🥺♥️**