
※kamar
“ kenapa” tanya dicky , saat melihat istrinya sudah bersembunyi dibalik selimut , seolah dia lupa apa yang dia lakukan pada istrinya itu , “ kamu malu, udah gak usah malu kedepannya kita akan lakukan hal lebih dari itu” imbuh dicky sengaja menggoda istrinya .
Ingin rasanya vivi ngilang karna malu, anehnya tubuhnya seolah menerima setiap sentuhan yang dilakukan oleh suaminya , “ dasar mesum” ucap vivi sambil membuka selimut yang menutupi tubuhnya , “ bisa bisa nya dia bicara hal vulgar seperti itu” gumam vivi dalam hati .
“ iya sudah tidur udah malem , mau aku temenin ngeronda” goda dicky sambil memeluk tubuh istrinya
“ dalam mimpi mu” sahut vivi , dia mulai merasa ngantuk dan tertidur dalam pelukan suaminya
“ mudah sekali dia tidur” gumam dicky , dicky tersenyum sendiri saat mengingat kegiatannya dan istrinya .
※ pagi ,ruang makan
“ kenapa juga , acaranya lama banget” ucap vivi yang baru saja mebaca chat dari anis ,
“ kenapa pagi pagi sudah ngomel sendiri” ucap dicky , kemudian duduk di kursi. Kemudian mengambil roti yang sudah diolesi selai oleh istrinya
“ kamu gak kerja “ tanya vivi setelah melihat suaminya menggunakan pakaian rumahan.
“ males pengen di rumah sama kamu” ucap dicky kemudian memakan roti yang ada ditangannya
“ aku benar benar tidak menyangka kalau seorang CEO termuda di daerah asia adalah orang yang sagat pemalas , dan juga mesum” ucap vivi dengan nada menyindir
“ kapan kau selesai” ucap dicky serius
__ADS_1
“ apanya?”
“tamu mu?” ucap dicky “ agar kau tahu betapa mesumnya suami mu” ucap dicky ke mudian terkekeh Setelah melihat wajah istrinya berubah seperti udang rebus , saat ini dicky sudah tau jika istrinya itu lebih suka praktek dari pada teori , ya contohnya saat dia menggoda istrinya dengan kata kata yang berbau intim , istrinya akan meledak ledak , wanita memang sangat sulit untuk dipahami itu lah yang dia pikirkan .
※ café
Anis sedang membolak balikkan menu makanan , sambil melihat jam “ kemana tuh anak kok gak dateng dateng , padaham sudah 30 menit aku nunggu” ucap anis , “ apa dia kejebak macet” imbuhnya
“ maaf aku telat” ucap vivi , dengan nafas ngos ngosan , kemudian duduk divkursi kosong depan anis “ kamu udah dari tadi ya?”
“enggak kok aku juga baru nyampek” ucap nisa “ oh ya mau pesan apa?”
“ aku café grande late saja yang dingin” ucap vivi
“ kuenya?” tanya anis
“ gak usah aku udah kenyang” tolak vivi , di perjalanan dia berpikir untuk memberi tahu temannya ini jika dia sudah menikah . gak lucu kan kalau tiba tiba dia hamil sedangkan orang sekitarnya gak ada yang tahu dia sudah menikah atau belum .
“ apa?”
“ aki udah nikah” ucap vivi dengam nada suara rendah
“ APA menikah” ucap anisa dengan tatapan tak percaya “ yang bener kamu gak bercanda kan?” anisa ingin memastikan apa yang dikatakan oleh temannya itu hanya sebuah gurauan , karna dia tahu sampai saat ini temannya belum bisa membuka hati untuk orang lain , lah ini kok tiba tibanya memberi tahu kalau sekarang temannya yang satu ini sudah nikah .
Vivi menelan ludah saat melihat reaksi anis , apa yang terjadi jika temanya itu tahu jika dia menikah dengan laki laki yang dia benci pasti dia akan semakin tak percaya
“ menikah dengan siapa?” tanya anis
“nih” ucap vivi sambil memeberikan hpnya yang menunjukkan sebuah foto dirinya dan sang suami.
__ADS_1
“hah”anis membuka mulutnya lebar lebar “ kau menikah dengan bos dingin” ucap anis kemudian dia terkekeh ,
“ tertawalah se puas mu” ucap vivi kesal
“ benar , kok bisa sungguh ajaib sekali kamu bukannya sangat membencinya kok tiba tiba sekarang menikah, bagaimana ceritanya?” ucap anis.
Vivi menceritakan apa yang terjadi kenapa dia bisa menikah dengan dicky , pada temannya itu .
“ terus nanti malam kamu mau bawa dia ke acara reuni?” tanya anis penasaran
“ entah lah , iya kalau dia mau?” ucap vivi dengan wajah sedih yang dibuat buat
“ kau tau kan wanita girang itu pasti hadir apa lagi dengan karienya saat ini yanh sedang meroket dia pasti akan membusungkan dada dengan bangga” ucap anis , kemudian ada seringai jail yang mengukir bibiirnya
“ kamu punya rencana apa?” tanya vivi karena sudah hafal dengan sikap temannya yang satu ini
“ kau tahu kan dia tidak mau kalah dengan mu , apa lagi kalau kamu sampai membawa suami mu yang ganteng dan kaya nya gak ketulungan itu , pasti wanita girang itu akan menagis sambil berguling guling” ucap anisa sambil membayangkan hal tersebut terjadi
Vivi terkekh mendengar ucapan temannya itu “ kau ada ada saja , tapi aku coba nanti semoga dia mau aku ajak ke sana” ucap vivi , yang mulai keluar sifat usilnya .
Bersambung
terima kasih untuk teman teman yang mendukung karya saya , maaf gak bisa bales komen kalian satu satu ,tapi semua aku baca kok .
untuk teman teman jika alur cerita yang saya buat mulai berbelok tak karuan , atau gaya penulisan mulai berubah mohon untuk komen agar bisa diperbaiki lagi
thank
__ADS_1