Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 129


__ADS_3

Hari berikutnya .Stela baru saja pulang dari tempat dia bekerja , seperti biasanya dia akan langsung ke rumah sakit untuk menjenguk anaknya , hari ini anak kecil berusia 4 tahun setengah berjenis kelamin cowok itu sudah bisa pulang bersama dengannya , semakin hari keadaannya semakin membaik , walau dia harus tetap melakukan pemeriksaan rutin tiap minggunya guna untuk mengecek keadaan tubuh mungilnya itu .


Perjalanan pulang anak kecil bernama bara itu berjalan sambil mengangang tangan stela , rambutnya yang sedikit ikal berwarna coklat terang , tubuhnya yang kurus , membuat stela ingin sekali menelan anaknya yang sakit sakitan itu agar tetap berada dalam kandungannya , agar dia bisa melindungi bocah kecil dengan senyum manis itu, agar tak merasakan, rasa sakit yang menggerogoti tubuh kecilnya , walau begitu bara tak pernah menunjukkan rasa sakitnya bahkan anak kecil itu jarang menangis , dia akan menahan rasa sakitnya akan tersenyum ceria , tak ingin ibunya merasa sedih karena dia tahu mereka berdua saling bergantung satu sama lain untuk menyemangati hari hari mereka.


“ mama aku mau ke taman , sudah lama aku tidak ke sana” ucapnya dengan senyum manis yang membingkai di bibirnya , senyum manis yang akan membuat seseorang tidak akan menolak permintaan nya.


Stela bernafas panjang sebelum menjawab pertanyaan putra kecilnya itu “ iya kita akan ke taman  , sebelum itu kau harus pakai masker dulu” ucapnya kemudian memakaikan masker ke wajah kecil bara.


“ Kanapa aku selalu pakai masker” ucapnya sambil menatap ibunya yang sedang memakai kan masker untuk nya.


“ ibu juga pakai , kau tau kan disini banyak sekali kendaraan, dan ada asap di mana mana hal itu tidak baik untuk kesehatan , lebih tepatnya tidak baik untuk paru paru kecil yang ada di sini” ucap stela sambil memegang dada putranya “ sudah paham” imbuhnya


“ iya , tadi dokter sudah memberi tahuku , Katanya merokok juga tidak baik untuk paru paru kita atau pun orang yang berada di sekitar kita” ucap bara penuh percaya diri.


“ Anak ibu pintar sekali” ucap stela  , sambil memeluk putranya , kemudian mengendong bocah berusia 4 tahun itu setelah dia sendiri selesai mengenakan masker.


Seperti biasanya suasana taman ramai , banyak penjual mainan makanan ringan di pinggir an taman , bara merasa sangat suka suasana seperti saat ini , dari pada di rumah sakit yang berbau obat obatan dan sepi , hanya dokter dan suster yang berkeliaran di sampingnya itu saja pas mereka melakukan pemeriksaan rutin , jika sudah selesai melakukan tugas nya mereka akan meninggal dirinya seorang diri di dalam kamar rumah sakit , sedang stela bekerja untuk membiayai perawatan nya yang tidak sedikit .


“ bara mau main” tanya stela pada anaknya , setelah bocah kecil itu mengangguk kecil stela melepaskan tangan bocah yang dari tadi dia genggam “ hati hati” ucapnya saat bocah bertubuh mungil itu berjalan ke tempat bermain yang tersedia di taman , mulai dari perosotan ayunan , dan permainan lainnya .


Setelah mencoba semua permainan itu bara kembali ke ibunya yang dari tadi melihat interaksi nya dengan anak kecil yang seumur an  dengannya ,

__ADS_1


“ minum dulu” Ucap stela sambil memberikan botol minuman pada putranya, “ sudah sore kita pergi ke market , malam ini bara mau makan apa” ucap stela setelah mengambil botol minuman dari tangan kecil bara.


“ aku mau makan telur kecap dan kerupuk” ucap bara antusias karena sudah lama dia tidak makan makanan itu.


Stela memeluk tubuh mungil putranya , selama ini bocah dengan senyum manis itu tak pernah mempersulit dirinya dengan permintaan yang aneh aneh “ bagaimana kalau ibu malam ini masakin paha ayam untuk bara” Tawarnya setelah melepas pelukannya .


“ iya aku juga mau bilang itu hanya saja lupa” jawab bara girang , Stela kekeh mendengar ucapan putranya itu .


Di marker stela dan bara mencari barang yang mereka butuhkan , bocah bertubuh kecil itu berjalan melihat lihat barang yang ada di tempat itu “  mama bara mau beli buka , apa mama ada uang , jika tidak punya tidak apa bara akan menabung untuk membeli nya” tanyanya saat melihat tumpukan buku gambar dan buku tulis , serta alat alat tulis lainnya


“ Iya mama ada uang , bara boleh ambil mana yang bara mau” ucap stela , sedangkan air matanya hampir saja jatuh saat mendengar pertanyaan anaknya itu .


Ada beberapa orang yang melihat kagum bara sekaligus tersentuh dengan sikap anak kecil itu ,


“ aku baik baik saja , adik kecil apa kau baik baik saja” tanya Vivi pada bocah kecil dengan tubuh kecil yang ketakutan dengan apa yang baru saja terjadi , Vivi langsung mengendong bocah yang sedang terguncang itu karena kejadian yang hampir melukainya  ,


“ bara kau tidak apa apa nak” ucap stela khawatir , sepontan dia melihat ke anaknya saat mendengar benda jatuh , dan langsung menghampiri nya


“ iya aku baik baik saja ma, untung Tante cantik menolong ku ” ucap bocah itu setelah sedikit tenang.


Stela dan Vivi langsung bertatap mata , sekali lihat Vivi sudah mengetahui siapa wanita yang ada di depannya itu , wanita bertubuh tinggi yang pernah menjadi salah satu model yang pernah berkarya di Hollywood pada masa kejayaan nya ,

__ADS_1


“ terima kasih nyonya telah menyelamatkan anak saya” ucap stela sambil mengambil anaknya dari gendongan Vivi , satu kali lihat saja stela sudah bisa menilai jika wanita hamil itu bukan orang sembarangan dilihat dari pakaian yang melekat di tubuh wanita itu sudah bisa menilai status sosial nya “ jika anda tidak menolong anak saya entah apa yang terjadi dengan anak ku ini” ucapnya khawatir.


Vivi menepis jauh jauh ras cemburu nya yang tak beralasan “ tak perlu berlebihan , siapa pun akankah melakukan hal yang sama jika melihat kejadian seperti barusan” ucap Vivi ramah ,


“ Tante cantik terima kasih sudah menyelamatkan bara” ucap bara setelah membuka masker yang menutupi wajah nya , senyum nya yang manis terukir di wajah kecilnya .


“ Sama sama bara ” sahut Vivi ramah , astaga bagaimana bisa semanis itu senyum bocah yang baru dia selamat kan itu , ingin rasanya dia mencium sekaligus mencubit gemas bocah itu , namun hal itu tidak mungkin dia lakukan , terlebih untuk orang yang baru saja dia temui . Dengan berat hati Vivi berpamitan untuk mencari barang yang dia perlukan pada bocah imut dan mantan kekasih suaminya itu .


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2