
Adit dan Rara sudah berada di dalam apartemen, Adit pun langsung melangkahkan kakinya ke arah ruang tamu dan mendudukkan tubuhnya di sana. Sedangkan Rara yang tidak tau harus berbuat apa hanya bisa berdiri di samping sofa, Adit pun langsung menatap tajam ke arah Rara
"Ya ampun sebentar lagi pasti mas Adit mau marah, cara mas Adit lihat aku saat ini benar-benar menakutkan. Selama aku kenal mas Adit aku belum pernah lihat mas Adit wajahnya mengerikan seperti ini, apa yang harus aku lakukan saat ini?" ucap Rara di dalam hatinya
Rara sudah yakin bahwa saat itu dia tidak akan selamat dengan mudah
"Apa sekarang kamu sudah merasa puas karena kamu sudah berhasil mendapatkan saya? saya ga pernah menyangka di balik wajah kamu yang polos itu ternyata kamu bisa berbuat serendah itu," ucap Adit dengan nada suara yang sinis
Rasa takut di dalam hati Rara membuat dia tidak berani untuk memberikan jawaban apapun pada saat itu, dia pun memilih untuk diam sambil menundukkan kepalanya
"Kamu harus ingat kalau saya menikahi kamu bukan karena saya merasa ingin bertanggung jawab terhadap kamu, saya menikahi kamu hanya karena Adel menginginkan hal itu. Jadi jangan pernah berharap saya akan melupakan semua perbuatan kamu, dan jangan pernah bermimpi untuk naik ke atas tempat tidur saya." ucap Adit dengan tegas
"Kamu bisa pakai kamar yang satu itu dan jangan pernah mencoba untuk masuk ke dalam kamar saya, atau jangan salahkan saya kalau saya tidak akan sungkan lagi terhadap kamu." lanjut Adit
"Sabar Ra kamu harus bisa sabar, kamu harus kuat menjalani ini semua dan kamu harus ingat di mata mas Adit kamu yang menyebabkan rumah tangga dia jadi berantakan. Kamu cukup diam maka ini semua akan berakhir, jangan jatuhkan air mata kamu di hadapan dia Ra." ucap Rara di dalam hatinya
Rara hanya terus terdiam sambil berusaha untuk menguatkan hatinya, tetapi apa yang dia lakukan pada saat itu tetap tidak membuat amarah di dalam hati Adit mereda
"Saya mau kamu tau kalau di mata saya kamu tidak lebih baik dari seorang perempuan murahan, karena hanya perempuan murahan yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan." ucap Adit dengan nada suara yang sinis
__ADS_1
Sekuat apapun seorang Rara mencoba untuk tidak menjatuhkan air matanya tetap saja dia hanya seorang gadis belia biasa, tanpa menunggu perintah terlebih dahulu air mata Rara mulai mengalir dengan sendirinya
Adit yang melihat air mata Rara pada saat itu bukan merasa iba terhadap wanita yang kini telah menjadi istrinya tersebut, dia pun mendengus kesal sambil menatap tajam
"Apa air mata kamu itu ada artinya?!! apa dengan kamu menangis bisa mengembalikan keluarga saya menjadi utuh?!!" teriak Adit sekuat yang dia bisa
Adit pun mengusap wajahnya dengan kasar lalu segera bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya ke arah kamar, tetapi dia mulai menghentikan langkah kakinya sebelum dia memegang handle pintu kamarnya
"Maaf karena sepertinya saya telah melakukan sebuah kesalahan, saya rasa orang seperti kamu lebih buruk dari seorang wanita murahan. Karena kamu merebut yang kamu inginkan dari kakak kandung kamu sendiri," ucap Adit dengan sinis tanpa menoleh sama sekali
Tanpa perasaan bersalah sama sekali Adit masuk ke dalam kamarnya dan meninggalkan Rara begitu saja, di dalam hati Adit pada saat itu tidak ada niatan sedikit pun untuk menghabiskan malam bersama wanita yang kini telah menjadi istrinya tersebut
Rara pun terduduk lemas saat Adit benar-benar sudah menghilang dari pandangan matanya dan kini air mata Rara bisa mengalir dengan bebas
Rara hanya bisa menangis untuk meluapkan perasaan sakit yang sedang dia rasakan di dalam hatinya, kata-kata yang Adit keluarkan benar-benar menyakiti hatinya
"Cukup Ra!! kamu harus kuat jangan biarkan dia melihat kamu yang lemah seperti ini!! jangan biarkan laki-laki itu menghina kamu lebih jauh lagi!!"
Dengan hati yang luluh lantak Rara pun berusaha untuk bangkit dan mulai membawa semua barang-barang miliknya ke dalam kamar yang tadi di tunjuk oleh Adit, dia pun masuk ke dalam kamar tersebut dan mulai melihat ke sekeliling kamar tersebut
__ADS_1
"Jadi di tempat ini aku harus mulai menjalani hari-hari aku yang selanjutnya? berhenti menangis Ra!! karena kamu harus kuat dan menjalani hidup kamu dengan baik!!"
Rara pun berusaha untuk menguatkan hatinya dan mulai menghapus air matanya lalu mulai merapikan semua barang-barang yang telah dia bawa, hingga dia mulai meletakkan foto seluruh anggota keluarganya dan dia pun masih terlihat sangat kecil di foto tersebut
"Bapak sama ibu apa kabar? Rara minta maaf ya karena Rara menjadi perempuan yang lemah ga seperti mbak Adel, tapi bapak sama ibu tenang aja karena Rara tetap akan menjalani hidup Rara dengan baik." ucap Rara pelan lalu memaksakan bibirnya untuk tersenyum
Rara melanjutkan kembali menyusun semua barang-barang miliknya, sedangkan di kamar sebelah sang suami sudah mulai tertidur. Adit memilih untuk tertidur agar bisa melupakan sedikit gejolak yang sedang dia rasakan
Setelah merapikan semua barang-barang miliknya Rara pun memilih untuk mulai merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, dia mengambil foto keluarga kecilnya dan menatap foto Adel dengan lekat
"Mbak kenapa ga mau dengar penjelasan aku sama sekali mbak? aku memang ingin membangun rumah tangga dengan cepat mbak tapi bukan dengan cara seperti ini, apa mbak tau cita-cita aku dulu ingin menjadi seperti kamu mbak?" ucap Rara lirih
Rara pun tersenyum getir
"Karena di mata aku kamu adalah perempuan hebat mbak, tapi sikap kamu kemarin benar-benar membuat hati aku sakit mbak. Sebagai seorang kakak dan sesama wanita, kenapa kamu bisa menatap aku seperti sesuatu yang sangat menjijikkan mbak?" lanjut Rara
Rara hanyalah seorang gadis polos yang belum mengetahui kejamnya dunia, yang dia tau saat itu hatinya benar-benar terasa sakit karena dia yang hanyalah seorang korban harus berubah menjadi seorang tersangka. Rara terus mencurahkan isi hatinya hingga tanpa terasa dia pun mulai tertidur
Di kamar yang satu lagi Adit yang sudah lebih dulu ke alam mimpi tidak bisa terlelap dengan lama, semua beban di hatinya membuat dia terbangun dari tidurnya dengan sangat cepat
__ADS_1
"Sial!! bahkan untuk tidur aja sekarang aku ga bisa nyenyak!! kamu benar-benar perempuan hebat Ra, kamu benar-benar berhasil membuat hidup saya menjadi berantakan!!"
Adit membuka matanya dengan perasaan yang berantakan dan perasaan marah di dalam hatinya terhadap Rara tetap tidak berkurang sama sekali