
Memiliki wajah yang sangat tampan adalah keutamaan bagi seorang Jonathan belum lagi saat dia menampilkan sebuah senyuman di bibirnya akan membuat ketampanan yang dia miliki menjadi sempurna
"Laki-laki ini benar-benar sempurna!! aku bahkan bisa mengingat dengan jelas bagaimana tadi malam aku bisa bersikap segila itu." ucap Adel di dalam hatinya
Untuk sesaat Adel bahkan seperti terhipnotis dan hanyut di dalam keindahan yang ada di depan matanya
"Astaga!! apa kamu sudah gila Adel? sadar!! atau laki-laki ini akan mengulang kesalahan yang sudah kalian lakukan!!"
Adel yang tersadar pun langsung memasang wajah serius dan menatap tajam ke arah Jonathan
"Apa yang sedang anda lakukan pak? saya harap anda segera menyingkir karena saya harus segera pergi dari tempat ini." ucap Adel dengan tegas
"Kamu benar-benar seperti kucing liar yang harus segera di jinakkan sayang, kamu membuat hati saya merasa semakin tertantang untuk membuat kamu tunduk kepada saya." ucap Joe di dalam hatinya sambil menyeringai
Adel berusaha bangkit tetapi dengan mudah Jonathan membuat Adel kembali ke posisi semula
"Tolong jangan memaksa saya untuk bersikap tidak sopan terhadap anda pak!!" ucap Adel menaikkan volume suaranya
"Kamu boleh melakukan apapun yang kamu inginkan sayang, tapi saya tetap tidak akan membiarkan kamu pergi dari sini." ucap Joe lalu tersenyum
"Apa yang anda inginkan pak?"
Jonathan pun mulai mendekatkan bibirnya ke telinga Adel
"Saya cuma mau mengingatkan kamu tentang malam panas kita sayang, karena sepertinya saya masih kurang bekerja keras tadi malam. Saya janji saya akan bekerja lebih keras untuk membuat kamu berteriak seperti tadi malam sayang," bisik Joe dengan suara yang menggoda
FLASH BACK
Adel yang sedang berbincang dengan para rekan kerjanya di minta untuk bergabung dengan para petinggi perusahaan dan pihak investor, tanpa ada pemikiran jelek sama sekali Adel ikut bergabung di tengah para orang-orang penting tersebut
Jonathan pun mulai membuka sebotol red wine untuk merayakan acara tersebut dan semua orang mengangkat gelas mereka sambil tersenyum bahagia, dan acara tersebut terus berlangsung dengan Adel yang tetap berada di situ
__ADS_1
Semua orang yang hadir di acara tersebut terlihat menikmati semua yang Jonathan sediakan, satu demi satu orang-orang mulai mengajak Adel untuk meminum minumannya
Adel sendiri tidak menyadari sudah berapa banyak minuman yang dia habiskan pada malam itu, hingga dia mulai merasa pipinya terasa sedikit panas akibat pengaruh alkohol
"Sepertinya aku sudah mulai mabuk, sebaiknya aku ke toilet sebentar untuk cuci muka." ucap Adel di dalam hatinya sambil memegang kedua pipinya
Adel pun segera berpamitan untuk pergi ke kamar kecil, dia pun mulai membasuh wajahnya untuk mendapatkan sedikit kesegaran. Dan di saat itulah Adel baru bahwa sudah hampir jam sebelas malam
"Ya ampun!! kenapa aku bisa sampai lupa waktu begini? sebaiknya aku cari waktu yang pas untuk pamitan pulang, kasihan juga Ical di rumah sendirian." gumam Adel
Setelah merasa lebih baik Adel pun segera kembali ke tempat semula, dia pun mulai menyadari bahwa beberapa rekan kerjanya sudah tidak terlihat di tempat itu. Hanya tersisa sang investor dan beberapa para petinggi perusahaan
"Apa mereka sudah pamit pulang waktu aku ada di kamar mandi? bagus juga sih, aku jadi ga perlu merasa sungkan untuk pamitan pulang." ucap Adel di dalam hatinya
Adel pun tidak mau ambil pusing dengan apa yang sedang terjadi, dia menghabiskan minuman yang berada di dalam gelasnya karena ingin segera cepat pulang. Sedangkan Jonathan tersenyum puas melihat hal tersebut
"Bagus sayang kamu memang harus minum itu sampai habis, karena dengan begitu petualangan kita akan segera di mulai." ucap Joe di dalam hatinya sambil tersenyum tipis
"Sepertinya aku sudah mulai mabuk, aku harus pergi secepat mungkin sebelum aku berbuat hal yang memalukan di depan para investor." ucap Adel di dalam hatinya
"Maaf sepertinya saya sudah mulai mabuk, kalau begitu saya..."
Pada saat itu Adel hendak bangkit dari duduknya dan tiba-tiba saja dia hampir terjatuh karena kepalanya yang terasa semakin berat, dengan cepat Jonathan langsung menangkap tubuh Adel
"Apa kamu sudah mabuk? sebaiknya kamu istirahat aja dulu di sini, kalau sudah merasa lebih baik baru kamu pulang." ucap Jonathan sambil tersenyum
"Ga usah pak saya ga mau merepotkan"
"Ga masalah kok, ga merepotkan untuk saya"
Adel pun sudah tidak bisa berbuat banyak karena semakin lama tubuhnya semakin terasa aneh, dan saat dia tersadar dia sudah dalam keadaan polos di dalam pelukan seorang Jonathan Perkasa
__ADS_1
FLASH OFF
"Tadi malam kita melakukan sebuah kesalahan karena kita berada di bawah pengaruh alkohol, tapi saat ini saya tidak ada niat sama sekali untuk mengulang hal tersebut." ucap Adel dengan tegas
"Apa kamu yakin kita melakukan hal itu cuma karena pengaruh alkohol?"
"Iya, dan sekarang juga saya mau pulang"
"Oke, saya akan membiarkan kamu pulang tapi setelah kita membuktikan sesuatu." ucap Joe lalu tersenyum menggoda
"Membuktikan apa maksud anda pak?"
"Membuktikan apa saya bisa membuat kamu seperti tadi malam walaupun dengan keadaan sadar"
Adel yang sudah semakin geram pun berusaha untuk lepas dari kungkungan laki-laki tersebut, perbedaan kekuatan di antara mereka berdua membuat semua usaha yang Adel lakukan hanya berakhir dengan sia-sia
Jonathan menahan kedua tangan Adel dengan salah satu tangannya dan meletakkan kedua tangan Adel di atas kepala wanita tersebut, Adel pun melepaskan tatapan membunuhnya kepada laki-laki tersebut
"Ini yang membuat saya semakin ingin untuk menaklukkan kamu sayang," ucap Joe di dalam hatinya sambil tersenyum
Keadaan mereka yang sama-sama polos membuat Jonathan semakin mudah untuk melancarkan aksinya, dia tidak ingin menyerang bibir Adel karena dia yakin pada saat itu Adel masih belum menginginkan untuk melakukan hal tersebut
Jonathan memulai ciumannya dari kening Adel, ciuman tersebut terus pindah hingga seluruh bagian wajah Adel tidak ada yang terlewati. Bibir laki-laki tersebut mulai turun ke bagian leher dan sebelum Jonathan melanjutkan aksinya, dia pun melirik ke arah wajah Adel untuk mengetahui reaksi wanita tersebut
"Aku jadi semakin penasaran berapa lama kamu bisa bertahan sayang?" ucap Joe di dalam hatinya
Jonathan terus menyerang bagian-bagian sensitif pada wanita dan berhasil membuat dinding pertahanan Adel menjadi runtuh, dengan keadaan sadar sekali pun Adel mulai mengimbangi semua permainan panas dari laki-laki tersebut dan mengulang kesalahan yang sama
"Sekarang kamu sudah mulai kalah sayang, tinggal menunggu kamu menggila seperti tadi malam." ucap Joe di dalam hatinya
Jonathan terus membisikkan kata cinta selama permainan panas mereka, benar saja itu membuat Adel semakin menggila dan bahkan sampai Adel yang memimpin permainan panas mereka
__ADS_1