Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Janji Adit


__ADS_3

Kini Adit dan Dirga sudah duduk saling berhadapan di sebuah tempat rumah makan, Adit pun langsung memanggil pelayan di tempat itu untuk memesan makanan bagi mereka berdua. Setelah itu Adit mulai menatap ke arah Dirga dengan wajah serius


"Apa Rara sudah ada kasih kabar sama kamu mas?"


Dirga pun langsung memasang wajah bingung sambil mengerutkan keningnya mendengar cara Adit memanggil dirinya


"Kenapa mas Adit panggil saya mas?" tanya Dirga dengan polosnya


Adit pun tersenyum tipis


"Pantas saja Rara lebih dekat sama kamu dari pada Adel, ternyata kalian punya sifat yang hampir sama." ucap Adit di dalam hatinya


"Sekarang ini status saya sudah bukan suami Adel tapi suami Rara, jadi saya rasa sudah seharusnya saya panggil kamu dengan sebutan mas"


"Tapi kok rasanya agak aneh di dengar ya mas," ucap Dirga sambil tersenyum canggung


Adit pun hanya bisa membalas dengan senyuman


"Saya sudah terbiasa untuk panggil mas Adit, jadi rasanya agak aneh kalau tiba-tiba mas Adit yang panggil saya mas. Gimana kalau tetap seperti biasa aja mas?"


"Gimana yang membuat kamu nyaman aja," ucap Adit lalu tersenyum


"Ya tetap begitu aja mas"


"Gimana? apa Rara sudah ada kasih kabar ke kamu?"


Dirga pun menggelengkan kepalanya dan ekspresi wajah Dirga saat itu menunjukkan bahwa dia juga merasa cemas dengan keadaan sang adik di luar sana


"Sebelumnya saya minta maaf mas, tapi apa kalian berdua sedang ada masalah? atau mungkin kamu berbuat sesuatu ke Rara ya mas? karena setau saya Rara bukan tipe anak yang akan kabur begitu aja"


Adit pun membuang nafasnya dengan kasar lalu menatap serius ke arah Dirga

__ADS_1


"Seharusnya saya yang harus meminta maaf sama kamu karena sebagai seorang suami saya belum bisa menjadi suami yang baik untuk adik kamu, saya juga harus jujur kalau saya sudah melakukan kesalahan terhadap Rara"


Sontak saja Dirga pun langsung memasang wajah kurang suka saat mendengar ucapan Adit, sebagai seorang kakak dia tidak ingin bila adik kecilnya di sakiti oleh orang lain


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi sebelum Rara pergi mas?" tanya Dirga penuh penekanan


Adit pun mulai menceritakan tentang apa yang telah dia lakukan kepada Rara saat dirinya sedang di kuasai oleh perasaan cemburu, sedangkan Dirga terlihat mengeraskan rahangnya karena merasa emosi


"Rara itu anak baik mas dia ga mungkin berbuat hal yang aneh-aneh, kalau mas Adit memang ga bisa terima Rara seharusnya mas Adit bisa kembalikan Rara ke saya. Sebagai seorang kakak saya masih sanggup menjaga Rara dengan baik," ucap Dirga dengan tegas


"Saya minta maaf karena selama ini saya sudah salah menilai Rara, saya juga tau kalau dia sudah bercerita ke kamu bagaimana perlakuan awal saya ke dia"


Dirga mengepalkan tangannya untuk menahan semua emosi yang sedang dia rasakan mengingat akan tangisan Rara saat bercerita tentang sikap Adit


"Apa salahnya kalau Rara cerita ke saya? saya kakak kandung Rara mas, sampai kapan pun saya tetap punya kewajiban untuk menjaga dia." jawab Dirga dengan tegas


"Ga ada yang salah dengan itu, posisi yang salah adalah saya. Saya yang terlalu bodoh menilai perempuan sebaik Rara, itu juga alasan saya ingin mempertahankan rumah tangga kami." ucap Adit dengan yakin


"Saya berniat untuk mencari Rara dan membawa dia untuk pulang, saya tau saya sudah banyak berbuat salah selama ini tapi saya janji saya akan berusaha untuk membuat dia bahagia"


"Apa kamu yakin mas? karena saya ga mungkin diam aja kalau kamu terus-menerus menyakiti hati Rara mas"


"Saya janji, saat nanti Rara kembali saya ga akan pernah menyakiti hati dia lagi." ucap Adit dengan yakin


Dirga memang merasa sedikit kecewa dengan semua yang telah Adit lakukan kepada Rara, tetapi dia juga tidak bisa berbohong bahwa hatinya mempercayai semua yang Adit katakan saat itu


"Apa kamu ajak saya ketemuan untuk menyampaikan masalah itu mas?" tanya Dirga dengan wajah kurang bersahabat


Adit pun tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya


"Apa ada hal lain mas?"

__ADS_1


"Saya berniat untuk secepatnya menemukan Rara, tapi untuk melakukan hal itu saya memerlukan bantuan dari kamu"


"Mas Adit butuh bantuan apa dari saya mas? selama saya bisa pasti saya akan melakukan itu, bagaimana pun juga ini demi bisa menemukan Rara." ucap Dirga dengan yakin


"Tolong bantu saya untuk mengelola perusahaan saya, karena saya harus kembali ke keluarga Erlangga. Hanya dengan cara itu saya bisa menemukan Rara secepat mungkin"


Tiba-tiba saja Dirga tertawa geli mendengar hal tersebut karena dia tidak bisa percaya begitu saja mendengar hal tersebut


"Apa kamu bisa bantu saya?" tanya Adit dengan serius


Dirga pun langsung mengehentikan tawanya karena melihat ekspresi wajah Adit yang tampak serius


"Jangan bercanda mas, yang mas Adit bilang barusan itu mengelola sebuah perusahaan bukan cuma sekedar menitipkan motor mas"


"Saya ga lagi bercanda sama kamu, saya sedang membutuhkan seseorang yang bisa saya percaya untuk memegang perusahaan saya"


Dirga serasa sulit untuk menelan saliva nya sendiri melihat keseriusan dari wajah Adit


"Ga mungkin mas Adit mau suruh aku pegang perusahaan dia!! aku ingat mbak Adel pernah cerita mas Adit merintis perusahaan dia dari nol, mas Adit juga berkerja keras untuk membuat perusahaan dia menjadi seperti sekarang." ucap Dirga di dalam hatinya


"Bagaimana pun juga saya membangun perusahaan itu dengan kerja keras saya sendiri, jadi saya ga mungkin membiarkan perusahaan itu menjadi telantar begitu saja." lanjut Adit dengan serius


"Maaf mas, untuk yang satu ini sepertinya saya ga bisa mas"


"Kenapa?"


"Saya ini cuma pekerja biasa mas, saya rasa saya ga akan sanggup untuk menjadi pemimpin menggantikan posisi mas Adit. Saya juga ga mengerti apapun tentang mengelola sebuah perusahaan," jawab Dirga dengan tegas


Adit pun tersenyum puas mendengar hal tersebut, dia bisa melihat tidak ada kesombongan ataupun keserakahan dari tatapan mata Dirga pada saat itu. Dia pun merasa memilih Dirga untuk menjadi pengganti dirinya adalah sebuah keputusan yang tepat


"Untuk masalah itu kamu bisa tenang, karena di samping kamu akan ada orang yang selama ini mendampingi saya. Dan saya yakin dia bisa membantu kamu menyelesaikan semua permasalahan yang tidak kamu mengerti," jelas Adit lalu tersenyum

__ADS_1


Ekspresi wajah Dirga menunjukkan dengan jelas bahwa saat itu dia merasa tertekan dengan permintaan dari Adit, sedangkan Adit bisa dengan mudah mengetahui tentang hal tersebut tetapi dia tetap harus melakukan itu demi menemukan Rara secepat mungkin


__ADS_2