
Rara memutuskan untuk pergi dan menghilang dari semua orang karena ingin menata hatinya, dia pun menjual ponselnya agar tidak dapat berhubungan dengan siapapun. Dan kini dia sudah tiba di sebuah kota kecil tanpa mengenal siapapun di tempat itu
Rara memulai hidupnya yang baru dengan mencari sebuah kamar yang di sewakan untuk tempat dia berteduh, dia pun menemukan sebuah kamar yang di sewakan khusus untuk para wanita
Rara hanya bisa tersenyum sambil menguatkan hatinya saat melihat keadaan kamar yang bisa di bilang pas-pasan, atau lebih tepatnya hanya pas untuk satu buah tempat tidur dan satu buah lemari
"Semangat Ra!! kamu harus kuat saat kamu sudah membuat keputusan!!"
Rara berniat untuk melanjutkan hidupnya dengan baik dan berusaha untuk melupakan semuanya di kota kecil tersebut, untuk saat itu dia pun memilih untuk beristirahat terlebih dahulu
Sedangkan di kota sana ada seseorang yang berusaha untuk melarikan pikirannya ke pekerjaan, tetapi tetap saja dia tidak melupakan air mata Rara yang terjatuh di malam itu
"Sebaiknya nanti aku minta maaf sama dia, apapun yang terjadi seharusnya aku ga boleh bersikap berlebihan seperti itu sama Ra. Setelah itu aku akan meminta dia untuk mengakhiri hubungan kami secara baik-baik," ucap Adit di dalam hatinya
Adit memutuskan untuk meminta maaf walaupun dia masih salah mengartikan air mata Rara pada malam itu, dia melakukan hal tersebut karena merasa dirinya adalah seorang laki-laki dan memiliki umur yang lebih dewasa dari Rara
Adit pun segera kembali ke apartemennya setelah jam pulang kerja, tanpa tau apapun dia mulai menghampiri kamar Rara setelah dia tiba di apartemennya
Tok.. Tok.. Tok..
"Ra... Rara.. Ini mas Adit, apa kamu bisa keluar dari kamar kamu sebentar?"
Tok.. Tok.. Tok..
"Tolong keluar sebentar Ra, ada hal penting yang harus kita berdua bicarakan"
Setelah beberapa kali mencoba Adit masih tidak mendapatkan jawaban apapun dari dalam kamar tersebut
__ADS_1
"Mas Adit masuk ya Ra"
Adit pun mulai membuka pintu kamar tersebut dan hanya ada sebuah ruangan yang terlihat rapi, hal tersebut seperti menunjukkan bahwa tidak ada siapapun yang menempati kamar tersebut
"Kenapa kelihatan kosong begini? apa dia benar-benar sudah pergi?"
Adit pun mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar tersebut dan membuka lemari yang berada di dalam kamar tersebut, dan benar saja sudah tidak ada satupun pakaian Rara yang tersisa di tempat itu
"Jadi kamu sudah pergi ya Ra? secepatnya mas Adit akan mengurus perceraian kita Ra," ucap Adit dengan lirih
Adit langsung keluar dari dalam kamar tersebut tanpa mau memeriksa lebih jauh lagi, tekadnya sudah bulat untuk mengakhiri semua hubungan ada di antara mereka. Adit pun masuk ke dalam kamarnya dan memilih untuk langsung merebahkan tubuhnya
"Kamu ga bersedia aku sentuh di saat kamu masih berstatus menjadi istri aku, dan sekarang kamu pergi tanpa berpamitan sama sekali Ra. Ternyata aku memang ga ada artinya sama sekali di dalam hati kamu Ra"
Adit asik dengan pemikirannya sendiri, sedangkan Rara baru saja terbangun dari tidurnya karena perutnya yang kini mulai terasa lapar. Rara pun segera bangkit dan keluar dari dalam kamar tersebut, dia menuju ke arah kamar mandi yang berada di luar kamar untuk membersihkan diri
"Aku harus berpikir realistis, aku ga mungkin bisa bertahan hidup selamanya dengan uang yang aku punya saat ini. Lagi pula kalau aku dapat kerja aku bisa punya kesibukan," gumam Rara
Selesai makan Rara pun mulai menyiapkan beberapa surat lamaran kerja, sedangkan Adit di kota sana langsung meraih ponselnya dan menghubungi Harun
"Halo"
"Tolong urus perceraian gw sama Rara," ucap Adit dengan tegas
"Apa gw ga salah dengar? lu minta gw urus perceraian lu sama anak itu?"
"Ya, gw mau mengakhiri semua hubungan gw sama anak itu"
__ADS_1
"Kenapa? bukannya lu udah memutuskan untuk mengejar anak itu"
"Gw harap lu ga perlu tanya alasannya, lu cukup kerjain apa yang gw bilang sama lu." jawab Adit penuh penekanan
"Oke"
Adit pun langsung memutuskan sambungan teleponnya, tetapi di sebrang sana Harun menggenggam ponselnya sambil tersenyum penuh arti
"Jadi ini alasan anak itu seharian ini sok sibuk kerja? karena dia lagi ada masalah sama istri kecilnya? Dit..Dit.. Gw yakin saat ini lu lagi merasa hidupnya lu terasa kosong, sebagai seorang teman rasanya gw pengen pukul kepala dan hati lu supaya lu sadar apa yang mereka mau!!
Malam itu sepasang suami istri itu terpisah jarak yang sangat jauh baik badan ataupun hati mereka, mereka sama-sama berpegang dengan pemikiran mereka masing-masing
Tetapi malam itu Adit menyadari bahwa perasaan yang baru dia pupuk untuk Rara sudah tumbuh dengan sangat hebat, bahkan mengalahkan perasaan yang pernah dia miliki untuk sang mantan istri
"Kamu hebat Ra!! kamu benar-benar perempuan yang sangat hebat!! kamu benar-benar membuat aku berada di jurang terdalam!!"
Adit terus memikirkan tentang Rara hingga dia mulai terlelap di alam mimpi, saat mentari mulai menyapa Adit menjalani hari seperti yang biasa dia lakukan. Adit melarikan semua pikirannya hanya ke perkejaan yang ada di depan matanya
Sedangkan Rara di luar sana mulai berkeliling kota kecil tersebut untuk mencari pekerjaan, dengan berbekal pendidikan yang Rara miliki pada saat itu dia mulai mendatangi satu persatu tempat. Tetapi hingga mentari mulai menepi Rara masih belum membuahkan hasil apapun
Dengan tubuh yang terasa lelah dan hati yang sedikit kecewa Rara kembali ke kamar kecil yang dia sewa, dia pun menyempatkan diri untuk membeli makanan sebelum dia kembali. Setelah membersihkan diri dia pun mulai merebahkan tubuhnya untuk beristirahat, karena esok hari dia harus mulai berkeliling lagi di kota kecil tersebut
Untuk sesaat Rara sempat membayangkan semua fasilitas yang dia miliki saat dia tinggal bersama Adel ataupun Adit, dia tidak bisa memungkiri bahwa semua yang dia dapatkan dari mereka benar-benar jauh berbeda dengan yang dia rasakan pada saat itu
"Astaga Rara!! kamu ga boleh mengingat semua itu Ra!! saat ini yang terpenting mendapatkan pekerjaan, karena sekarang kamu cuma bisa mengandalkan diri kamu sendiri." ucap Rara di dalam hatinya
Baik Adit maupun Rara sama-sama berjuang untuk saling melupakan satu sama lain, tetapi mereka juga tidak memungkiri bahwa hati mereka sudah saling terpaut satu sama lain. Semua bisa terlihat saat mereka mulai memejamkan kedua bola matanya mereka, bayangan tentang satu sama lain akan selalu hadir dengan jelas
__ADS_1