
Setelah mereka menyelesaikan makan siangnya Adit pun mulai menatap wajah sang kakak dengan serius
"Sebenarnya aku ajak mbak ketemuan karena aku butuh bantuan dari mbak, aku mau...."
Adit tidak bisa menyelesaikan apa yang akan dia katakan pada saat itu,
karena Wulan langsung memberikan satu tangannya tanda dia meminta Adit untuk berhenti sejenak
"Sebelum kamu menyampaikan apa tujuan kamu mengajak mbak untuk bertemu, ada baiknya kamu mendengarkan apa yang akan mbak sampaikan ke kamu terlebih dahulu." ucap Wulan dengan dengan wajah serius
Adit tau dengan pasti ekspresi wajah yang sedang Wulan tunjukkan pada saat itu, dia tau bahwa bila sang kakak sudah seperti itu pastinya ada sesuatu yang sangat besar yang akan di sampaikan oleh sang kakak. Adit pun menatap sang kakak dengan wajah serius
"Ada masalah apa ya mbak?"
Wulan tidak menjawab pertanyaan dari Adit pada saat itu tetapi dia mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat dari dalam tasnya, dia meletakkan amplop tersebut di atas meja dan mendorong amplop tersebut hingga berada tepat di hadapan Adit
"Apa itu mbak?"
"Sebaiknya kamu buka aja sendiri, nanti juga kamu akan tau isinya"
Adit pun mulai mengambil amplop tersebut dan entah mengapa hatinya menjadi sedikit tidak tenang pada saat itu, dia pun membuka amplop tersebut dan ternyata amplop tersebut berisi sebuah flash disk
"Maksudnya ini apa ya mbak?" tanya Adit sambil menatap serius ke arah Wulan
"Di dalam situ ada rekaman cctv apartemen yang kamu tempati saat ini Dit, dan mbak percaya apa yang ada di dalam situ adalah rekaman cctv yang sebenarnya." ucap Wulan dengan penuh keyakinan
"Mbak Wulan tadi bilang rekaman cctv yang sebenarnya? atau jangan-jangan yang ada di tangan aku dengan yang ini isinya berbeda? kalau itu memang benar pantas aja semua masalah ini terasa aneh," ucap Adit di dalam hatinya
Wulan hanya terdiam dan terus memperhatikan Adit yang terlihat sedang memikirkan sesuatu, tak lama kemudian Adit pun mulai menatap lekat ke arah sang kakak
"Apa mbak bisa jelasin ke aku maksud ini semua?"
"Sebelumnya mbak harus minta maaf karena mbak tetap mencari tau tentang kejadian malam itu tanpa sepengetahuan kamu, mbak ga mungkin berdiam diri sedangkan mbak yakin ada sesuatu yang janggal dari cerita kamu Dit. Mbak meminta seseorang mencari tau semuanya dengan jelas secara," jawab Wulan dengan serius
__ADS_1
"Buat aku ga masalah kok mbak, saat ini aku juga minta Harun untuk cari orang yang bisa di percaya untuk mencari tau tentang malam itu"
"Kenapa kamu tiba-tiba berubah pikiran? bukannya kamu bilang sama mbak kamu ga mau memikirkan tentang itu dulu"
"Karena aku mau tau tentang kebenaran di malam itu mbak, informasi yang ada di tangan aku benar-benar jauh berbeda dengan penjelasan dari Rara." jawab Adit dengan yakin
"Apa mbak boleh tau informasi yang ada di tangan kamu saat ini Dit?"
"Orang yang aku kirim memberikan bukti sebuah rekaman cctv di mana Rara masuk ke dalam apartemen aku mbak"
"Dari mana kamu yakin kalau perempuan itu Rara?"
"Karena di rekaman itu gadis yang masuk ke dalam apartemen aku menggunakan baju yang sama dengan Rara gunakan malam itu mbak," jawab Adit dengan yakin
Wulan menampilkan sebuah senyuman terlihat mengejek
"Cuma karena pakaian mereka terlihat sama? apa kamu bisa melihat dengan jelas wajah perempuan yang ada di dalam rekaman itu?"
"Kamu sudah di permainkan oleh seseorang Dit, kamu juga harus tau kalau rencana yang dia gunakan benar-benar sempurna." lanjut Wulan dengan wajah serius
"Sebenarnya waktu itu aku ga bisa berpikir dengan jernih mbak, aku benar-benar panik melihat Adel menyaksikan kami dengan keadaan seperti itu"
Wulan memilih untuk diam dan mendengarkan Adit dengan seksama
"Belum lagi bukti yang aku dapatkan cuma menyudutkan ke arah Rara tapi sekarang aku benar-benar merasa semuanya aneh, itu juga alasan aku meminta Harun mencari tau semuanya dari awal mbak." lanjut Adit dengan serius
"Bagus kalau kamu sudah mulai menyadari ada yang salah dengan kejadian malam itu Dit, dengan adanya itu di tangan kamu. Kamu bisa membuktikan ke semua orang kalau kamu sama sekali tidak bersalah pada malam itu," ucap Wulan dengan wajah serius
"Aku ga mungkin melakukan perbuatan serendah itu mbak"
"Mbak percaya sama kamu Dit, tapi tetap saja seorang tersangka tidak bisa menyangkal sebuah tuduhan jika dia tidak bisa memberikan sebuah bukti yang kuat"
"Tadi mbak bilang kami berdua?"
__ADS_1
Wulan pun menganggukkan kepalanya
"Jadi maksud mbak Rara juga cuma korban di malam itu?" tanya Adit sambil mengeraskan rahangnya
Adit menatap serius ke arah Wulan sedangkan Wulan menghembuskan nafasnya dengan kasar sebelum dia memasang wajah serius
"Malam itu posisi Rara sama seperti kamu Dit, kalian berdua ga melakukan kesalahan apapun malam itu karena kalian hanya korban di atas rencana seseorang." jawab Wulan penuh keyakinan
"Bagaimana perasaan Rara saat itu ya? aku bahkan ga memiliki keberanian untuk membayangkan perasaan Rara saat itu, baik Adel maupun aku sama sekali tidak mau mendengarkan penjelasan apapun dari dia. untung saja saat itu masih ada Dirga yang memberikan dia kekuatan di dalam hatinya." ucap Adit di dalam hatinya dengan wajah bersalah
"Mbak bilang Rara cuma korban di malam itu?"
Wulan menjawab dengan anggukan kepalanya
"Tapi kenapa harus Rara mbak?"
Dalam sekejap ekspresi wajah Wulan menunjukkan perasaan simpati dan terasa sedikit sedih, bagaimana pun sesama wanita Wulan bisa merasakan sedikit kesedihan yang harus Rara derita dengan semua kejadian tersebut
"Kalau menurut mbak Rara bisa terlibat karena dia ada di waktu dan tempat yang salah aja Dit"
Adit pun langsung mengepalkan kedua tangannya untuk menahan emosi yang sedang dia rasakan, dia yakin bahwa sang kakak tidak mungkin membohongi dirinya untuk hal seperti itu. Dan itu artinya selama ini Adit telah melimpahkan semua amarahnya kepada Rara yang tidak bersalah sama sekali
Untuk sesaat hanya terjadi kebisuan di antara Adit dan sang kakak, saat itu Adit sedang memarahi dirinya sendiri untuk semua yang telah dia lakukan terhadap Rara selama ini. Sedangkan Wulan memberikan waktu kepada Adit untuk mengatur emosinya terlebih dahulu
"Sebenarnya rekaman tentang apa yang ada di dalam sini mbak?" tanya Adit dengan serius sambil menunjuk ke arah flash disk
"Nanti kamu bisa lihat sendiri Dit, di situ terlihat dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu"
Adit pun langsung menatap ke arah sang kakak dengan wajah memelas karena dia tidak ingin lagi menunda lebih lama untuk mengetahui semuanya
"Sumpah mbak saat ini aku lagi banyak pikiran dan aku benar-benar mau tau semuanya sekarang juga mbak, tolong mbak yang jelasin aja langsung ke aku ya " ucap Adit dengan serius
Wulan pun langsung memasang wajah malas karena dia yakin harus mendapatkan pekerjaan baru dari Adit untuk menjelaskan itu semua
__ADS_1