
Sedari awal Rara memang sudah bertekad untuk menguatkan hatinya, tetapi bagaimana pun jika dia hanyalah seorang gadis belia yang di paksa untuk berada di dalam keadaan yang seperti itu. Sekuat apapun hati Rara tetap tidak bisa melupakan semua perkataan Adit begitu saja, air mata Rara pun mulai mengalir dengan sendirinya
Rara pun mulai menatap makanan yang sudah berada di dalam piringnya
"Ibu selalu bilang kita boleh membuang makanan, sesusah apapun keadaan kita saat ini kita tetap harus bersyukur. Karena di luar sana ada masih banyak orang yang jauh lebih susah dari kita, dengan bersyukur kita akan menjadi lebih kuat dan merasa beruntung"
Rara pun mulai memakan makanan yang berada di dalam piringnya dengan air mata yang terus mengalir, sedangkan Adit di dalam kamarnya sedang merebahkan tubuhnya
"Aku selalu ga bisa kendalikan mulut aku kalau lihat anak itu, semua karena ulah kamu sendiri Ra jadi jangan salahin sikap aku ke kamu. Karena kamu sekarang keluarga aku jadi berantakan!! aku bahkan ga berani membayangkan perasaan Ical saat tau tentang ini"
Adit yang merindukan sosok sang buah hati langsung mencari keberadaan ponselnya dan melakukan video call kepada sang buah hati, dia benar-benar ingin melihat wajah jagoan kecilnya tersebut
"Papa..." seru Haikal di seberang sana sambil tersenyum hangat
"Halo jagoan papa, gimana kabar kamu sayang?"
"Aku baik pah"
"Jagoan papa ga nakal kan hari ini?" tanya Adit dengan lembut
"Ga dong pah, Ical kan anak baik"
Adit pun tersenyum bahagia
"Oh ya tadi Ical tanya ke mama, katanya papa lagi banyak kerjaan ya. Jadi papa ga bisa pulang lagi malam ini?" tanya Haikal dengan wajah bersedih
"Ya sayang, papa minta maaf ya karena untuk sementara papa belum bisa pulang sayang. Kerjaan papa sekarang lagi banyak banget sayang"
Haikal di seberang sana pun langsung memasang wajah cemberut
"Aduh kok jagoan papa cemberut sih, senyum dong sayang. Papa jadi sedih nih kalau lihat kamu cemberut," ucap Adit dengan lembut
"Aku marah sama papa soalnya udah berapa hari papa ga pulang, papa jadi ga bisa temani aku main seperti biasa." ucap Haikal dengan polosnya
"Apa sebaiknya aku coba bujuk Adel untuk rujuk sekali lagi ya? aku ga tega kalau lihat Ical seperti ini, ya walau pun aku harus jujur kalau hubungan kami sudah tidak seperti dulu. Setidaknya aku harus mencoba rujuk untuk Ical" ucap Adit di dalam hatinya
"Maaf ya sayang, papa janji kalau nanti kita ketemu papa ajak kamu main sepuasnya"
"Papa janji ya?" tanya Haikal bersemangat
"Papa janji sayang," ucap Adit sambil tersenyum bahagia
__ADS_1
"Tapi papa tau ga?"
"Kenapa sayang?"
"Aku hari ini marah sama papa, sama mama terus sama tante Rara juga." ucap Haikal dengan polosnya sambil mengerucutkan bibirnya
Adit pun tertawa geli melihat tingkah laku sang buah hatinya
"Kok gitu sayang? katanya Ical anak baik masa marah sama semua orang," ucap Adit dengan lembut
"Biarin aja, karena sekarang semua orang ga ada di sini untuk temani aku main. Dari tadi aku cuma main sama si mbak aja," ucap Haikal dengan polosnya
Degh... Ada sebuah perasaan yang mengganggu di dalam hati Adit pada saat itu, hati kecil Adit seolah sedang mengingatkan dirinya bahwa ada sesuatu yang akan terjadi. Tetapi Adit berusaha keras untuk menutupi itu semua di hadapan sang buah hati
"Kenapa kamu bilang kamu main sendirian sayang?"
"Papa sibuk, tante Rara udah ga tinggal di sini lagi. Mama juga lagi kerja sekarang"
Haikal hanyalah seorang anak kecil yang masih polos, dia hanya mengungkapkan apa yang dia tau tanpa ada pemikiran apapun. Sedangkan Adit langsung melirik ke arah jam yang berada di dalam kamarnya
"Ga mungkin kalau jam segini Adel masih ada kantor untuk kerja, jadi sebenarnya dia ke mana?"
Adit pun langsung menepis jauh apa yang ada di dalam benaknya dan menampilkan sebuah senyuman yang terlihat hangat
"Papa pasti kangen dong sama kamu makanya papa telepon kamu sayang"
"Kalau gitu kapan papa pulangnya?" tanya Haikal lirih
"Untuk sementara papa belum bisa pulang sayang, kamu harus bisa ngerti ya sayang." ucap Adit dengan lembut
"Tapi Ical pengen main sama papa"
"Gimana kalau untuk menembus kesalahan papa kita main sepuasnya nanti di akhir pekan? papa janji papa pasti temani Ical main sampai puas"
"Papa ga bohong kan?"
"Papa ga mungkin bohong dong sayang, papa kan udah janji sama kamu"
"Tapi tadi mama bohong sama aku," ucap Haikal dengan wajah sedikit cemberut
"Memang mama bohong apa sama kamu sayang?"
__ADS_1
"Tadi waktu mama pergi lagi katanya cuma sebentar tapi mama bohong," ucap Haikal dengan polosnya
"Kalau Ical bilang pergi lagi berarti sebenarnya dia sudah pulang kerja lalu pergi, tapi kemana dia pergi malam-malam begini? kenapa dia ga kasih kabar ke aku? setidaknya aku bisa temani Ical di rumah sampai dia pulang," ucap Adit di dalam hatinya
"Apa mama sudah pergi dari tadi sayang?"
Haikal menjawab dengan anggukan kepalanya
"Terus mama belum pulang sampai sekarang?"
"Iya pah, baru aja aku dari kamar mama tapi mama ga ada"
Adit berusaha untuk menutupi semua yang sedang dia rasakan di dalam hatinya karena dia tidak ingin sang buah hati menjadi cemas, dia pun memilih untuk terus berbincang dan bercanda dengan sang buah hati. Dia hanya tidak ingin anak tersebut merasa kesepian hingga sang buah hati mulai terlihat mengantuk
"Ya udah sekarang kamu istirahat ya sayang, besok kamu masih harus sekolah loh"
"Ya pah, kalau gitu Ical tidur dulu ya pah"
"Ya sayang, mimpi indah ya." ucap Adit dengan tulus
Adit pun memutuskan sambungan teleponnya dan mulai memikirkan tentang sang mantan istri
"Adel benar-benar keterlaluan!! sampai sebelum aku matiin telepon dia masih belum pulang juga, dia yang larang aku untuk datang seenaknya ke rumah itu. Jadi seharusnya dia juga memikirkan tentang Ical yang sendirian ada di rumah dong." gumam Adit sambil mengeraskan rahangnya
Adit pun langsung menghubungi sang mantan istri
"Halo mas"
"Kamu ada di mana sekarang?"
"Aku lagi menghadiri perjamuan makan malam, ada apa ya mas?"
"Ga ada apa-apa sih, aku cuma baru aja telepon Ical dan dia bilang dari tadi dia main sendirian"
"Aku sudah jelaskan ke Ical kalau aku lagi ada pekerjaan, apa ada masalah mas?"
"Ga ada masalah kok Del, tapi boleh ga kalau aku datang ke rumah untuk temani Ical setidaknya sampai kamu pulang ke rumah, nanti setelah kamu pulang aku langsung pergi dari sana"
Adel pun menghembuskan nafasnya dengan kasar
"Kita sudah pernah membahas tentang ini mas, aku berharap kamu bisa menghormati keputusan yang sudah kita sepakati bersama." ucap Adel dengan tegas
__ADS_1