Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Langkah Yang Salah


__ADS_3

Saat Adit kembali ke rumah mewah tersebut semua terlihat biasa saja, dia tidak bisa menyadari apapun karena tidak ada yang terlihat janggal sama sekali. Bahkan Rara membantu Haikal untuk mengompres matanya agar tidak terlihat bengkak setelah menangis


Setelah membersihkan diri Adit membawa keluarga kecilnya untuk menikmati pemandangan malam di kota itu, mereka menghabiskan malam dengan sangat bahagia dan mulai kembali setelah melihat Haikal mulai mengantuk


Setelah bergantian membersihkan diri kini Rara dan Adit sudah merebahkan tubuh mereka di atas tempat tidur, tiba-tiba saja Rara langsung meletakkan kepalanya di salah satu tangan Adit untuk menjadi bantal dan memeluk tubuh sang suami


"Tumben amat Rara berinisiatif untuk peluk aku, biasanya aku harus minta dia mendekat dulu sebelum aku bisa peluk dia dengan bebas." batin Adit sambil tersenyum bahagia


Adit pun menghadiahkan sebuah ciuman di ujung kepala Rara dengan lembut, Rara mendongakkan kepalanya agar bisa menatap wajah sang suami


"Aku boleh tanya sesuatu sama kamu ga mas?"


"Boleh dong sayang, memang apa yang mau kamu tanyakan sayang?" tanya Adit dengan lembut


"Aku cuma mau tau tentang pendapat kamu aja mas"


"Tentang apa sayang?"


"Sebenarnya tadi aku habis nonton film mas dan jujur aja aku jadi sedikit geregetan karena film itu," jawab Rara dengan serius


"Film?" batin Adit


Tanpa sadar Adit pun langsung tertawa memikirkan ucapan dari Rara pada saat itu, melihat Adit yang tertawa membuat Rara merasa sedikit jengkel dan langsung memasang wajah malas. Rara pun langsung membuang pandangan matanya karena ulah Adit yang seperti itu


Adit yang tidak ingin istri kecilnya tersebut merajuk memilih untuk menghentikan tawanya, dia pun mengeratkan pelukannya dan mencium ujung kepala Rara dengan lembut


"Maafin mas Adit ya sayang, jangan cemberut gitu dong sayang nanti cantik kamu jadi hilang"


Rara tetap terdiam dengan ekspresi wajah yang sama


"Ya udah coba kamu cerita dulu ke mas Adit, apa yang membuat kamu jadi geregetan di film itu?" lanjut Adit dengan lembut


Rara pun mendongakkan kembali kepalanya dan menatap wajah tampan sang suami

__ADS_1


"Tapi kamu harus janji kalau kamu ga boleh ketawa kalau aku cerita ke kamu mas," ucap Rara dengan tegas


"Iya sayang, mas Adit janji mas ga akan ketawa lagi. Coba sekarang kamu cerita sama mas Adit"


"Kalau menurut kamu apa hubungan darah itu sangat penting mas?" tanya Rara dengan wajah serius


"Kenapa Rara membahas tentang hubungan darah? sebenarnya ada apa?" batin Adit


Mendengar hal tersebut membuat hati Adit merasa sedikit terusik, dia pun langsung menatap ke arah Rara dengan wajah serius sambil mengerutkan keningnya


"Kenapa kamu tanya tentang itu sayang?"


"Karena film yang tadi aku tonton menceritakan tentang itu mas"


"Yang namanya darah pasti lebih kental dari air sayang, tapi coba kamu jelasin dulu jalan cerita film yang kamu tonton tadi"


"Ceritanya tentang pasangan yang baru aja menikah mas, tapi yang laki-laki sudah punya anak dari pernikahan dia yang sebelumnya"


Hati Adit semakin terusik mendengar ucapan dari Rara


"Karena dari awal yang perempuan ga bisa menerima keberadaan anak itu dengan baik mas, aku jadi membayangkan sikap dia nanti saat dia punya anak sendiri sama suaminya"


Pada saat itu Rara hanya berniat untuk mengetahui pendapat dari Adit dengan membalikkan sedikit cerita yang ada, Adit pun menganggukkan sedikit kepalanya tanda dia mengerti maksud Rara


"Kalau menurut mas Adit sih berbeda orang akan menunjukkan sikap yang berbeda juga sayang, semua tergantung dengan pribadi orangnya masing-masing"


Tiba-tiba saja Rara mulai menatap Adit dengan wajah yang serius


"Ada apa lagi sayang?"


"Kalau menurut kamu gimana dengan orang yang seperti itu mas?"


"Orang yang mana ya sayang?"

__ADS_1


"Orang yang di film tadi mas"


"Kalau menurut mas Adit sih kita ga mungkin bisa memaksa seseorang untuk bersikap seperti keinginan kita sayang, wajar aja kalau dia mau bersikap seperti itu tapi dengan catatan tidak berlebihan dan menyakiti anak tersebut." jawab Adit dengan yakin


Pada saat itu terbesit di dalam benak Adit bahwa itu semua sebenarnya terjadi kepada Rara sehingga dia memilih untuk memberikan jawaban yang terdengar netral


"Terus ini seandainya mas, cuma seandainya aja mas. Apa yang akan kamu lakukan kalau seandainya aku mengeluarkan kata-kata yang bisa menyakiti hati Ical?" tanya Rara dengan hati-hati


Rara pun bisa melihat perubahan ekspresi wajah Adit walaupun Adit sudah berusaha untuk menutupi apa yang ada di dalam hatinya pada saat itu


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi Ra? apa kamu benar-benar ga bisa menerima keberadaan Ical di antara kita?" batin Adit dengan perasaan yang sudah tidak karuan


Sedangkan Rara menjadi tak enak hati melihat perubahan ekspresi wajah sang suami


"Kalau kamu ga mau jawab ga masalah kok mas," ucap Rara dengan senyuman canggung


"Bukan ga mau jawab sayang tapi mas Adit sedikit bingung untuk jawab pertanyaan kamu, apa kamu mau mas Adit jawab kamu dengan jujur?"


Rara pun menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali


"Yang pasti langkah awal yang akan mas Adit ambil adalah berusaha untuk mendekatkan kalian berdua"


"Bagaimana kalau itu ga berhasil mas? terus aku sampai meminta kamu untuk memilih salah satu dari kami, apa yang akan kamu pilih mas? apa pendapat kamu tentang orang yang seperti itu mas?" tanya Rara dengan serius


Rara mengambil langkah yang salah untuk mengetahui pendapat sang suami, karena entah mengapa hati kecil Adit semakin meyakini bahwa apa yang sedang Rara bahas pada saat itu bukan hanya ada di sebuah cerita di dalam film


"Apa kamu benar-benar berharap mas Adit menjawab itu dengan jujur sayang?"


Lagi-lagi Rara menganggukkan kepalanya dengan wajah serius


"Kalau di suruh untuk memilih mas Adit pasti akan memilih kamu Ra, tapi yang pasti kehidupan kita juga akan mulai berubah secara perlahan. Karena perasaan kecewa akan hadir di hati mas Adit karena secara tidak langsung kamu sudah memisahkan mas Adit sama darah daging mas Adit." ucap Adit dengan yakin


Rara pun terlihat terdiam

__ADS_1


"Apa laki-laki itu dan mbak Adel ga berpikiran sampai sejauh itu? aku kira mbak Adel perempuan pintar kenapa dia bisa bersikap seperti itu? lagi pula apa mbak Adel ga membayangkan perasaan Ical yang sudah memilih dia," batin Rara


Tanpa sadar Rara mulai menampilkan ekspresi wajah kesal dan membuat Adit semakin berpikir kalau apa yang ada di dalam benaknya benar adanya


__ADS_2