Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Salah Sangka


__ADS_3

Adit pun terdiam cukup lama untuk mencerna semua penjelasan yang di berikan oleh Willy pada saat itu


"Jadi maksud kamu?"


"Saya kakaknya Airin mas teman Rara, saya juga cuma anggap Rara sebagai adik saya dan ga lebih." ucap Willy penuh keyakinan


"Apa ini artinya aku sudah salah sangka sama Rara? gila!! ini namanya benar-benar gila!! aku bahkan sampai berbuat sesuatu yang berlebihan malam itu sama Rara!! sumpah lu laki-laki paling bodoh di dunia ini Dit!!" maki Adit di dalam hatinya


Willy hanya bisa tertawa di dalam hatinya melihat wajah Adit yang sudah mulai panik


"Apa sekarang saya sudah bisa balik ke pacar saya mas?"


Adit yang masih merasa sedikit terpukul hanya bisa menjawab dengan anggukan kepalanya dan Willy pun segera masuk ke dalam ruangan tersebut, Adit langsung mengeluarkan ponselnya dan mencoba untuk menghubungi Rara tetapi sudah pasti hasilnya sia-sia


"Kenapa handphone anak itu ga aktif? dia belum pernah matiin handphone dia selama ini, pasti dia marah sama aku karena kejadian malam itu dan ga mau aku menghubungi dia. Ga!! aku harus cari Rara sekarang juga," ucap Adit di dalam hatinya


Adit tidak bisa memakai otaknya dengan baik pada saat itu karena semua pikirannya hanya tertuju ke Rara, dia bahkan hendak pergi dari tempat itu dan melupakan sang buah hati yang masih berada di dalam ruangan tersebut. Baru saja Adit melangkahkan kakinya tiba-tiba saja


"Pah..."


Adit pun langsung menatap ke arah Haikal yang ikut keluar dari ruangan tersebut


"Astaga aku sampai lupa kalau aku lagi di sini sama Ical, sebaiknya besok aku baru cari Rara." ucap Adit di dalam hatinya


"Kenapa sayang?"


"Aku mau ke kamar mandi pah"


"Papa antar ya"

__ADS_1


Seharian penuh Adit terus menemani sang buah hati walaupun hati dan pikirannya terus tertuju ke arah Rara, dia hanya bisa memaki dirinya sendiri di dalam hati secara terus menerus atas kebodohan yang telah dia lakukan


Sedangkan di kota kecil sana Rara memulai hari yang baru dengan penuh semangat, sebisa mungkin dia menyelesaikan semua tugas yang ada di tempat itu. Rara pun merasa bersyukur karena dengan begitu dia bisa mempunyai kesibukan lain dan tidak larut dalam kesedihan


Rasa lelah yang di rasakan oleh tubuh Rara tidak membuat senyuman di bibirnya gadis tersebut menghilang, Rara yang mempunyai sifat ramah bisa dengan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang baru


Di sisi lain ada Adel yang sedang bersiap untuk bertemu dengan keluarga besar sang kekasih, dia pun berusaha untuk tampil maksimal agar bisa mendapatkan kesan pertama yang baik di hadapan keluarga Jonathan. Adel pun segera berangkat saat sang kekasih hati datang menjemput dirinya


Jauh di dalam lubuk hati Adel terselip sedikit perasaan takut, bagaimana pun juga status sosial mereka terlalu jauh. Bahkan status Adel kini hanyalah seorang janda yang memiliki seorang anak, benar-benar tidak bisa di bayangkan dia akan berdampingan dengan seorang laki-laki bujangan sang pemimpin keluarga Perkasa


"Kamu lagi mikirin apa sih sayang? dari tadi aku perhatiin kamu melamun terus," ucap Joe dengan lembut sambil meletakkan salah satu tangannya di ujung kepala Adel


"Aku sebenarnya takut sayang, aku takut dengan status yang aku punya akan jadi masalah di depan keluarga kamu." jawab Adel dengan serius sambil menatap ke arah Joe


"Ya ampun, jadi dari tadi kamu diam aja mikirin masalah itu?"


Adel pun menganggukkan kepalanya, Jonathan meraih tangan Adel dan mencium punggung tangan Adel dengan lembut


FLASH BACK


Jonathan sang penakluk wanita tidak mungkin melepaskan Adel begitu saja, selain perjuangan dia yang sangat besar ada harga diri yang harus dia pertahankan di hadapan Adit. Lagi pula di mata seorang Jonathan Adel selalu bisa memberikan dia kepuasan


Jonathan berpikir hanya dengan menikahi Adel dia baru bisa mengikat Adel sepenuhnya, karena dia yakin itulah yang di inginkan oleh Adel. Jonathan pun menghadap ke orang tuanya dan menyampaikan hal tersebut


"Apa kamu sudah yakin Joe?" tanya sang papa dengan wajah serius


"Ya pah, Joe sudah memutuskan untuk mulai membangun rumah tangga." ucap Joe penuh keyakinan


Sang papa pun tersenyum sinis

__ADS_1


"Membangun rumah tangga bukan seperti yang selama ini kamu lakukan Joe, kamu hanya perlu berpikir cara untuk mendapatkan lalu setelah kamu puas kamu akan tinggalkan begitu saja. Membangun rumah tangga ada sebuah tanggung jawab yang harus kamu jalankan sebagai seorang laki-laki," ucap sang papa dengan tegas


"Aku pasti bisa bertanggung jawab pah"


Sang papa mendengus kesal mendengar jawaban sang anak, karena dia tau dengan pasti apa saja yang sudah di lakukan anaknya tersebut di luar sana


"Tanggung jawab yang papa maksud bukan hanya sekedar materi Jonathan Perkasa!! kamu juga harus bertanggung jawab sebagai seorang suami dan kepala rumah tangga!!" teriak sang papa dengan wajah marah


Sang istri yang sudah melihat suaminya terpancing emosi pun langsung mengelus punggung sang suami dengan lembut


"Sabar pah, kamu harus ingat penyakit jantung kamu"


"Anak kamu ini sudah keterlaluan mah!! papa bukan mau melarang dia untuk menikah, papa juga tidak akan pernah mempermasalahkan dengan perempuan seperti apa dia akan menikah. Tapi ini menikah mah, apa dia pikir menikah itu main-main?" ucap sang papa dengan tegas


"Tapi kita harus kasih Joe kesempatan dong pah, siapa tau aja dengan dia menikah semua sifat buruk dia akan berubah." ucap sang mama dengan lembut


"Kalau itu benar-benar terjadi papa akan merasa bahagia mah, tapi coba kamu lihat anak kamu itu mah. Yang papa takutkan dia akan semakin menggila saat dia sudah menikah," ucap sang papa dengan serius


"Mama tau yang papa takutkan, tapi kita juga ga akan pernah tau kalau kita ga kasih dia kesempatan untuk membuktikan pah"


Setelah melewati beberapa perdebatan akhirnya sang papa mencoba untuk mengalah


"Bawa perempuan itu ke sini"


FLASH OFF


Adel menatap laki-laki tampan yang ada di sampingnya dengan lekat


"Aku sudah mencari tau tentang kamu, keluarga Perkasa mungkin berada di sedikit jauh bawah keluarga Erlangga tapi kamu adalah sang pewaris berbeda dengan Adit yang hanya anak kedua. Kalau dulu aja hubungan aku dan Adit sempat dapat penolakan, apalagi saat ini?" ucap Adel di dalam hatinya

__ADS_1


Entah mengapa selain merasa takut Adel juga merasa sedikit bingung pada saat itu, dia tidak mengerti mengapa Jonathan bisa yakin bahwa dia akan di sambut dengan baik dengan status yang dia miliki pada saat itu


__ADS_2