
"Apa kamu ga mau melihat saya bisa menemukan Rara dengan cepat?" tanya Adit lalu tersenyum
"Saya juga berharap Rara cepat di temukan mas, karena selama ini anak itu belum pernah tinggal seorang diri. Tapi masalahnya ini sesuatu yang beda mas," jawab Dirga dengan tegas
"Tujuan kita berdua sama, kita sama-sama ingin secepat mungkin bisa menemukan Rara. Untuk saat ini jalan terbaik yang ada cuma dengan cara saya kembali ke posisi saya yang seharusnya di keluarga Erlangga, dan untuk itu saya benar-benar membutuhkan bantuan dari kamu"
"Gimana ini? kamu benar-benar membuat posisi mas Dirga menjadi sulit Ra!! mas Dirga juga khawatir sama keadaan kamu di luar sana, tapi ini bukan main-main ini memegang sebuah perusahaan." ucap Dirga di dalam hatinya
Adit bisa merasakan bahwa saat itu Dirga mulai merasa bimbang dengan keputusan yang akan dia ambil, dia pun bisa tersenyum puas di dalam hatinya karena akhirnya langkah dia untuk menemukan Rara mulai terbuka
Adit terus memberikan keyakinan kepada Dirga untuk menerima hal tersebut, dengan berat hati Dirga terpaksa menyetujui keinginan Adit. Bagaimana pun juga Dirga ingin Rara bisa segera di temukan
Setelah mencapai kesepakatan Adit segera menghubungi Harun dan meminta Harun untuk datang ke tempat itu, Adit pun mengenalkan Harun kepada Dirga. Sedangkan Harun yang memang sudah mengetahui tentang rencana Adit bisa menyambut Dirga dengan baik
Setelah mereka bertiga membubarkan diri Adit segera menghubungi sang kakak, dia menyampaikan niatnya untuk kembali ke keluarga Erlangga. Sudah pasti Wulan akan menyambut baik hal tersebut
Adit mengatakan bahwa dia akan mengatakan hal tersebut kepada sang papa secara langsung, tetapi ada sesuatu yang sedikit aneh karena Adit meminta sang kakak untuk hadir di sana bersama dirinya. Wulan yang tidak tau apa yang ada di dalam benak Adit memilih untuk menyetujui hal tersebut
Wulan sudah tiba lebih dulu di kediaman orang tua mereka, dia dan kedua orang tuanya mendudukkan tubuh mereka di ruang keluarga sambil berbincang ringan. Tak lama kemudian Adit pun hadir di antara mereka semua
"Tumben kamu datang sendiri ke rumah ini tanpa ada undangan Dit," ucap sang papa lalu tersenyum meledek
"Ya pah, karena ada sesuatu yang harus aku sampaikan sama papa." jawab Adit dengan yakin
Sang papa pun mulai menatap Adit dengan wajah serius
"Ikut ke ruangan papa"
"Aku mau mbak Wulan juga ikut pah," jawab Adit dengan cepat
__ADS_1
Sang papa pun membawa Adit dan Wulan ke ruangannya dan kini mereka sudah duduk saling berhadapan di ruangan tersebut, dengan posisi duduk Adit berada di sebelah Wulan
"Apa yang mau kamu sampaikan ke papa Dit?"
"Saat ini aku sudah siap untuk menjadi pemimpin keluarga Erlangga pah," jawab Adit dengan yakin
Saat itu Wulan hanya tersenyum penuh arti dan tiba-tiba saja Adit menggenggam salah satu tangan sang kakak, Wulan hanya bisa terdiam dan menatap ke arah Adit dengan tatapan mata yang sulit di artikan
"Apa maksud kamu Dit? atau jangan-jangan selama ini kamu menolak hal itu karena mbak?" tanya Wulan di dalam hatinya
FLASH BACK
Keluarga Erlangga memang berasal dari keluarga pebisnis tetapi keluarga mereka bisa di bilang keluarga yang biasa saja, tetapi setelah kehadiran seorang Aditya Putra Erlangga di dunia ini kehidupan mereka menanjak dengan pesat
Dalam waktu singkat kehidupan mereka berubah total menjadi keluarga yang cukup ternama, bahkan semakin lama keluarga mereka menjadi keluarga yang semakin kokoh di kota tersebut. Hal tersebut membuat sang papa membuat keputusan untuk menjadikan Adit sebagai pengganti dirinya yang selanjutnya
Awalnya semua berjalan dengan baik tetapi semakin Adit dewasa dia semakin menyadari akan sesuatu, dia selalu melihat sang kakak mendudukkan kepalanya dan terlihat bersedih saat sang papa sedang membanggakan Adit di hadapan semua orang
Tetapi pernikahan Wulan berjalan dengan baik karena dia mendapatkan seorang suami yang sangat baik dan berusaha untuk selalu mengerti keadaan sang istri, pada suatu pertemuan keluarga sang papa tak henti-hentinya membanggakan Adit yang sesaat lagi akan menjadi penerus dirinya
Wulan dan sang suami memilih untuk bersantai di teras depan kediaman keluarga Erlangga, lalu tiba-tiba saja sang suami memeluk tubuh Wulan dengan sangat erat
"Apa kamu baik-baik aja sayang?" tanya suami Wulan dengan lembut
"Aku baik-baik aja kok mas, dari awal aku tau kalau memang Adit yang akan jadi pemimpin di keluarga kami. Dan memang bukan itu yang aku harapkan selama ini mas," ucap Wulan lirih
Sang suami semakin mengeratkan pelukannya
"Aku tau kok, kamu cuma butuh pengakuan dari papa kamu kan?"
__ADS_1
Wulan pun mulai menangis di dalam pelukan hangat sang suami
"Iya mas, aku cuma butuh pengakuan dari papa. Tapi papa ga pernah sekalipun mengakui kerja keras aku selama ini, di mata papa cuma ada Adit. Apa salah aku terlahir sebagai seorang perempuan mas?" ucap Wulan dengan suara yang terputus-putus tertahan oleh tangisan
Suami Wulan pun mencium ujung kepala Wulan dengan sangat lembut
"Papa kamu cuma belum sadar aja kalau dia punya anak perempuan sehebat kamu, yang perlu kamu lakukan cukup kerjakan semuanya dengan sebaik mungkin. Aku yakin suatu saat nanti papa kamu akan mengakui kerja keras kamu," bujuk sang suami dengan lembut
Wulan mencurahkan segala isi hatinya di hadapan sang suami tanpa dia tau bahwa Adit mendengar semua yang dia katakan pada saat itu
"Kamu tenang aja ya mbak, aku akan memberikan kesempatan itu untuk kamu. Aku akan membuat papa bisa mengakui kerja keras kamu selama ini," ucap Adit di dalam hatinya
FLASH OFF
"Apa kamu sudah yakin dengan keputusan yang kamu ambil?" tanya sang papa dengan tegas
"Adit sudah yakin dan siap pah," jawab Adit penuh keyakinan
"Tapi Aku juga harus jujur sama papa kalau aku melakukan ini semua demi diri aku sendiri," lanjut Adit
"Apa maksud kamu?"
Adit pun mulai menceritakan semua yang telah dia lalui selama ini di hadapan sang papa, dia juga mengatakan tujuan utama dia kembali ke keluarga besar Erlangga. Terlihat sang papa mengeraskan rahangnya karena merasa sedikit emosi
"Apa kamu tau tentang ini Wulan?" tanya sang papa menatap ke arah Wulan dengan serius
Wulan hanya bisa menjawab dengan anggukan kepalanya
"Apa kamu diam saja? bagaimana pun juga Adit adalah anggota keluarga Erlangga!!" ucap sang papa dengan tegas
__ADS_1
Wulan hanya bisa mengucap kata maaf walaupun sebenarnya tidak ada alasan yang bisa membuat posisi dia menjadi bersalah