Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Menutupi Sesuatu


__ADS_3

FLASH BACK


Umur pernikahan Adel dan Jonathan sudah melewati satu bulan dan hampir di setiap harinya akan selalu ada keributan kecil di antara mereka berdua, Haikal yang hanya seorang anak kecil tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa menjadi penonton di keributan mereka


Tetapi pada suatu malam ada sebuah keributan besar yang terjadi di rumah mewah tersebut, suara teriakan Jonathan bisa terdengar hingga ke dalam kamar Haikal


"Pasti mama berantem lagi sama orang itu," batin Haikal


Haikal yang hanya seorang anak kecil hanya bisa merebahkan tubuhnya dan berusaha untuk membuat dirinya tertidur, tetapi tiba-tiba saja terdengar suara sesuatu yang pecah karena di banting dari dalam kamar Adel dan Jonathan


Haikal yang merasa khawatir dengan keadaan sang mama pun segera keluar dari dalam kamarnya dan menuju ke arah kamar Adel, sesuatu yang tidak terduga terjadi karena ternyata pintu kamar tersebut tidak tertutup dengan rapat. Itu juga alasan Haikal bisa mendengar dengan jelas teriakan Jonathan yang sebelumnya


"Kamu tenang dulu dong sayang, aku bisa menjelaskan tentang itu sama kamu"


Jonathan menatap tajam ke arah Adel, dia pun mengambil sesuatu yang berada di atas meja rias dan melemparkan barang tersebut ke arah Adel. Ternyata barang tersebut adalah pil penunda kehamilan


"Alasan apa yang mau kamu gunakan untuk itu? apa kamu pikir aku adalah laki-laki bodoh yang tidak mengetahui fungsi dari obat itu?" tanya Joe dengan sinis


"Tapi kamu salah paham sayang, aku bukan ga mau memiliki anak dari kamu." jawab Adel dengan yakin


Jonathan pun tersenyum sinis


"Apa kamu tau apa yang ada di dalam pikiran aku saat ini Adel?"


Adel hanya bisa terdiam melihat sosok Jonathan yang terlihat seperti itu


"Kamu memaksa aku untuk menerima dan mengurus anak yang ga ada hubungan darah sama sekali sama aku, tapi kamu ga bersedia memiliki anak bersama aku." lanjut Joe dengan sinis


Saat itu Haikal sudah berada di depan pintu kamar tersebut dan memutuskan untuk masuk ke dalam melihat keadaan sang mama, tapi apa yang baru saja dia dengar membuat dia menghentikan niatnya


"Ga sayang, aku ga ada pemikiran seperti itu sama sekali." jawab Adel dengan cepat


"Jadi apa alasan kamu meminum pil penunda kehamilan?" tanya Joe lalu tersenyum sinis


"Aku cuma mau menyelesaikan proyek kita dulu setelah itu aku akan mengikuti program kehamilan," jawab Adel dengan yakin


Lagi-lagi Jonathan memberikan sebuah senyuman yang terlihat sinis

__ADS_1


"Apa kamu tau kalau alasan yang kamu pakai itu terdengar konyol? apa ga ada orang lain di kantor kamu yang sanggup untuk mengambil alih proyek itu?"


"Tapi sayang aku ga bohong, aku cuma mau menyelesaikan apa yang sudah aku mulai dengan baik"


"Cukup Adel!! alasan yang kamu berikan ga masuk akal bagi aku"


"Jadi aku harus bagaimana supaya kamu bisa percaya sama aku sayang?"


"Sekarang kamu pilih salah satu dari kami," jawab Joe dengan tegas


"Maksud kamu apa sayang?" tanya Adel lirih


"Kamu memilih untuk hidup bersama aku atau anak kamu itu?"


Haikal hanya bisa terdiam membeku mendengar semua percakapan di antara kedua orang tersebut


"Tolong jangan bersikap seperti itu sayang, kamu ga bisa meminta aku untuk memilih salah satu dari kalian." jawab Adel lirih


"Kamu juga ga bisa meminta aku untuk menerima anak kamu itu Adel, mau bagaimana pun juga dia ga memiliki hubungan darah apapun sama aku." ucap Joe dengan tegas


Melihat diamnya Adel membuat Jonathan tersenyum sinis, dia pun mulai melangkahkan kakinya ke arah lemari pakaian dan terlihat memilih salah satu pakaian untuk pergi


"Kamu mau pergi ke mana malam-malam begini sayang?" tanya Adel lirih


"Aku mau pergi dari sini, aku ga sanggup ada di dekat anak kamu dan membayangkan kamu ga bersedia memiliki anak bersama aku." ucap Joe dengan sinis tanpa menoleh sama sekali


FLASH OFF


Rara pun langsung mengeraskan rahangnya saat mendengar cerita dari Haikal, hatinya benar-benar terbakar api amarah mendengar penjelasan anak kecil tersebut


"Dasar laki-laki kurang ajar!! berani sekali dia menyakiti perasaan anak sebaik Ical!! mbak Adel juga kenapa harus ragu untuk memilih Ical? walaupun dia ga tau kalau Ical mendengar semuanya, tapi dia bisa membayangkan perasaan Ical kalau mengetahui tentang itu." batin Rara


Rara pun langsung memeluk tubuh Haikal dengan sangat erat seolah dia sedang mengatakan kepada anak tersebut bahwa dia akan selalu ada untuk Haikal


"Apa mama Rara masih sayang sama aku kalau nanti mama Rara punya anak sendiri sama papa?" tanya Haikal lirih


Mendengar hal tersebut Rara pun langsung melepaskan pelukannya dan menatap Haikal dengan serius

__ADS_1


"Kenapa kamu ngomong seperti itu sayang? mama Rara sudah bilang sampai kapan pun kamu akan tetap menjadi anak pertama mama Rara, dan ga akan ada yang pernah bisa merubah itu." jawab Rara dengan penuh keyakinan


"Terima kasih ya mah," ucap Haikal dengan tulus


Rara pun memeluk tubuh Haikal sekali lagi dan mencium ujung kepala anak tersebut dengan lembut


"Kamu ga perlu mengucapkan terima kasih sayang, sudah menjadi tugas seorang ibu untuk menjaga dan menyayangi anak-anaknya." ucap Rara dengan lembut


Haikal pun membalas pelukan hangat Rara


"Terima kasih mah, pelukan mama benar-benar terasa hangat dan membuat hati aku menjadi tenang. Aku bahkan sudah lupa kapan terakhir kali mama Adel memeluk aku duluan?" batin Haikal


Rara melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Haikal dengan wajah serius


"Apa kamu ga mau cerita tentang masalah ini sama papa kamu sayang?" tanya Rara dengan hati-hati


Haikal langsung menundukkan kepalanya lalu menggelengkan kepalanya


"Kenapa sayang?"


"Aku cuma takut kalau papa sampai tau masalah ini nanti papa bawa aku pergi dari mama Adel, kalau aku ga ada di sana siapa yang bisa gantiin aku jaga mama Adel?"


Haikal pun langsung mengangkat wajahnya


"Mama Rara tolong jangan cerita tentang ini sama papa ya," ucap Haikal lirih


Rara memberikan senyuman yang terlihat hangat, dia berusaha untuk mengerti perasaan Haikal pada saat itu


"Boleh aja sayang, tapi kamu harus janji satu hal sama mama Rara"


"Janji apa ya mah?"


"Kalau ada masalah apapun di sana kamu harus cerita sama mama Rara, ga perduli tengah malam sekalipun kamu harus langsung menghubungi mama Rara ya"


Haikal pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum


"Maaf ya mas karena lagi-lagi aku harus menutupi sesuatu dari kamu," batin Rara

__ADS_1


__ADS_2