Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Serangan Yang Nyata


__ADS_3

Rara pun langsung memasang wajah sedikit bersedih mendengar Adit mengucapkan kata maaf, dia sudah berpikiran bahwa Adel tidak memberikan ijin dirinya bertemu dengan Haikal. Walau pun kata maaf yang Adit ucapkan pada saat itu memiliki tujuan yang berbeda


"Mbak Adel ga kasih ijin aku ketemu Ical ya mas?"


"Kata siapa?" tanya Adit sambil mengerutkan keningnya


"Tadi kamu minta maaf mas," jawab Rara lirih


Adit pun tersenyum hangat lalu meletakkan tangannya di ujung kepala Rara dengan lembut, dia pun memilih untuk berbohong untuk hal tersebut


"Mas Adit bilang maaf karena sudah membuat kamu jadi kepikiran Ra, bukan karena Adel ga kasih ijin kamu mau ketemu sama Ical. besok pagi kita jemput Ical ya," ucap Adit dengan lembut


Perasaan bahagia langsung menyelimuti hati Rara pada saat itu, karena terlalu bahagia tanpa sadar Rara langsung memeluk tubuh Adit dengan sangat erat


"Makasih ya mas, ya ampun aku senang banget bisa ketemu sama Ical mas." ucap Rara bersemangat


"Aku bisa ngerti kok Ra kenapa kamu seperti ini? aku pribadi juga ga masalah. Tapi jangan di depan Ical ya Ra," ucap Adit sambil memalingkan wajahnya


Adit berusaha sekuat tenaga menahan perasaan yang meluap-luap di dalam hatinya karena mendapatkan pelukan dari Rara, sedangkan Rara dengan bodohnya masih belum menyadari apa yang sedang dia lakukan pada saat itu


"Apanya ya mas?" tanya Rara dengan polosnya


"Kalau bisa kamu jangan sampai peluk aku di depan Ical, aku cuma takut dia belum siap dan jadi kepikiran aja Ra." jelas Adit


"Kamu tenang aja mas, aku..."


Rara pun tersadar dengan apa yang sedang dia lakukan pada saat itu dan langsung melepaskan tangannya dari tubuh Adit, dia pun langsung menundukkan kepalanya karena perasaan malu dan bersalah


"Maaf mas aku ga sengaja peluk kamu, aku tadi cuma merasa terlalu..."


Rara tidak bisa melanjutkan apa yang akan dia ucapkan karena Adit langsung meletakkan tangannya dengan lembut di ujung kepala Rara

__ADS_1


"Kamu ga perlu minta maaf cuma karena kamu peluk mas Adit, kamu kan istri mas Adit Ra jadi ga salah juga kalau mau peluk mas Adit. Yang salah kalau kamu peluk laki-laki lain di luar sana," ucap Adit dengan lembut


Rara yang benar-benar merasa malu tidak berani untuk mengangkat wajahnya sama sekali, sedangkan Adit yang melihat Rara seperti itu tidak berencana untuk mempermainkan Rara lebih jauh lagi


"Mas Adit ke kamar dulu ya Ra"


"Ya mas"


Adit segera meninggalkan Rara dan masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Rara langsung menjatuhkan tubuhnya di atas lantai setelah Adit masuk ke dalam kamarnya


"Ya ampun rasanya malu banget!! lagian kamu apa-apaan sih Ra? ngapain kamu sampai peluk mas Adit segala? gimana kalau masa Adit punya pikiran yang aneh-aneh lagi ke aku?" ucap Rara di dalam hatinya


Rara pun berusaha untuk bangkit dan langsung melarikan diri ke dalam kamarnya, sedangkan Adit di dalam kamarnya sedang berganti pakaian sambil terus saja tersenyum


"Kamu imut banget sih Ra, kenapa aku jadi ngerasa seperti sepuluh tahun lebih muda ya? masa aku tadi sempat berdebar di peluk anak itu," ucap Adit di dalam hatinya


Adit segera keluar dari dalam kamarnya setelah dia berganti pakaian, entah mengapa dia ingin selalu melihat wajah cantik istri kecilnya tersebut. Tetapi Adit tidak bisa menemukan sosok Rara


"Kemana anak itu? apa dia ada di dalam kamar karena merasa malu dengan kejadian tadi?" gumam Adit lalu tersenyum tipis


Saat itu Adit sama sekali tidak bisa fokus dengan apa yang sedang dia kerjakan, bayangan tentang Rara yang memeluk tubuhnya selalu saja terbayang dengan jelas di dalam benaknya. Adit merasakan sebuah perasaan yang dulu pernah dia rasakan saat dia baru menjalin hubungan asmara bersama Adel


"Kamu benar-benar hebat Ra, kamu ga cuma berhasil membuat mas Adit melupakan semua kejadian pahit yang sudah terjadi. Kamu juga berhasil membuat mas Adit merasakan yang namanya jatuh hati dalam waktu secepat ini," gumam Adit lalu tersenyum tipis


Adit tau dengan pasti bahwa dia adalah orang yang sedikit sulit untuk yang namanya jatuh hati kepada seorang wanita, hubungan antara dirinya dan Adel di mulai dengan jalan yang sedikit panjang


Detik demi detik terus berlalu tetapi Rara tetap juga tidak keluar dari dalam kamarnya, hatinya benar-benar merasa malu dan tidak tau bagaimana caranya untuk bersikap di hadapan Adit setelah apa yang dia lakukan. Tetapi yang pasti hatinya selalu berdebar dengan cepat saat mengingat tentang kejadian tersebut


"Astaga Rara!! kenapa kamu membayangkan kejadian itu terus sih? kenapa otak kamu ternyata mesum Ra?" gerutu Rara di dalam hatinya


Hingga jam makan malam tiba Rara tetap tidak menunjukkan batang hidungnya sama sekali, dan sudah pasti Adit sudah tidak tahan dengan itu semua. Adit pun segera bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya ke arah kamar Rara

__ADS_1


Tok.. Tok.. Tok..


"Ra ini mas Adit Ra, kamu lagi ngapain Ra?"


"Ya mas"


"Kamu lagi ngapain Ra? sekarang udah waktunya makan malam"


"Ya mas, sebentar lagi aku keluar mas"


Rara yang sudah tidak mendengar suara apapun dari luar sana langsung menepuk kedua pipinya


"Ayo Ra!! kamu harus bisa melupakan masalah tadi, mas Adit lagi tunggu kamu untuk makan malam!!"


Tanpa tau apapun Rara langsung melangkahkan kakinya ke arah pintu, dia pun membulatkan kedua bola matanya saat melihat Adit ternyata masih berdiri tepat di depan pintu kamarnya


"Kamu kok masih ada di sini mas?"


"Mas Adit lagi tungguin kamu keluar dari dalam kamar kamu Ra," jawab Adit lalu tersenyum


Rara pun langsung memasang bingung karena merasa ragu untuk menyampaikan apa yang akan dia katakan


"Kenapa Ra?" tanya Adit dengan lembut


"Aku mau minta maaf sama kamu masalah tadi mas, aku benar-benar ga sengaja peluk kamu." ucap Rara sambil menundukkan kepalanya


Adit pun tersenyum tipis tanpa di ketahui oleh Rara


"Apa dari tadi kamu diam di dalam kamar karena masalah tadi Ra?"


Rara pun menganggukkan kepalanya dan masih dalam keadaan menundukkan kepalanya

__ADS_1


"Aku merasa malu dan bersalah mas, karena aku sudah berbuat kurang sopan dengan memeluk kamu sembarangan"


Yang Adit lakukan pada saat itu adalah memajukan langkah kakinya dan tiba-tiba saja dia memeluk tubuh Rara dengan lembut, Rara pun membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna karena mendapatkan serangan yang nyata dari seorang Aditya Putra Erlangga


__ADS_2