Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Kebaikan Terakhir


__ADS_3

Pada hari itu Dirga sama sekali tidak bisa di buat tenang dalam bekerja, dia selalu memikirkan tentang nasib sang adik di kemudahan hari. Saat pulang bekerja dia pun menepikan mobilnya di tepi jalan untuk menghubungi Adit, dia hanya tidak ingin membahas tentang hal tersebut di hadapan Rara


Di seberang sana sudah pasti Adit sedang merasa marah terhadap Rara, saat itu dia merasa apa yang terjadi di malam itu semua karena ulah Rara. Melihat Dirga menghubungi dirinya membuat Adit mengingat kembali penjelasan orang yang dia sewa


"Mau apa anak ini telepon? aku ga tau saat ini dia mau membela adiknya atau kakaknya?" ucap Adit di dalam hatinya


Dengan berat hati Adit pun menjawab panggilan telepon tersebut


"Halo"


"Maaf mas karena saya terpaksa menghubungi mas Adit, saya bukan bermaksud untuk ikut campur dalam permasalahan yang sedang terjadi. Tapi saya cuma ingin menyampaikan penjelasan Rara tadi pagi sama saya mas," ucap Dirga dengan berhati-hati


"Ternyata dia mau membela adiknya!! kenapa aku bisa lupa ya? Adel kan pernah bilang kalau Dirga sangat menyayangi anak itu," ucap Adit di dalam hatinya


Adit pun membuang nafasnya dengan kasar


"Jadi apa yang dia bilang sama kamu?" tanya Adit dengan nada suara yang terdengar sinis


Dirga pun mulai menjelaskan tentang semua yang dia dengar dari sang adik dan saat itu Adit hanya terdiam sampai Dirga selesai menjelaskan semuanya


"Terus kamu percaya begitu aja sama penjelasan adik kamu itu?" tanya Adit dengan penuh penekanan


"Saya tau mas kalau penjelasan yang Rara berikan tidak akan kuat kalau tidak ada bukti yang nyata, tapi saya yakin Rara bukan anak yang seperti itu mas." ucap Dirga dengan yakin


Adit pun tersenyum sinis di seberang sana


"Itu kan menurut kepercayaan kamu, tapi bagaimana saya bisa percaya dengan penjelasan dia? kalau saat ini saya mempunyai bukti yang kuat di tangan saya, saya punya bukti kalau penjelasan dari adik kamu cuma kebohongan belaka." jawab Adit dengan tegas


"Maksud mas Adit bagaimana ya mas?"


"Semua penjelasan dari adik itu bohong Dirga, saya punya rekaman cctv dari apartemen saya yang memperlihatkan kalau dia masuk sendiri ke dalam apartemen saya." jawab Adit dengan tegas


"Kenapa bisa begini? kenapa mas Adit bisa punya bukti yang bertolak belakang sama penjelasan dari Rara? sekarang apa yang harus lakukan?" ucap Dirga di dalam hatinya

__ADS_1


"Jadi saya minta mulai sekarang kamu berhenti untuk membela adik kamu itu Dirga!!" lanjut Adit penuh penekanan


"Sebagai seorang kakak yang bisa saya lakukan saat ini cuma bisa minta maaf sama kamu mas, tapi saya tetap percaya kalau Rara tidak akan mungkin melakukan hal itu mas." ucap Dirga penuh keyakinan


"Itu hak kamu kalau kamu tetap mau percaya sama adik kamu itu, tapi saya akan memakai bukti yang saya punya untuk mempertahankan rumah tangga saya"


"Ya mas, saya juga berharap yang terbaik untuk kita semua." ucap Dirga dengan tulus


"Tolong sampaikan sama adik kamu itu kalau saya benar-benar merasa kecewa dengan perbuatan dia malam itu," ucap Adit dengan tegas


Dirga pun memilih untuk segera mengakhiri percakapan mereka karena dia yakin Adit mempunyai pemikirannya sendiri, dia pun segera menghubungi Adel dengan tujuan yang sama. Dirga pun berusaha sekuat tenaga untuk menjelaskan kepada sang kakak


Tetapi semua usaha Dirga pada saat itu hanya berakhir dengan sia-sia, karena berbicara dengan Adel terasa jauh lebih sulit dari pada berbicara dengan Adit. Dan Dirga pun hanya bisa pasrah dengan itu semua


"Maafin mas Dirga ya Ra, mas sudah berusaha tapi semua ga ada yang mau mendengarkan penjelasan dari kamu. Tapi kamu ga usah takut Ra, apapun yang terjadi mas Dirga akan selalu ada untuk kamu." ucap Dirga di dalam hatinya


Dirga pun langsung kembali ke rumahnya karena dia ingin secepatnya bisa menemani Rara, dia yakin pada saat itu yang Rara butuhkan adalah dukungan dari orang di sekelilingnya


"Apa lagi mau kamu mas?" tanya Adel dengan wajah sinis


"Apa Dirga sudah menghubungi kamu?"


Adel pun menatap Adit dengan serius sambil mengerutkan keningnya


"Apa maksud kamu mas?"


"Apa dia sudah bilang penjelasan yang adik kamu katakan?"


Adel hanya menjawab dengan anggukan kepalanya


"Aku punya bukti kalau ucapan adik kamu itu bohong, dengan ini kamu bisa percaya kalau aku ga tau apapun tentang malam itu sayang"


Adel pun tersenyum sinis

__ADS_1


"Jadi apa maksud kamu yang sebenarnya mas?"


"Kamu ga bisa salahin aku lagi, di sini terlihat jelas kalau adik kamu itu masuk sendiri ke dalam apartemen aku." ucap Adit dengan yakin


Adit tidak menyadari bahwa pada saat itu dia sedang membuat sebuah kesalahan besar di hadapan Adel


"Jadi maksud kamu dia masuk sendiri ke dalam apartemen kamu, terus kalian melakukan itu karena sama-sama ingin melakukan perbuatan menjijikan itu. Dasar laki-laki bajingan!!" ucap Adel di dalam hatinya sambil mengeraskan rahangnya


"Kamu kenapa sayang?" tanya Adit dengan wajah cemas


"Berhenti panggil aku dengan sebutan sayang, aku benar-benar ga sudi kamu panggil aku dengan sebutan sayang." ucap Adel dengan penuh penekanan


"Tapi kan aku sudah kasih bukti kalau penjelasan adik kamu itu bohong, kenapa kamu masih marah sama aku?" tanya Adit dengan polosnya


Adel pun melepaskan tatapan membunuhnya ke arah Adit


"Aku ga mau membahas tentang ini lagi mas, penjelasan yang kamu kasih saat ini membuat aku semakin muak melihat kamu." ucap Adel dengan tegas


Adit tidak mau berhenti sampai di situ dia pun terus berusaha untuk membujuk Adel membatalkan niatnya untuk bercerai, tapi sekuat apapun Adit berusaha tidak bisa membuat Adel melunakkan hatinya sama sekali. Adit pun hanya bisa pasrah menerima semua keputusan Adel pada saat itu


"Jadi keputusan kamu sudah bulat?"


"Iya mas, aku tetap ingin kita bercerai." jawab Adel dengan yakin


Adit pun menghembuskan nafasnya dengan kasar


"Aku ikuti kemauan kamu Adel"


"Jangan lupa mas, aku juga berharap kamu akan bertanggung jawab terhadap Rara." ucap Adel dengan tegas


"Ini kebaikan terakhir yang mbak lakukan untuk kamu Ra, mbak melakukan ini bukan demi kamu tapi untuk membalas perjuangan kedua orang tua kita. Dan mulai saat ini mbak ga akan pernah perduli lagi apapun tentang kamu Rara," ucap Adel di dalam hatinya


Adit pun menatap tajam ke arah Adel dia benar-benar tidak menyangka bahwa Adel akan menuntut hal tersebut dari dirinya

__ADS_1


__ADS_2