
"Kamu kenapa mas?" tanya Rara
"Apa kamu bisa memaafkan semua perbuatan mas Adit di masa lalu Ra? mas cuma mau kita menjalani hidup kita tanpa ada bayang-bayang itu semua Ra"
Ekspresi wajah yang Adit tunjukkan pada saat itu membuat Rara tidak sampai hati hingga tanpa sadar dia langsung memegang kedua pipi Adit agar pandangan mata mereka bisa saling bertemu
"Saat aku memutuskan untuk ikut kamu pulang saat itu juga aku sudah membuat keputusan untuk melupakan itu semua mas, saat ini dan seterusnya aku akan selalu berusaha menjadi istri yang baik untuk kamu mas." ucap Rara dengan tulus
"Aku benar-benar beruntung bisa memiliki perempuan sebaik kamu sayang, aku berharap semoga kebahagiaan kita bisa selalu terjaga." batin Adit sambil tersenyum bahagia
Tiba-tiba saja Adit mendekatkan bibirnya ke arah telinga Rara
"Apa kamu sekarang lagi menggoda mas Adit sayang? rasanya mas Adit ingin mencium bibir kamu saat ini juga," bisik Adit
Rara pun membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna mendengar hal tersebut dan menatap ke arah Adit dengan tajam
"Gimana sayang? apa boleh?" tanya Adit sambil tersenyum menggoda
"Kamu apa-apa sih mas?" tanya Rara dengan wajah panik
Rara langsung menatap ke arah dua orang yang duduk di bangku depan mobil tersebut, sedangkan Adit langsung tersenyum bahagia karena dia telah berhasil membuat Rara melupakan apa yang sedang dia pikirkan pada saat itu
Di tempat yang berbeda Jonathan sedang mengantar Adel untuk kembali ke tempat kerjanya, saat itu hati Adel benar-benar merasa jengkel dengan sikap yang Rara tunjukkan di hadapannya
__ADS_1
"Kamu kenapa sih sayang? kenapa dari tadi kamu cemberut aja?" tanya Joe dengan lembut
"Aku ga bisa terima dengan sikap Rara sayang, apa dia sudah lupa kalau selama ini aku adalah orang yang menanggung semua kebutuhan dia? sikap dia benar-benar sombong!!" ucap Adel dengan sinis
"Apa kamu ga salah Del? dari yang aku lihat kamu yang selalu bersikap sombong di depan anak itu, sedangkan saat ini kamu sudah tau kalau posisi anak itu ga salah." batin Joe
"Ya ampun kamu ngapain harus mikirin hal itu sih sayang? anggap aja karena dia masih anak kecil makanya dia bersikap seperti itu"
Jonathan yang tidak ingin membuat keributan dengan Adel memilih untuk tidak mengungkapkan apa yang ada di dalam benaknya
"Tapi aku benar-benar ga bisa terima dengan sikap dia yang seperti itu, nanti aku akan bahas masalah ini sama Dirga." ucap Adel dengan tegas
Jonathan hanya melirik sekilas ke arah Adel sambil memaksakan bibirnya untuk tersenyum
"Sial!! kenapa aku jadi kepikiran perempuan itu terus sih? Adel memang cantik tapi perempuan itu benar-benar terlihat menarik," batin Joe
Jonathan Perkasa adalah seorang laki-laki yang belum pernah merasakan kegagalan dalam mendapatkan apa yang dia inginkan terutama bila urusan wanita, sikap Rara dan Adit di hadapan dirinya membuat jiwa petualang di dalam dirinya meronta dengan bebas
Kini Joe sudah duduk di bangku kebesarannya setelah dia mengantarkan Adel, lagi-lagi raut wajah Rara terbayang dengan jelas di dalam benaknya. Dengan cepat Jonathan langsung meraih ponselnya dan memerintahkan seseorang untuk mencari tau semua tentang Rara
"Aku yakin aku ga akan pernah menang melawan Aditya Putra Erlangga kalau berurusan dengan yang namanya harta, tapi seorang Joe tidak pernah gagal dalam mendapatkan perempuan yang dia inginkan. Dan sekali ini aku merasa tertantang untuk mengalahkan kamu sekali lagi Aditya," batin Joe
"Papa cuma minta aku untuk menjaga pernikahan ini tapi papa ga melarang aku untuk berhubungan dengan perempuan lain, jadi aku harus bisa menaklukkan perempuan polos itu dan bermain secara halus. Lagi pula perempuan menarik seperti kamu tidak pantas untuk laki-laki lemah seperti dia," gumam Joe lalu tersenyum licik
__ADS_1
Pada saat itu Jonathan yang menganggap remeh peringatan yang Adit berikan kepada dirinya, di mata Jonathan dia hanya melihat Adit adalah seorang laki-laki yang tidak akan pernah berani untuk mengambil sebuah sikap. Hal tersebut dia yakini karena Adit tidak membalas apapun kepada dirinya dengan semua yang telah dia lakukan
Jonathan yang sudah mengantongi semua informasi tentang Rara berusaha selalu mencari kesempatan untuk berpapasan secara tidak sengaja, tetapi tidak sekali pun Rara memberikan respon yang baik bagi dirinya. Jonathan pun memilih untuk mundur terlebih dahulu dan memikirkan cara lain untuk mendekati Rara
Sudah pasti hal tersebut sampai ke telinga Adit dan membuat Adit sedikit jengkel mendengar hal tersebut, tetapi dia juga merasa bahagia karena dia semakin yakin bila Rara adalah wanita yang tepat untuk menjadi pasangan hidupnya
"Harus saya akui kalau wajah kamu memang tampan untuk ukuran laki-laki, tapi apa kamu pikir semua wanita akan kamu dapatkan dengan mudah hanya dengan bermodalkan hal tersebut? terima kasih karena kamu membuat saya semakin yakin dengan istri kecil saya"
"Sepertinya kamu mengabaikan peringatan dari saya, tapi sekali lagi kamu berani menemui Rara maka saya akan membuat kamu menyesal seumur hidup kamu. Kalau kamu berpikir saya tidak membalas kamu karena saya lemah kamu sudah salah, saya hanya menahan diri untuk Ical karena kamu akan menjadi suami dari ibu anak saya"
Waktu pun terus berjalan dengan sendirinya dan akhir pekan sudah berada di depan mata, itu menandakan bahwa sudah saatnya Adit akan menghabiskan waktu bersama sang buah hati. Malam itu Adit sudah merebahkan tubuhnya tepat di samping Rara dan dia terus menatap ke arah sang istri dengan lekat
"Kok Rara ga ada komentar apapun sih? atau jangan-jangan dia mau kabur lagi seperti minggu kemarin, aku harus membahas ini semua pelan-pelan dan ga membiarkan Rara melakukan hal yang sama." batin Adit
Semakin lama Rara pun merasa semakin aneh dengan cara Adit menatap dirinya, dia seperti merasa bahwa Adit ingin menyampaikan sesuatu kepada dirinya
"Kamu kenapa sih mas? apa ada yang mau kamu bahas sama aku mas?"
Adit pun memberikan sebuah senyuman yang penuh
"Kamu aneh banget sih mas, di tanya malah senyum begitu." ucap Rara dengan serius
"Aku cuma lagi senang aja sayang, karena ternyata istri aku ini selain cantik ternyata dia juga pengertian. Bahkan dia bisa tau ada yang mau aku bahas sebelum aku bilang apa-apa"
__ADS_1
Secara spontan Rara langsung memasang wajah malas sedangkan Adit tersenyum bahagia bila sang istri sedang bersikap seperti itu, Rara yang seperti itu benar-benar terlihat imut di mata seorang Aditya Putra Erlangga. Kini mereka berdua sudah berani untuk mengekspresikan diri mereka sendiri di hadapan yang lainnya