Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Mantan Kakak Ipar Atau Suami?


__ADS_3

Adit terus saja melalui hal yang sama di setiap harinya, sedangkan Rara akhirnya mendapatkan sebuah pekerjaan mejadi sebuah pelayan di sebuah rumah makan siap saji. Dengan pendidikan terakhir yang dia miliki Rara pun menerima pekerjaan tersebut dengan senang hati


Hari pun terus berganti dan akhir pekan pun tiba, itu adalah hari di mana Adit harus menjalankan perannya sebagai seorang ayah dengan baik. Hari itu Adit benar-benar bisa melupakan semua beban hatinya melihat senyuman bahagia dari sang buah hati


Hari itu Haikal memilih untuk menonton film di bioskop bersama sang papa, sudah pasti Adit akan menyetujui apapun permintaan sang buah hati.Adit pun memilih untuk menonton di bioskop premium agar mereka tidak perlu bergabung dengan orang yang terlalu banyak, mereka sepakat untuk menonton film yang bergenre horor komedi


Tanpa tau apa yang terjadi selanjutnya Adit dan sang buah hati memilih untuk duduk di deretan bangku paling belakang, awalnya semua berjalan dengan baik mereka masuk ke dalam ruangan tersebut dengan berbagai makanan dan minuman yang sudah mereka beli


Sesaat sebelum lampu di ruangan tersebut di matikan Adit membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna, dia merasa terkejut saat melihat sepasang kekasih yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut


"Itu bukannya laki-laki yang kemarin bersama Rara? tapi kenapa dia ada di sini sama perempuan lain? tapi kenapa juga aku harus perduli lagi? aku kan sudah memutuskan untuk tidak mau perduli lagi apapun tentang Rara," ucap Adit di dalam hatinya


Untuk sesaat Adit berusaha mengingatkan dirinya untuk mengabaikan keberadaan Willy di tempat itu bersama seorang gadis, tetapi tanpa sadar kedua bola mata Adit terus saja mencuri pandang ke arah Willy


Semua interaksi yang terjadi antara Willy bersama gadis tersebut bisa menunjukkan dengan jelas bahwa mereka adalah sepasang kekasih, semakin lama hati Adit pun terasa semakin tidak karuan melihat itu semua


"Apa ini artinya kalau Rara cuma di bohongin sama laki-laki itu? sial.!! apa aku harus diam aja?" gerutu Adit di dalam hatinya


Film pun terus berlangsung dan tanpa sadar kini Adit terus memperhatikan mereka secara seksama, dia mulai tidak bisa menahan diri saat Willy mulai berusaha untuk mencium bibir gadis tersebut. Adit ikut membayangkan laki-laki tersebut melakukan hal yang sama terhadap Rara


"Sayang kamu tunggu di sini sebentar ya, papa mau ke kamar mandi dulu." ucap Adit menghadap ke arah sang buah hati


Haikal menganggukkan kepalanya tanda mengerti, sedangkan Adit mulai melangkahkan kakinya ke arah Willy dan membisikkan sesuatu. Willy yang mengetahui bila itu adalah Adit meminta sang kekasih untuk tetap berada di situ dan mengikuti Adit keluar dari ruangan tersebut


Saat mereka sudah berada di luar ruangan tersebut Adit langsung memasang wajah tidak bersahabat, sedangkan Willy tetap memasang wajah yang santai sambil tersenyum tipis


"Apa maksud kamu?"


"Memang saya salah apa pak?"


"Jadi kamu cuma laki-laki bajingan yang mempermainkan Rara.!!" ucap Adit penuh penekanan


Willy pun tertawa geli mendengar ucapan Adit pada saat itu dan membuat Adit semakin merasa tidak suka dengan sosok Willy


"Sebelum saya menjelaskan hubungan saya dengan Rara saya harus bertanya sesuatu sama anda pak, saya harus memanggil anda mantan kakak ipar Rara atau suami Rara?"


Adit pun tidak bisa menutupi ekspresi wajahnya yang terkejut mendengar hal tersebut

__ADS_1


"Dari mana kamu tau tentang itu?" tanya Adit sambil mengerutkan keningnya


"Dari mana lagi saya bisa tau tentang itu kalau bukan dari mulut Rara sendiri pak"


Willy pun mulai menjelaskan apa yang dia lakukan bersama Rara pada hari itu dan alasan mengapa dia bisa mengetahui hubungan antara Adit dan Rara


FLASH BACK


Willy mulai menyadari perubahan suasana hati Rara saat mereka masih berada di parkiran, tetapi Rara belum mau menceritakan apapun. Tetapi Willy yang sudah menganggap Rara seperti adik sendiri ikut merasa tidak tenang melihat ekspresi wajah Rara saat itu


"Ra..."


Rara yang sedang asik dengan pemikirannya sendiri sampai tidak mendengar bahwa Willy memanggil namanya


"Ra.." ucap Willy sambil menyenggol tangan Rara


"Ya mas," jawab Rara sambil menatap ke arah Willy


"Kamu lagi mikirin apa sih Ra? sampai ga dengar mas Willy panggil kamu"


"Maaf ya mas tadi aku melamun," jawab Rara lalu tersenyum canggung


"Kamu sebenarnya kenapa sih Ra? sepertinya kamu lagi memikirkan sesuatu," ucap Willy dengan serius


"Aku ga apa-apa kok mas"


"Apa kamu ga anggap mas Willy ini seperti kakak kamu sendiri? padahal mas Willy sudah anggap kamu seperti adik mas sendiri"


"Bukan begitu kok mas, tapi aku..."


Rara pun hanya bisa terdiam karena merasa bingung harus menjelaskan seperti apa


"Apa kamu lagi mikirin tentang laki-laki tadi Ra?"


"Dari mana mas Willy tau?" tanya Rara dengan polosnya


Rara yang tersadar pun langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya, sedangkan Willy tertawa geli melihat kepolosan Rara pada saat itu

__ADS_1


"Ya karena sikap kamu mulai berubah semenjak kita ketemu laki-laki tadi"


"Kelihatan banget ya mas?"


Willy pun menganggukkan kepalanya


"Sebenarnya laki-laki tadi siapa Ra?"


"Mantan kakak ipar aku mas tapi saat ini dia sudah jadi suami aku mas," ucap Rara lirih


Willy yang mendengar hal tersebut langsung menepikan mobilnya dan menatap ke arah Rara dengan serius


"Kamu serius Ra kalau laki-laki tadi suami kamu?"


Rara hanya menjawab dengan anggukan kepalanya


"Astaga!!" seru Willy sambil menepuk jidatnya


Rara hanya bisa terdiam melihat Willy yang jauh lebih heboh dari pada dirinya sendiri


"Ya udah Ra kita balik ke tempat tadi ya," lanjut Willy dengan wajah panik


"Buat apa mas?" tanya Rara dengan wajah polos


"Ya kita harus jelasin semuanya sama dia Ra, jangan sampai dia jadi salah paham sama kita." ucap Willy dengan serius


Rara pun tertawa geli membuat Willy menatap ke arah Rara dengan wajah bingung


"Kok kamu ketawa sih Ra?"


"Kita kan memang ga ada hubungan apa-apa mas, nanti biar aku yang jelasin sama mas Adit"


"Kamu yakin Ra? aku takut nanti dia jadi salah paham sama kamu"


"Aku yakin mas Adit orang baik mas, jadi dia pasti mau dengerin penjelasan aku." ucap Rara penuh keyakinan


Sebenarnya saat itu Rara sendiri tidak merasa yakin apa Adit mau mendengarkan penjelasan dari dirinya, tetapi dia tidak mungkin kembali ke tempat karena takut Adit sedang ada janji dengan seseorang dan mengganggu kegiatan Adit. Tetapi yang pasti itu semua menjadi bumerang bagi mereka berdua

__ADS_1


FLASH OFF


__ADS_2