Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Kata Maaf Dari Kamu Sangat Berarti


__ADS_3

"Kamu masih berencana untuk menyelesaikan kuliah kamu kan sayang?" tanya Adit di sela makan mereka


"Aku sendiri ga tau mas"


"Kenapa? bukannya itu keinginan kedua orang tua kamu?" tanya Adit sambil menatap serius ke arah Rara


"Kemarin kan aku menghilang gitu aja mas saat mau naik semester, jadi aku juga ga tau gimana status aku saat ini mas. Ya aku harus menghadap dulu ke pihak kampus," jawab Rara lirih


Adit pun meletakkan tangannya di ujung kepala Rara dengan lembut dan membuat Rara langsung menatap ke arah dirinya


"Kamu ga usah pikirin masalah itu ya karena mas Adit sudah mengurus semuanya, jadi nanti kamu tinggal melanjutkan kuliah kamu dengan tenang." ucap Adit dengan yakin


"Kamu serius mas?"


Adit menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali


"Yang terpenting kamu harus mengejar ketinggalan kamu yang kemarin Ra, kamu harus ingat kalau sebentar lagi kamu sudah mulai menyusun skripsi." ucap Adit dengan lembut


Rara pun hanya bisa terdiam dengan kedua mata yang memancarkan perasaan haru


"Kamu jangan ulangi perbuatan kamu yang kemarin ya Ra, seandainya suatu saat nanti di antara kita ada masalah kamu jangan pergi dan menghilang seperti kemarin"


Entah mengapa saat itu Rara sedikit tidak terima dengan ucapan Adit, dia pun langsung menatap Adit dengan tatapan yang tajam


"Kenapa Ra?"


"Tapi kan waktu itu kamu yang minta aku untuk pergi mas, kamu juga ancam aku mau menghancurkan kehidupan saudara aku." jawab Rara dengan tegas


"Ya mas Adit tau mas Adit yang salah, tapi waktu itu kan mas Adit lagi emosi Ra. Tapi seharusnya kamu bisa pergi ke rumah Dirga dan tetap melanjutkan hidup kamu dengan baik"


"Kamu enak bisa bicara seperti itu mas, tapi bagaimana dengan aku yang merasakannya saat itu. Setelah kamu melakukan sejauh itu, kamu langsung minta aku untuk pergi dan menghilang. Saat itu hati aku benar-benar terasa sakit mas," ucap Rara di dalam hatinya sambil menundukkan kepalanya

__ADS_1


Adit pun langsung merasa bersalah saat melihat ekspresi wajah Rara pada saat itu, dia pun langsung menggenggam tangan Rara dengan erat dan membuat Rara menatap ke arah Adit


"Mas Adit tau kalau kesalahan yang mas Adit lakukan ke kamu sudah terlalu banyak Ra, kalau kamu masih menyimpan amarah sama mas Adit kamu bisa balas semuanya ke mas Adit sampai amarah kamu benar-benar menghilang." ucap Adit dengan yakin


"Kamu tau apa yang membuat hati aku terasa sakit malam itu mas?"


"Apa Ra?"


"Karena kamu sudah beberapa kali bilang kalau aku perempuan murahan mas, jadi saat kamu melakukan itu benar-benar membuat aku merasa seperti perempuan murahan mas." ucap Rara lirih dengan kedua bola mata yang berkaca-kaca


"Astaga Ra!! harus dengan cara apa mas Adit menebus semua kesalahan mas Adit sama kamu Ra?" batin Adit dengan wajah penuh penyesalan


Adit langsung mengarahkan tangan Rara ke arah pipinya dengan sangat kuat


Plak...


Rara sendiri merasa terkejut dengan apa yang sedang terjadi, tetapi Adit tidak mengehentikan apa yang sedang dia lakukan pada saat itu karena dia mulai mengarahkan tangan Rara yang satu lagi ke arah pipinya. Dengan sekuat tenaga Rara langsung berusaha untuk menarik tangannya


Adit pun hanya bisa terdiam dan menundukkan kepalanya, yang pasti hatinya terasa kacau balau pada saat itu. Perasaan bersalah langsung menyelimuti hati Adit pada saat itu


"Aku pasti sudah banyak kasih kamu luka ya Ra, kalau kamu masih merasa marah dan kecewa sama aku kamu boleh tampar aku lagi Ra." ucap Adit dengan lirih


"Jujur aku memang merasa marah dan kecewa sama kamu mas"


"Kamu ga usah ragu untuk tampar aku lagi Ra, aku yakin tamparan kamu bahkan ga akan pernah cukup untuk membayar semua kesalahan aku selama ini." ucap Adit dengan lirih


"Tapi kamu ga perlu berbuat sejauh itu mas, aku memang dulu marah dan kecewa sama kamu. Tapi semua perasaan itu sudah hilang saat kamu datang untuk menjemput aku," jawab Rara dengan lembut


Adit pun mulai menatap ke arah Rara dengan tatapan mata penuh penyesalan tetapi Rara saat itu memberikan sebuah senyuman yang terlihat hangat


"Apa kamu benar-benar sudah memaafkan kesalahan mas Adit?"

__ADS_1


Rara pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum hangat


"Kita lanjut sarapan yuk mas, kamu kan harus pergi kerja." ucap Rara dengan lembut


"Terima kasih ya Ra, kata maaf dari kamu benar-benar sangat berarti bagi mas Adit." ucap Adit di dalam hatinya


Mereka pun menyantap kembali sarapan mereka, saat selesai Adit langsung bersiap untuk pergi bekerja dan Rara mengikuti langkah kaki dari belakang


"Apa hari ini kamu ada rencana mau keluar Ra?"


"Hari ini aku mau di rumah aja mas soalnya nanti pulang kerja mas Dirga mau mampir ke sini"


"Ya udah mas Adit kerja dulu ya Ra"


Adit yang masih merasa bersalah tidak berani untuk memberikan tangan kanannya, karena saat itu dia merasa bahwa dia telah gagal menjadi seorang suami yang baik. Rara pun berinisiatif untuk mengambil tangan kanan Adit dan mencium punggung tangan Adit seperti yang dulu selalu dia lakukan


"Apapun masalah di antara kita tetap saja kamu itu suami aku mas, jangan membuat aku menjadi istri yang durhaka." ucap Rara dengan lembut lalu tersenyum


"Apa mas Adit boleh cium kening kamu Ra?"


Rara sebenarnya ingin menolak permintaan Adit pada saat itu karena dia merasa malu, tetapi ekspresi wajah Adit saat itu membuat dia sulit untuk menolak hal tersebut. Dengan sedikit berat hati Rara terpaksa menganggukkan kepalanya


Adit pun mulai memegang kedua pipi Rara dan Rara langsung menutup kedua bola matanya, Adit mencium kening Rara dengan sangat lembut dan ada sebuah perasaan yang hangat Rara rasakan di dalam hatinya pada saat itu


"Terima kasih ya Ra, mas Adit janji mulai detik ini mas Adit akan selalu berusaha untuk selalu bersikap baik sama kamu." ucap Adit dengan lembut


"Mas Adit berangkat ya Ra," lanjut Adit lalu tersenyum hangat


Rara pun menjawab dengan anggukan kepalanya sambil tersenyum, Rara sebenarnya sedikit heran saat melihat beberapa orang yang berpakaian rapi berada tak jauh dari mereka. Orang-orang itu mulai bergerak saat Adit mulai masuk ke dalam mobilnya


"Kenapa mas Adit di kawal orang sebanyak itu? dulu mas Adit biasa aja waktu kamu tinggal di apartemen," ucap Rara di dalam hatinya

__ADS_1


Hari itu Rara mengabiskan waktunya di rumah tersebut dan dia pun menghubungi Adit untuk meminta ijin memakai laptop yang berada di dalam kamar tersebut, dan sudah pasti Adit memberikan ijin. Rara mengirimkan email kepada Airin untuk meminta nomor telepon gadis tersebut


__ADS_2