Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Kekecewaan Pertama


__ADS_3

Rara yang sudah berhasil mengendalikan nafasnya berusaha bangkit dan berniat untuk membersihkan diri, tetapi usaha yang Rara lalu menjadi sia-sia karena tiba-tiba saja Adit langsung memeluk tubuh Rara dengan sangat erat dan membuat Rara menatap ke arah Adit


"Ada apa mas? aku mau bersih-bersih dulu"


"Mas Adit ga akan kasih kamu izin untuk pergi sebelum kamu menjelaskan ke mas Adit," ucap Adit dengan lembut


"Menjelaskan tentang apa ya mas?" tanya Rara dengan polosnya


"Jadi kamu sudah lupa kalau kamu mulai belajar untuk menyembunyikan sesuatu di belakang aku sayang?" batin Adit sambil menyeringai


Adit pun mulai mencium leher Rara dengan lembut seolah dia ingin mengulang kembali apa yang baru saja dia lakukan, sontak saja hal tersebut membuat Rara langsung membulatkan kedua bola matanya karena merasa terkejut


"Kamu mau ngapain sih mas?!" tanya Rara dengan sedikit berteriak


Adit pun menghentikan aksinya dan langsung menatap ke arah Rara dengan senyuman yang menggoda


"Mas Adit lagi memberikan hukuman untuk istri yang sudah mulai berani untuk menutupi sesuatu terhadap suaminya"


Rara pun tersenyum tipis mendengar ucapan dari Adit


"Apa maksud kamu tentang Ical mas?"


Adit menganggukkan sedikit kepalanya


"Ternyata itu yang lagi kamu bahas mas, aku kira aku ada buat salah apa sama kamu"


"Jadi sekarang apa pilihan kamu sayang?"


"Apa aku boleh tau pilihan yang tersedia mas?" tanya Rara lalu tersenyum hangat


"Kamu cuma punya dua pilihan sayang, kamu cerita kejadian tentang Ical dengan jujur atau aku akan menghukum kamu sepanjang malam"


Mendengar hal tersebut membuat Rara secara spontan memasang wajah malas, Adit pun langsung mencubit hidung mancung sang istri dengan lembut sambil tersenyum

__ADS_1


"Kok begitu sih mukanya? apa kamu ga percaya kalau mas Adit masih sanggup untuk menemani kamu bermain sepanjang malam?" tanya Adit dengan suara menggoda


"Bukan ga percaya kamu sanggup melakukan itu mas tapi menurut aku itu bukan sebuah hukuman mas, itu sih kamu lagi mencari alasan untuk melakukan pembantaian secara besar-besaran." jawab Rara dengan sinis


Adit pun tertawa geli melihat tingkah laku dan ucapan dari istri kecilnya tersebut, dia pun mulai menatap ke arah Rara dengan lekat membuat Rara menatap ke arah Adit dengan serius


"Apa kamu bisa ceritakan ke mas Adit tentang itu sayang?"


FLASH BACK


"Tante Rara pasti ga akan pernah berbuat jahat sama kamu sayang, karena tante Rara sayang banget sama kamu." ucap Rara dengan tulus


"Aku tau kok kalau tante Rara sayang sama aku, kalau begitu tante Rara mau kan mengabulkan permintaan aku yang tadi?" tanya Haikal penuh harap


Rara pun mulai melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Haikal sambil tersenyum dengan tulus


"Apa kamu yakin kamu mau meminta itu dari tante Rara sayang?"


Haikal menjawab dengan anggukan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali sambil tersenyum


"Kalau itu sampai kejadian aku pasti akan marah sama papa," jawab Haikal dengan yakin


Dalam sekejap wajah Rara berubah menjadi cemas mendengar jawaban Haikal pada saat itu


"Kenapa kamu jadi marah sama papa kamu sayang? bukannya tadi kamu memang minta hal itu dari tante Rara"


"Karena itu artinya papa sudah bohong sama Ical dong, kalau itu benar berarti Ical sudah bersikap kurang sopan sama tante Rara"


"Kenapa kamu bisa bilang begitu sayang? tante Rara ga pernah merasa kamu bersikap kurang sopan sama tante Rara kok"


"Tapi kalau tante Rara memang istri papa aku berarti aku ga boleh lagi panggil tante Rara dengan sebutan tante Rara," jelas Haikal dengan polosnya


"Jadi kamu mau panggil tante Rara dengan sebutan apa sayang?"

__ADS_1


Untuk sejenak Haikal terlihat terdiam dan tak lama kemudian dia pun tersenyum tipis sambil menatap ke arah Rara


"Mama kecil," ucap Haikal dengan yakin


"Kenapa kamu harus pakai kata kecil sih sayang?" tanya Rara sambil mengerutkan keningnya


"Soalnya kalau tante Rara sudah jadi istri dari papa aku berarti tante Rara juga jadi mama aku, tapi Ical kan sudah punya mama Adel. Boleh ga kalau Ical panggil tante Rara jadi mama kecil kalau tante Rara sudah jadi istri papa aku?" tanya Haikal dengan polosnya


Pada saat itu hati Rara seperti terasa lega karena Haikal tidak menentang jika dia menjadi pendamping seorang Aditya Putra Erlangga


"Kalau itu memang benar, apa kamu ga akan merasa marah sama tante Rara sayang?" tanya Rara dengan serius


"Ical ga mungkin marah sama tante Rara kan tadi Ical juga minta tante Rara untuk jadi istri papa aku, Ical pasti senang kalau tante Rara yang jadi istri papa aku." jawab Haikal dengan yakin


"Terima kasih sayang, tante Rara benar-benar bersyukur karena kamu bisa menerima tante dengan baik." batin Rara sambil tersenyum tulus


Rara pun akhirnya menjelaskan kepada Haikal bahwa sesungguhnya dia sudah menjadi istri dari sang papa, Haikal pun langsung meminta Rara untuk menyembunyikan perihal dia sudah mengetahui hal tersebut dari Adit dan Rara pun menyetujui hal tersebut. Pada saat itu Haikal hanya berniat untuk membalas perbuatan sang papa yang telah membohongi dirinya


FLASH OFF


Adit pun semakin mengeratkan pelukannya setelah mendengarkan penjelasan dari Rara


"Terima kasih ya sayang, mas Adit benar-benar ga pernah menyangka kalau kamu bisa menyelesaikan permasalahan Ical dengan mudah." ucap Adit dengan lembut lalu mencium ujung kepala Rara


Rara hanya terdiam lalu membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami, sedangkan Adit sedang merasa bahagia karena beban berat di dalam hatinya kini sudah benar-benar terselesaikan


Di saat Rara dan Adit sedang memetik kebahagiaan mereka lain hal dengan yang sedang di rasakan oleh Adel, malam itu Adel merasa sedikit jengkel karena dia harus memapah sang suami masuk ke dalam kamar mereka dengan keadaan yang mabuk berat


Dengan hati yang jengkel Adel pun menghempaskan tubuh Jonathan ke atas tempat tidur, dia menatap ke arah laki-laki yang telah menjadi suaminya tersebut dengan tajam


"Kamu benar-benar sudah keterlaluan Joe!! kenapa kamu harus seperti ini di malam pertama kita?!!" gerutu Adel di dalam hatinya


Adel merasa malam pertama mereka menjadi berantakan karena ulah sang suami dan para sahabatnya, Adel pun harus merasakan kekecewaan pertama dirinya kepada laki-laki yang kini telah menjadi suaminya

__ADS_1


Saat itu setelah orang-orang mulai membubarkan diri para sahabat Jonathan mengajak untuk menenggak minuman keras untuk merayakan hari bahagia sang sahabat


Jonathan pun larut dalam keadaan yang ada dan harus kembali dalam keadaan mabuk, sebenarnya saat itu jauh di dalam hati Jonathan malam pertama mereka tidak terlalu berarti karena mereka sudah sering melakukan hal tersebut


__ADS_2