Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Syarat Dari Adit


__ADS_3

Selesai bekerja Adit pun kembali ke apartemennya untuk yang terakhir kalinya, dia hanya datang ke tempat itu untuk mengambil surat yang Rara tinggalkan dan buku diary Rara yang tertinggal. Setelah Adit menyiapkan semua barang yang dia butuhkan, dia pun masuk ke dalam kamar Rara dan mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur Rara


"Tempat ini banyak meninggalkan kenangan antara aku dan Rara, banyak luka yang sudah aku berikan ke Rara di tempat ini. Tapi siapa yang akan menyangka kalau di tempat ini kami akan saling jatuh cinta," ucap Adit di dalam hatinya sambil tersenyum


Setelah puas mengenang semua kenangan yang pernah ada Adit pun mulai meninggalkan tempat itu, dia tidak ada niat sedikit pun untuk tetap tinggal di tempat itu setelah mengetahui semuanya


Di tempat yang jauh di sana Rara sudah mulai bisa merasa nyaman dengan kegiatan yang dia lakukan sehari-hari, lingkungan di sekitar Rara bisa menyambut dia dengan baik tanpa banyak bertanya alasan dia datang ke kota itu


Lelah yang di rasakan oleh tubuh Rara karena seharian bekerja tidak membuat gadis kecil itu bersedih hati, dia merasa bersyukur karena dengan begitu dia tidak punya banyak waktu untuk memikirkan semua permasalahan yang dia tinggalkan di ibu kota


Rara membeli makanan untuk dia jadikan makan malam setelah dia selesai bekerja, seperti biasa dia akan menyantap makanan tersebut setelah tiba di kamar yang dia sewa. Rara pun mulai merebahkan tubuhnya untuk beristirahat setelah perutnya terisi penuh


"Hari ini pelanggan yang datang ramai banget sampai ga bisa curi waktu untuk istirahat, baru sekarang aku tau yang namanya rasa lelah untuk mencari uang. Aku ga bisa membayangkan lelahnya mbak Adel dan mas Adit yang terkadang masih harus bekerja setelah mereka sampai di rumah," ucap Rara di dalam hatinya


Rara benar-benar bisa menikmati kehidupan dia pada saat itu, semua rasa lelah yang dia rasakan tidak akan membuat dia terlalu lama untuk menuju ke alam mimpi. Dengan begitu dia bisa melupakan semua rasa sakit di hatinya, walaupun dia tetap tidak bisa menghalau Adit yang selalu hadir di dalam mimpinya


Hari demi hari terus di lalui oleh Rara dengan kegiatan yang sama setiap harinya, sedangkan di kota sana hawa di dalam ruangan Adit sedang terasa sedikit memanas karena Adel tiba-tiba saja datang dan menemui Adit


"Apa alasan kamu datang ke sini?" tanya Adit dengan dingin


Adel pun tersenyum tipis melihat sikap Adit yang berubah total terhadap dirinya, dia berpikiran kalau Adit melakukan itu semua untuk menjaga harga dirinya di hadapan sang mantan istri


"Aku mau kita sampaikan ke Ical tentang perpisahan kita mas," jawab Adel dengan tegas


Adel terpaksa membuat keputusan seperti itu karena dia mendapatkan desakan dari sang kekasih dan keluarga besar Jonathan, mereka menuntut agar Adel dan Jonathan segera melangsungkan pernikahan mereka


"Apa kamu yakin?"


"Iya mas"


"Lalu bagaimana dengan Ical? apa kamu yakin dia sudah siap untuk mengetahui hal ini?"

__ADS_1


"Cepat atau lambat Ical tetap akan tau masalah ini mas"


"Apa ga sebaiknya kamu bilang dulu pelan-pelan sama dia, kalau yang aku lihat sepertinya Ical belum siap"


Adel pun langsung menatap tajam ke arah Adit


"Kenapa?" tanya Adit dengan wajah bingung


"Apa kamu mau menggunakan alasan ini untuk menahan aku mas?" tanya Adel dengan sinis


Adit pun memberikan sebuah senyuman yang terlihat sedikit meremehkan


"Apa yang sebenarnya ada di dalam otak perempuan ini? bagaimana aku bisa punya niat untuk menahan kamu? aku sendiri bahkan ga pernah ada waktu untuk memikirkan kamu," ucap Adit di dalam hatinya


"Ga usah punya pemikiran seperti itu Del, aku cuma memikirkan tentang perasaan Ical dan ga ada alasan lain." jawab Adit dengan tegas


"Mulut kamu bisa saja bilang seperti itu mas, tapi perbuatan kamu kemarin di pesta menunjukkan semuanya." ucap Adel di dalam hatinya sambil menatap Adit dengan sinis


"Kenapa?" tanya Adit sambil mengerutkan keningnya


"Tapi aku mau memulai kehidupan yang baru bersama laki-laki lain mas, jadi ga mungkin lagi aku menutupi masalah itu dari Ical. Jangan kamu jadikan Ical sebagai alasan untuk menghalangi aku memulai kehidupan aku yang baru mas," ucap Adel dengan tegas


Adit pun membuang nafasnya dengan kasar sambil menggelengkan kepalanya


"Aku tegaskan sekali lagi aku ga ada niat sedikit pun untuk menghalangi kamu bersama laki-laki itu, kalau kamu memang sudah yakin dengan keputusan kamu sekarang juga kita temui Ical." jawab Adit dengan yakin


"Terima kasih untuk pengertian kamu mas"


"Tapi sebelum kita temui Ical aku punya satu syarat untuk kamu Adel"


Adel pun langsung menatap ke arah Adit dengan seksama, saat itu dia masih saja meyakini bahwa Adit akan memberikan alasan untuk menghalangi dirinya bersama sang kekasih

__ADS_1


"Begitu kamu menikah dengan laki-laki lain, maka saat itu juga Ical akan mulai tinggal bersama aku." lanjut Adit dengan tegas


Mendengar hal tersebut membuat Adel langsung melepaskan tatapan membunuhnya karena mengira bahwa apa yang dia pikirkan benar adanya


"Itu sama saja dengan kamu melarang aku untuk menikah lagi mas!!" ucap Adel sedikit berteriak


Adit pun tersenyum sinis mendengar pemikiran Adel yang benar-benar melenceng jauh dari apa yang ada di dalam benaknya


"Kalau kamu pikir aku melakukan itu untuk melarang kamu menikah lagi, kamu sudah salah besar Adel. Aku membuat keputusan seperti itu karena aku ga bisa percaya darah daging aku di urus oleh orang lain," jawab Adit dengan tegas


Adel pun memberikan senyuman sinis


"Kalau begitu aku juga bisa menggunakan alasan yang sama untuk kamu mas!!"


Adit menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis


"Apa kamu sudah lupa kalau istri aku yang sekarang adalah adik kandung kamu sendiri? jadi aku yakin Rara tidak mungkin berbuat yang aneh-aneh terhadap keponakan dia sendiri, aku juga sudah yakin kalau Rara sangat menyayangi Ical"


"Apa kamu bilang mas? Rara?" tanya Adel sambil tersenyum sombong


Adit hanya terdiam sambil menatap Adel dengan lekat


"Kenapa kamu harus bawa nama dia mas? aku dengar dari Dirga kalau Rara masih belum pulang sampai saat ini," lanjut Adel


Adit pun tersenyum tipis melihat semua sikap Adel yang seperti itu


"Untuk masalah itu kamu ga perlu khawatir karena aku pasti akan menemukan Rara dan membawa dia pulang, bagaimana apa kamu setuju dengan syarat yang aku katakan?"


"Ga mas!! aku ga bisa setuju syarat dari kamu, apapun yang terjadi Ical akan tetap tinggal bersama aku." jawab Adel dengan tegas


Adel memang ingin secepatnya menikah dengan sang kekasih hati, tetapi sebagai seorang ibu dia juga tidak mau melepaskan sang buah hati begitu saja

__ADS_1


__ADS_2