
Adel si perempuan hebat di mata seorang Rara terlalu mudah untuk jatuh ke dalam kata-kata manis seorang Jonathan Perkasa, dia selalu menolak ucapan hati kecilnya yang terus berusaha mengingatkan dirinya
Adel selama ini selalu berusaha untuk melakukan penyatuan setelah Haikal masuk ke dalam kamarnya dan kembali sebelum anak itu terbangun, tetapi kini dia sudah membulatkan hatinya untuk menyampaikan tentang perceraian dirinya dan Adit demi seorang Jonathan Perkasa
Setelah sarapan Adit akan mengantarkan Haikal seperti biasanya, tetapi saat itu Adit mengatakan kepada Haikal untuk menyampaikan kepada sang mama bahwa dia ingin bertemu. Sudah pasti Haikal langsung mencari Adel dan menyampaikan pesan dari Adit
"Tumben dia minta ketemu, mau apa sebenarnya dia?"
Adel pun meminta sang buah hati untuk masuk ke dalam kamarnya sedangkan dia keluar dari kediaman tersebut dan menemui Adit
"Kata Ical kamu mau ketemu sama aku mas"
"Ya"
"Ada apa ya mas?"
"Aku cuma mau tanya sama kamu, apa Rara ada di sini?" tanya Adit dengan wajah serius
Adel pun langsung mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari laki-laki yang dulu adalah suaminya tersebut
"Kok kamu aneh sih mas? kenapa kamu tanya Rara di sini? yang suami Rara itu kamu mas," jawab Adel dengan tegas
"Berarti Rara ga ada di sini ya," ucap Adit di dalam hatinya
"Tapi apa dia ada datang ke sini atau telepon kamu?"
Adel hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya
"Oh ya udah kalau begitu aku pergi dulu ya"
Baru saja Adit akan melangkahkan kakinya Adel langsung memegang salah satu tangan Adit
"Sebenarnya apa yang terjadi sama Rara mas?" tanya Adel dengan tegas
"Nanti aja aku jelasin karena sekarang aku harus cari Rara dulu"
__ADS_1
Adel semakin erat memegang tangan Adit dan kini dia mulai menatap Adit dengan tajam
"Apa yang sudah kamu lakukan sama adik aku?!!" teriak Adel penuh amarah
Adit pun menghempaskan tangan Adel lalu tersenyum sinis
"Kamu pikir aku melakukan apa sama dia? aku cuma meminta hak aku sebagai seorang suami, apa menurut kamu itu sesuatu yang salah? berhenti untuk bersikap seolah kamu adalah orang yang paling benar di dunia ini Adel, jangan memaksa aku untuk tidak segan lagi terhadap kamu." ucap Adit dengan tegas
Adel pun hanya bisa terdiam pada saat itu, karena dia tidak bisa menyalahkan Adit jika Adit memang dia ingin melakukan hal tersebut, sedangkan Adit yang melihat Adel terdiam pun memilih untuk langsung meninggalkan Adel begitu saja
Adit berusaha untuk berkeliling kota tersebut dan berharap bisa menemukan sosok Rara di suatu tempat, kedua bola matanya terus berkeliaran tanpa henti
"Kemana mas Adit harus cari kamu Ra? mas Adit benar-benar mau minta maaf sama kamu Ra," ucap Adit lirih
Adit pun teringat bahwa Rara sedari kecil cenderung lebih dekat kepada Dirga dari pada sang mantan istri, Adit pun langsung menepikan mobilnya dan menghubungi Dirga
"Halo mas"
"Apa Rara ada sama kamu? tolong kasih aku waktu sebentar untuk bicara sama dia"
"Rara? tapi Rara ga ada sama aku mas"
"Tapi Rara memang ga ada sama aku mas," ucap Dirga dengan yakin
"Kalau Rara ga ada sama Dirga berarti dia pergi ke mana?" tanya Adit di dalam hatinya
"Sebenarnya ada apa ya mas?"
"Nanti aku jelasin, tapi sekarang mas Adit harus ketemu Rara dulu"
"Apa sudah coba di telepon mas?"
"Handphone dia ga aktif"
"Mungkin aja dia ada kegiatan di kampus mas dan handphone dia kehabisan baterai, Rara kan memang agak pelupa dari kecil mas." jelas Dirga
__ADS_1
"Oke, makasih ya"
Adit langsung memutuskan sambungan teleponnya tanpa mendengar jawaban dari Dirga terlebih dahulu, dia pun langsung mengarahkan mobilnya ke arah kampus Rara. Pada saat itu yang ada di dalam benak Adit hanya dia harus segera menemukan Rara dan meminta maaf atas perbuatan yang telah dia lakukan
Saat Adit tiba di kampus Rara lagi-lagi Adit harus menelan pil kepahitan, karena Rara tak menunjukkan batang hidungnya sama sekali di tempat
"Kamu sebenarnya ada di masa sih Ra?" tanya Adit di dalam hatinya
Adit benar-benar merasa bersalah dan juga khawatir tentang keadaan Rara di luar sana, dia memutuskan untuk tidak menyerah begitu saja. Adit mengelilingi kembali kota itu sambil terus berharap menemukan sosok Rara
Hingga hari mulai menjelang sore Adit masih belum membuahkan hasil apapun, dia yang mulai merasa lelah memutuskan untuk kembali ke apartemennya
Hal pertama yang Adit lakukan saat dia masuk ke dalam apartemennya adalah menuju masuk ke dalam kamar Rara, dia pun mendudukkan tubuhnya di tempat tidur yang selama ini Rara gunakan
"Kenapa kamu pergi tanpa pamit sih Ra? mas Adit tau mas Adit sudah melakukan kesalahan sama kamu, tapi apa kamu ga memberikan mas Adit kesempatan untuk meminta maaf?"
Adit pun melihat sepucuk surat yang berada di atas sebuah bantal dan di samping surat tersebut ada sebuah kartu yang dulu pernah Adit berikan, Adit pun langsung meraih surat tersebut dan membacanya
Untuk : Mas Adit
Sebelumnya aku harus meminta maaf karena aku memilih untuk menyerah dalam mempertahankan pernikahan kita mas, tetapi sebelum aku pergi aku harus membela diri aku sendiri untuk yang terakhir kalinya. Dan ijinkan aku untuk menjelaskan semuanya melalui surat ini mas
Malam itu aku memang datang ke apartemen kamu mas, tapi aku ada di sana untuk mengantarkan file-file penting karena di suruh mbak Adel
Saat aku sampai di apartemen kamu ada orang yang membuat aku sampai tidak sadarkan diri mas, saat aku terbangun aku sudah berada di samping kamu dengan keadaan kita yang seperti itu
Aku berani bersumpah demi apapun kalau aku tidak tau apapun tentang kejadian di malam itu mas, jadi aku minta sama kamu berhenti untuk selalu menyalahkan aku mulai saat ini mas. Karena aku juga cuma korban di malam itu
Dengan surat ini aku tetap akan meminta maaf terhadap kamu dan mbak Adel, karena kelalaian aku di malam itu membuat rumah tangga kalian menjadi berantakan
Dan untuk kejadian siang itu aku cuma bisa bilang kalau aku tidak memiliki hubungan apapun dengan laki-laki itu mas, aku hanya membantu dia untuk memilih barang. Jadi aku harap kamu ga akan menilai aku sebagai wanita murahan
Dengan surat ini aku memberi kamu kuasa penuh untuk mengurus tentang perceraian kita mas, karena saat ini aku benar-benar ingin mengakhiri hubungan kita untuk selamanya mas
Aku ucapkan terima kasih untuk kebaikan kamu selama ini mas, tapi apa yang sudah kamu lakukan tadi malam aku harap cukup untuk membayar semua hutang budi aku selama ini. Aku juga mengembalikan kartu yang pernah kamu berikan sebagai tanda aku mengakhiri hubungan kita
__ADS_1
Aku akan selalu mendoakan kebahagiaan untuk kamu mas
Dari : Rara