
Hari itu Adit meminta Rara untuk beristirahat di rumah dan tidak pergi ke kampus karena memikirkan keadaan sang istri kecilnya, Rara pun menyetujui hal tersebut karena ternyata sedari awal dia juga sudah memikirkan hal tersebut
Selesai sarapan Adit pun bersiap untuk pergi bekerja dan Rara pun bangkit dari duduknya, hal tersebut membuat Adit langsung menatap ke arah Rara dengan seksama
"Kamu mau kemana sayang? kamu istirahat di kamar aja ya ga usah antar aku ke depan"
Rara menggelengkan sedikit kepalanya
"Aku baik-baik aja kok mas, aku mau belajar untuk jadi istri kamu yang baik dan antar kamu ke depan. Boleh kan mas?" ucap Rara lalu tersenyum tipis
Hati Adit benar-benar merasa bahagia mendengar hal tersebut dan dia pun mengikuti keinginan Rara, saat sudah di pintu depan Rara mencium punggung tangan sang suami dengan perasaan yang tulus. Adit tersenyum bahagia lalu mencium kening Rara
Rara hanya terdiam saat mendapatkan sebuah ciuman di keningnya, tetapi tiba-tiba saja Adit mencium kedua pipi Rara dan membuat Rara mulai membulatkan kedua bola matanya. Yang lebih gila lagi Adit tidak berhenti sampai di situ karena dia mencium bibir Rara secara singkat
"Mas...." ucap Rara sambil menatap tajam
"Kenapa sayang?" tanya Adit dengan wajah tidak bersalah
"Kita lagi di luar kamar loh mas, kan malu mas kalau sampai ada yang lihat." jawab Rara dengan suara pelan dan wajah yang merona
Adit pun meletakkan tangannya di ujung kepala Rara dengan lembut
"Maaf ya tapi mas Adit cuma mau semua orang tau kalau kamu itu cuma punya mas Adit, lagi pula mencium istri sendiri itu ga salah kok sayang." jelas Adit dengan lembut
"Terserah kamu aja deh mas, aku juga ga mau jadi istri yang pembangkang cuma karena masalah ciuman dari kamu." bati Rara sambil menghela nafas
Rara segera masuk ke dalam kamarnya setelah Adit benar-benar menghilang dari pandangan matanya, dia mulai mencari keberadaan ponselnya untuk mengabarkan kepada Airin bahwa dia tidak akan datang ke kampus pada hari itu
__ADS_1
Saat itu sudah ada sebuah pesan singkat masuk ke dalam ponsel Rara dan pesan singkat tersebut di kirim oleh Adel, Adel bisa mengetahui nomor telepon Rara dari Dirga
"Apa kamu ada waktu untuk ketemu sama mbak Adel siang ini Ra? mbak dan calon suami mbak ingin menyampaikan sesuatu sama kamu"
"Mbak Adel sama calon suaminya mau bilang apa ya ke aku? sebaiknya aku temui aja mereka"
Rara pun membalas pesan singkat dari Adel dan mereka berjanji untuk bertemu di sebuah tempat, Rara pun mulai bersiap setelah waktu yang di tentukan semakin mendekat. Sesaat sebelum Rara keluar dari dalam kamar dia pun baru mengingat sesuatu
"Astaga!! kenapa aku bisa lupa kasih kabar tentang ini ke mas Adit ya? sebaiknya aku minta izin sebelum pergi"
Rara segera menghubungi Adit tetapi keadaan ponsel Adit pada saat itu dalam keadaan tidak aktif dan dia pun menepuk jidatnya
"Kenapa aku bisa lupa sih? tadi pagi kan mas Adit bilang kalau hari ini dia ada pertemuan penting sama klien, tapi aku ga mungkin batalin janji temu sama mbak Adel soalnya mbak Adel sudah kasih kabar dia sudah di jalan. Sebaiknya aku kirim pesan aja sama mas Adit, jadi nanti saat handphone mas Adit di hidupkan mas Adit bisa tau posisi aku"
Rara pun akhirnya mengirimkan sebuah pesan singkat kepada Adit tentang hal tersebut, dia juga mengabarkan tentang tempat dia berjanji untuk bertemu. Rara meninggalkan rumah mewah tersebut di antar oleh supir dan pengawal pribadi yang telah di pilih
"Mbak"
"Duduk dulu Ra"
Dengan patuh Rara mendudukkan tubuhnya tepat di hadapan mereka berdua, Adel sempat memperhatikan orang yang bertugas untuk mengawal Rara pada saat itu
"Untuk keluar rumah dan sekedar bertemu dengan aku aja istri baru kamu ini harus di kawal ya mas? sedangkan aku yang dulu pergi keluar kota hingga berhari-hari, jangankan seorang pengawal kamu ga pernah mau ikut mendampingi aku mas." batin Adel sambil tersenyum sinis
Entah mengapa untuk sesaat Adel seperti merasakan perasaan iri dengan apa yang Rara dapatkan pada saat itu dari sang mantan suami, perasaan iri Adel semakin terasa saat melihat penampilan Rara pada saat itu karena semua barang yang Rara gunakan benar-benar barang branded
"Maaf mbak, ada apa ya mbak Adel ajak aku untuk ketemuan?" tanya Rara dengan hati-hati
__ADS_1
Pertanyaan yang Rara berikan membuat Adel mendapatkan kembali kesadaran dirinya
"Mbak ajak kamu ketemuan, karena calon suami mbak mau menyampaikan sesuatu sama kamu." jawab Adel dengan tegas
Rara pun menatap ke arah Jonathan dengan wajah sedikit bingung, dia merasa tidak pernah mengenal sosok laki-laki tersebut selama hidupnya. Sedangkan Jonathan menatap ke arah Rara dengan senyuman yang penuh arti
"Pantas saja laki-laki itu bersedia kembali ke keluarga besarnya untuk menemukan perempuan ini, ternyata istri barunya terlihat sangat cantik dan polos. Aku yakin saat ini laki-laki itu merasa beruntung dengan semua yang telah aku lakukan," batin Joe
Pada saat itu Rara memang melihat sebuah senyuman di wajah Jonathan, tetapi entah mengapa hati kecilnya tidak suka melihat senyuman laki-laki tersebut
"Maaf mas sebelumnya, tapi apa yang mau mas sampaikan sama aku?" tanya Rara dengan sopan
"Saya mau meminta maaf sama kamu untuk semua kesalahan yang sudah saya lakukan terhadap kamu di masa lalu," jawab Joe dengan yakin
"Dia bilang dia mau minta maaf untuk kesalahan di masa lalu? minta maaf untuk apa? aku aja ga merasa pernah mengenal laki-laki ini," batin Rara sambil menatap Joe dengan lekat
"Maksud kamu apa ya mas? kamu mau minta maaf tentang apa sama aku? apa kita pernah saling kenal?"
"Minta maaf untuk kejadian yang menimpa kamu dan Adit, saya akan meminta maaf dengan tulus kepada kamu karena sudah melibatkan kamu di kejadian malam itu"
Mendengar hal tersebut sontak saja membuat Rara langsung memasang wajah serius
"Maksud kamu apa ya mas? kejadian apa yang kamu maksud?" tanya Rara dengan tegas
"Astaga!! saat perempuan polos seperti dia bersikap tegas seperti ini membuat dia terlihat semakin menarik, dalam sekali lihat aku bisa menyimpulkan bahwa dia jauh lebih menarik dari Adel." batin Joe sambil tersenyum tipis
Jonathan memang sudah bertekad untuk menjalani hidupnya bersama Adel demi kedudukan yang sudah dia raih, tetapi jiwanya sebagai seorang pemain langsung membuat dia merasa tertarik terhadap Rara. Dia merasa kedua wanita tersebut sama-sama cantik tapi memiliki kepribadian yang sangat bertolak belakang, dan di mata Jonathan Rara mempunyai nilai plus karena terlihat cantik alami
__ADS_1
"Karena saya adalah orang yang merencanakan kejadian di malam itu, dan saya ingin bertemu kamu untuk menyampaikan permintaan maaf saya dengan tulus kepada kamu"