
Adit yang baru saja selesai membeli minuman memang tidak bisa mengetahui apa yang sedang di bicarakan Rara bersama sang buah hati, dia hanya bisa melihat bahwa mereka berdua terlihat tersenyum bahagia sambil saling berpelukan. Adit bisa merasa yakin dengan ketulusan yang Rara miliki untuk sang buah hati
"Kamu pantas untuk mendapatkan kebahagiaan dan kasih sayang dari semua orang sayang karena kamu adalah perempuan yang baik, aku benar-benar merasa beruntung karena tidak melepaskan kamu di dalam kehidupan aku ini." batin Adit sambil tersenyum tipis
Adit pun mulai melangkahkan kakinya ke arah mereka
"Waduh ada apa ini? kok pakai acara pelukan segala sih?" tanya Adit lalu tersenyum tipis
Rara dan Haikal langsung melepaskan pelukan mereka dan Haikal langsung menatap ke arah sang papa dengan sebuah senyuman yang penuh arti
"Gimana tante kita kasih tau ke papa apa ga usah ya?" tanya Haikal sambil menatap ke arah Rara
"Terserah kamu aja sayang," jawab Rara
Adit pun langsung mengerutkan keningnya melihat sikap mereka berdua
"Kok gitu sih? kasih tau papa juga dong sayang"
Haikal pun langsung menatap ke arah Adit sambil mengerucutkan bibirnya seperti sedang memikirkan sesuatu
"Maaf ya pah sepertinya Ical ga boleh bilang ini ke papa, soalnya ini rahasia antara aku sama tante Rara pah." ucap Haikal lalu tertawa lepas
Adit yang tidak tau apapun hanya bisa mengalah karena melihat sang buah hati bahagia, hari itu mereka lalui dengan sangat baik dan bahagia tanpa ada satu hambatan yang berarti. Setelah puas bermain mereka bertiga kembali ke kediaman mereka
Malam itu Haikal meminta untuk tidur di kamar yang berbeda dengan Adit tidak seperti biasanya, dia juga meminta Rara untuk menemani dirinya sebelum dia tertidur. Rara kembali ke kamar utama di rumah mewah tersebut setelah Haikal benar-benar tertidur dengan pulas
"Ical sudah tidur sayang?"
"Ya mas"
Rara pun mulai naik ke atas tempat tidur dan Adit pun langsung memeluk tubuh Rara dengan erat
"Apa kamu lelah main seharian sama Ical sayang?" tanya Adit dengan lembut
__ADS_1
"Ga lah mas aku malah senang karena Ical bisa menerima aku dengan baik," jawab Rara dengan tulus
Tiba-tiba saja Adit mulai melepaskan sebuah senyuman yang penuh arti dan membuat Rara mengerutkan keningnya melihat hal tersebut
"Kamu kenapa sih mas?"
"Seharian ini kamu sudah main sama Ical terus dan mengabaikan aku sayang"
"Kamu ngomong apa sih mas? aku kan sudah lama ga ketemu Ical jadi wajar dong kalau aku kasih dia perhatian yang lebih"
"Iya sih tapi kan kamu juga bilang kalau kamu ga merasa lelah sayang"
"Terus maksud kamu apa sih mas?"
"Boleh ga mas Adit minta kamu main sama mas Adit malam ini sayang?" tanya Adit dengan senyuman yang menggoda
Rara hanya bisa terdiam sambil mengerutkan keningnya
"Boleh ya sayang? soalnya aku mau cepat-cepat kasih adik untuk Ical sayang," ucap Adit dengan manja
"Kalau kamu ga mau juga ga masalah kok sayang, kita istirahat aja ya sudah malam"
Adit memang memilih untuk mengalah dengan gejolak yang sedang dia rasakan pada saat itu, dia tidak ingin memaksa kehendak dirinya terhadap Rara karena diamnya Rara dia anggap sebagai sebuah penolakan. Adit pun mulai merapikan selimut untuk menutupi tubuh Rara dengan baik
"Yakin kita mau istirahat aja mas? apa kamu ga mau ambil jatah kamu?" tanya Rara dengan senyuman yang terlihat sangat manis
Adit seperti sulit untuk menelan salivanya sendiri saat melihat senyuman Rara yang terlihat sangat manis di matanya
"Apa kamu kasih izin sayang?"
Rara pun menjawab dengan anggukan kepalanya sambil tersenyum hangat dan mereka memulai penyatuan mereka di malam itu, entah mengapa kini Adit selalu ingin melakukan penyatuan terhadap istrinya bila dia berdekatan dengan sang istri
Setelah beberapa saat Adit pun mulai menjatuhkan tubuhnya yang telah lemas tepat di samping tubuh Rara, dia langsung memeluk tubuh Rara dengan erat lalu mencium ujung kepala Rara dengan lembut
__ADS_1
"Terima kasih ya sayang," ucap Adit dengan lembut
Rara hanya tersenyum lalu membenamkan wajahnya ke dada bidang sang suami, kehidupan mereka kini benar-benar terasa bahagia dan sempurna
Semenjak hari itu Rara akan selalu hadir untuk mendampingi Adit saat sang suami sedang bertemu dengan Haikal, ketulusan hati Rara membuat Adit bisa merasa tenang membiarkan sang buah hati berdekatan dengan Rara. Sedangkan Haikal benar-benar terlihat nyaman berada di dekat Rara
Waktu pun terus berlalu dan kini Adit mulai mendapatkan penekanan dari keluarga besarnya untuk memperkenalkan Rara kepada seluruh anggota keluarga mereka, sang papa menekankan untuk membawa Rara secepat mungkin ke kediaman mereka atau mereka sendiri yang akan datang menemui sang menantu tanpa adanya Adit
Sudah pasti Adit tidak ingin hal tersebut sampai terjadi, dia tidak ingin Rara merasa tertekan bila hal tersebut sampai terjadi dan Adit mengatakan bahwa pada besok malam dia akan membawa Rara makan malam di kediaman sang orang tua
Di sisi lain Adit mulai dapat penekanan dari kedua orang tuanya untuk membawa Rara ke kediaman keluarga Erlangga, bagaimana pun juga Adit harus mulai mengenalkan perempuan yang telah menjadi istrinya kepada keluarga besarnya. Mereka sepakat untuk berkumpul di hari yang telah di tentukan
Saat pulang kerja Adit sudah mulai menunjukkan gelagat yang sedikit aneh di mata Rara, Adit terlihat seperti ingin menyampaikan sesuatu tetapi selalu dia urungkan niatnya tersebut. Setelah makan malam dan mereka berada di ruang keluarga Rara pun mulai membuka suara
"Kamu sebenarnya kenapa sih mas?"
"Aku kenapa sayang?" tanya Adit sambil tersenyum canggung
"Kamu itu dari tadi mau ngomong tapi ga jadi terus mas, apa kamu ada masalah di kantor mas?"
Adit pun langsung menggelengkan kepalanya
"Terus kamu kenapa mas?"
"Orang tua minta aku untuk bawa kamu ke rumah meraka sayang," ucap Adit dengan hati-hati
Sudah pasti perasaan takut langsung menghampiri hati Rara saat dia mendengar hal tersebut dan itu semua bisa terlihat dengan jelas melalui ekspresi wajah Rara saat itu
"Mereka cuma mau mengenalkan kamu ke keluarga besar aku aja kok," lanjut Adit
"Tapi apa mereka bisa terima aku mas? hampir semua keluarga kamu pasti kenal sama aku, aku kan adik dari mantan istri kamu mas." ucap Rara lirih
Adit pun langsung membuat tubuh Rara masuk ke dalam pelukan hangatnya
__ADS_1
"Kamu ngapain punya pemikiran seperti itu sih sayang? mereka semua pasti bisa menyambut kamu dengan baik karena kamu istri aku," ucap Adit dengan lembut lalu mencium ujung kepala Rara
Rara tidak bisa berbohong bahwa hatinya merasa sedikit takut untuk mengahadapi hal tersebut, tetapi Adit terus meyakinkan Rara bahwa dia tidak perlu khawatir tentang apapun karena dia akan selalu ada di samping Rara