
Adit tidak mungkin berdiam diri melihat posisi sang kakak jadi tersudutkan
"Bukannya dulu papa yang melarang aku menggunakan nama besar keluarga Erlangga ataupun semua fasilitas yang ada"
"Apapun alasan kita tidak boleh diam saja ada yang mempermainkan kamu Adit!!"
"Sebenarnya semua salah aku pah, mbak Wulan bahkan sudah membantu sebisa mungkin dengan memberikan semua informasi yang valid ke aku. Tapi untuk saat ini tujuan utama aku hanya menemukan istri aku pah," jawab Adit dengan yakin
Sang papa menatap ke arah Adit dengan lekat
"Sebenarnya ini juga kabar baik untuk aku, kalau tidak ada kejadian ini entah kapan Adit baru bersedia menjadi pengganti aku untuk memimpin di perusahaan kami." ucap sang papa di dalam hatinya
"Apa kamu sudah yakin mau mempertahankan anak itu sebagai istri kamu?" tanya sang papa dengan tegas
"Iya pah," jawab Adit penuh keyakinan
"Papa akan mengikuti apa yang terbaik menurut kamu"
"Terima kasih pah"
"Lalu bagaimana dengan perusahaan kebanggaan kamu itu? papa dengar kalau perusahaan kamu itu berjalan dengan baik, bahkan saat ini sudah mulai memiliki nama"
"Aku sudah menemukan orang yang tepat untuk menggantikan posisi aku di perusahaan itu pah"
Sang papa pun tertawa bahagia mendengar hal tersebut karena itu sudah menjadi keinginan dirinya sedari lama, sedari kecil Adit memang sudah di tentukan untuk menjadi sang penerus. Tetapi sang papa juga tidak bisa melarang Adit melakukan apa yang ingin dia lakukan
"Ini baru anak papa, jadi kapan kamu akan mulai bergabung dengan perusahaan kita Dit?" tanya sang papa sumringah
"Secepatnya aku akan langsung bergabung dengan perusahaan keluarga kita pah," jawab Adit dengan yakin
Sang papa menganggukkan sedikit kepalanya
"Perusahaan kamu mungkin bisa berkembang dengan baik, tapi bagaimana pun juga perusahaan keluarga kita ga bisa kamu bandingkan dengan perusahaan kamu itu. Jadi kamu harus banyak belajar dari mbak mu ya Dit, selama ini mbak mu bisa menjalankan perusahaan kita dengan baik." ucap sang papa dengan yakin
Wulan pun langsung menatap ke arah sang papa dengan kedua bola mata yang berbinar-binar, sedangkan Adit melirik sekilas ke arah Wulan
__ADS_1
"Selamat ya mbak, karena sekarang kamu sudah mendapatkan apa yang selama ini kamu inginkan." ucap Adit di dalam hatinya sambil tersenyum
"Untuk kamu Wulan papa harap kamu ga berkecil hati karena Adit akan mengambil posisi yang selama ini kamu pegang, papa minta kamu untuk selalu mendampingi adik kamu yang satu ini." ucap sang papa dengan tegas
"Aku paham pah," jawab Wulan lalu tersenyum dengan tulus
"Karena cuma pengakuan dari papa yang aku butuhkan pah, aku sama sekali ga pernah bermimpi untuk menjadi pemimpin keluarga kita." ucap Wulan di dalam hatinya
"Kalian berdua adalah anak papa, jadi kalian harus bisa membuktikan dan membuat papa bangga dengan kalian." ucap sang papa sambil tersenyum
Baik Adit maupun Wulan secara serentak menganggukkan kepalanya, untuk pertama kalinya sang papa mengatakan kepada kedua anaknya alasan dirinya menentukan Adit sebagai pengganti dirinya. Hal tersebut bukan karena Wulan terlahir sebagai seorang anak perempuan tetapi karena sang papa merasa Adit adalah pembawa keberuntungan di dalam keluarganya
"Ternyata itu alasan papa dari dulu memilih Adit sebagai pengganti papa, aku salah sangka dan berpikiran karena aku terlahir sebagai seorang perempuan. Alasan papa masuk akal, aku masih ingat kehidupan kami saat aku masih kecil benar-benar jauh berbeda." ucap Wulan di dalam hatinya
Mereka pun keluar dari ruangan tersebut setelah semua di anggap telah selesai, lalu tiba-tiba saja Wulan memegang salah satu tangan Adit
"Ada apa mbak?"
"Mbak perlu bicara bicara empat mata sama kamu"
"Ada apa mbak?"
"Mbak cuma mau tau alasan kamu dulu menolak posisi ini?" tanya Wulan dengan wajah serius
Adit pun tersenyum hangat
"Apa kamu melakukan itu demi mbak Dit?"
Adit pun menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali, sedangkan Wulan yang sudah menduga hal tersebut masih tetap merasa sedikit terkejut
"Tapi sekarang mbak sudah mendapatkan apa yang mbak inginkan dari papa kan mbak?"
"Tapi apa kamu tau Dit? yang kamu lakukan itu adalah sesuatu yang konyol," jawab Wulan lalu tertawa kecil
"Ga ada yang namanya konyol untuk saudara mbak"
__ADS_1
Wulan pun tertawa kecil dia tidak menyangka bahwa adik yang selama ini sering dia anggap tidak mengerti apapun, bahkan telah melakukan sebuah pengorbanan yang besar untuk dirinya. Wulan pun menatap ke arah Adit dengan senyuman yang tulus
"Terima kasih ya Dit, kamu sudah mewujudkan mimpi mbak." ucap Wulan dengan tulus
"Aku akan melakukan apapun untuk menjaga kebahagiaan keluarga kita mbak"
Wulan langsung memberikan senyuman yang terlihat meledek
"Ya mbak percaya dan sekarang kamu bersedia berada di posisi itu untuk mengejar kebahagiaan kamu sendiri kan?"
Adit pun tertawa lepas
"Memang cuma mbak yang selalu mengerti tentang aku"
Mereka berdua pun tertawa dengan lepas tanpa ada sedikit pun beban di dalam hati mereka masing-masing
"Mbak ga tau harus bilang kamu bodoh atau terlalu baik Dit, demi mbak kamu bahkan dulu ga merasa ragu untuk melawan keinginan papa. Mbak benar-benar merasa bersyukur memiliki adik seperti kamu," ucap Wulan di dalam hatinya sambil tersenyum hangat
Di saat Adit sedang merasa bahagia karena langkah dirinya untuk menemukan Rara semakin dekat, di tempat yang berbeda Adel sedang menghabiskan malam panasnya bersama Jonathan. Entah mengapa laki-laki tersebut bisa merasakan bahwa semua sikap Adel di malam itu sangatlah berbeda
Jonathan yang sudah mencapai pelepasannya mencoba mengatur nafasnya terlebih dahulu, lalu dia mulai menatap ke arah Adel dengan seksama
"Kamu sebenarnya lagi kepikiran tentang apa sih sayang?" tanya Joe dengan lembut
Adel pun menatap ke arah Jonathan sambil tersenyum lalu menggelengkan kepalanya
"Aku ga bisa berbohong kalau semua ucapan mas Adit membuat aku benar-benar merasa tidak tenang, sebaiknya aku coba bahas tentang itu semua ke Joe. Aku ga mau kalau ucapan mas Adit jadi duri di dalam hubungan kami," ucap Adel di dalam hatinya
"Kamu ga usah bohong sama aku sayang, aku bisa merasakan kalau malam ini kamu bersikap sedikit aneh"
"Sebenarnya tadi siang mas Adit ada mengucapkan sesuatu dan kata-kata dari mas Adit membuat aku sedikit kepikiran sayang"
"Memang dia ada bilang apa sama kamu sayang?" tanya Joe sambil mengerutkan keningnya
"Dia bilang ke aku kalau dia akan mengambil Ical setelah aku menikah sama kamu sayang," ucap Adel dengan wajah bersedih
__ADS_1
Jonathan pun tersenyum puas di dalam hatinya, dia merasa bahwa wanita yang berada di dalam pelukannya saat itu benar-benar sudah berhasil dia taklukan hingga hanya bisa bergantung kepada dirinya