Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Amarah Adit


__ADS_3

Hati Adit sudah terasa tak menentu pada saat itu karena terlalu banyak yang sedang membebani hatinya, dia pun melajukan mobilnya dengan lebih cepat ke arah kediaman lama mereka


"Aku harap kamu ga melakukan sesuatu yang berlebihan Del!! jangan membuat aku benar-benar merasa kecewa sama aku!!" ucap Adit di dalam hatinya sambil mengeraskan rahangnya


Adit pun tiba di kediaman lama mereka tetapi dia langsung menepikan mobilnya tak jauh dari depan rumah tersebut, dia melakukan hal tersebut karena ada sebuah mobil yang terlihat sangat mewah baru saja berhenti tepat di depan gerbang rumah tersebut


"Mobil siapa itu?" gumam Adit sambil terus memperhatikan mobil tersebut


Adit melihat seorang pria muda dengan wajah yang sangat tampan turun dari mobil tersebut, pria tersebut mengitari depan mobil tersebut hanya untuk membukakan pintu demi seorang wanita yang tak lain adalah Adel


"Siapa laki-laki itu? kenapa Adel bisa pulang di antar sama dia? kurang ajar!! apa itu artinya mereka menghabiskan malam bersama?" batin Adit sambil mengeraskan rahangnya


Entah apa yang merasuki Adit pada saat itu yang pasti hatinya benar-benar terasa panas melihat itu semua, pada saat itu api amarah sudah berhasil menguasai hati Adit sepenuhnya. Hingga Adit lupa bahwa dia sudah tidak mempunyai hak sama sekali untuk ikut campur dengan semua urusan pribadi Adel


Dengan penuh amarah Adit pun turun dari mobilnya dan melangkahkan kakinya dengan cepat ke arah mereka, dia pun langsung memegang salah satu tangan Adel


"Kamu harus jelasin ke aku sekarang juga siapa laki-laki ini?" tanya Adit penuh penekanan


Adel pun membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna karena merasa terkejut melihat Adit ada di tempat itu


"Jelasin ke aku siapa laki-laki ini?!!" teriak Adit sekuat tenaga


Pada saat itu untuk pertama kalinya selama mereka saling mengenal Adit berteriak kepada Adel, hal tersebut membuat harga diri seorang Adel menjadi sedikit terluka


"Lepasin tangan aku mas," ucap Adel dengan tegas sambil menatap tajam


Bukannya melepaskan tangan Adel tetapi yang Adit lakukan pada saat itu adalah memegang tangan Adel dengan sangat kuat


"Tangan aku sakit mas," ucap Adel sambil meringis


Melihat hal tersebut secara spontan Jonathan pun langsung memegang tangan Adit yang sedang memegang tangan Adel


"Dia bilang sakit, jadi lepasin tangan dia sekarang juga." ucap Joe penuh penekanan


Adit pun langsung menatap Jonathan dengan tatapan membunuhnya

__ADS_1


"Ini urusan kami berdua, saya harap kamu ga ikut campur di dalam urusan kami." jawab Adit dengan tegas


Jonathan pun tersenyum sinis


"Kamu salah, semua yang berurusan sama dia akan menjadi urusan saya juga"


Adit yang sudah di butakan oleh api amarah langsung melepaskan tangan Adel dan memberikan sebuah bogem mentah tepat di wajah tampan Jonathan


"Saya sudah bilang kalau ini bukan urusan kamu!!" teriak Adit penuh amarah


Adit yang menyerang secara mendadak membuat Jonathan tidak bisa membuat pertahanan sama sekali, dia pun langsung tersungkur di atas lantai


"Bangun kamu bajingan!!"


Adit yang masih merasa belum puas tidak berniat untuk berhenti sampai di situ, dia mulai melangkahkan kakinya ke arah Jonathan yang masih tidak berdaya


Adel tau dengan pasti apa yang akan Adit lakukan pada saat itu dan tidak mungkin dia akan berdiam diri, dengan sekuat tenaga Adel berusaha mendorong tubuh Adit untuk menjauh dari Jonathan. Adel pun langsung menghadap ke arah Jonathan


"Apa anda baik-baik saja pak?" tanya Adel dengan wajah cemas


"Apa-apaan kamu Adel?!!" teriak Adit


Adel yang sudah habis kesabaran pun langsung melayangkan tangannya ke pipi Adit dengan sangat kuat


Plak...


Sebuah tamparan yang membuat Adit langsung menghentikan niat awalnya untuk menghajar Jonathan habis-habisan, Adit pun langsung menatap tajam ke arah Adel


"Kamu berani tampar aku hanya demi laki-laki ini Del?" tanya Adit penuh penekanan


"Ya mas, aku bahkan ga akan ragu untuk menampar kamu lagi kalau kamu masih berbuat onar di tempat ini." jawab Adel dengan tegas


Adit pun hanya bisa terdiam sambil mengeraskan rahangnya


"Kamu benar-benar sudah gila Adel!!" maki Adit di dalam hatinya

__ADS_1


Tanpa memperdulikan bahwa Adit masih berada di tempat itu Adel langsung membantu Jonathan untuk bangkit, Adit pun tersenyum sinis melihat hal tersebut. Pada saat itu hati Adit benar-benar terasa sakit, dia tidak pernah menyangka bahwa Adel sanggup berbuat sejauh itu hanya demi laki-laki lain


Adit berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan gejolak yang dia rasakan di dalam hatinya, sedangkan Adel langsung menatap ke arah Adit dengan wajah serius setelah dia berhasil membantu Jonathan untuk berdiri


"Sebenarnya apa mau kamu mas? apa kamu ga merasa malu sudah membuat keributan seperti ini?" tanya Adel dengan tegas


Adit pun tersenyum sinis


"Kamu berani membahas masalah sama saya? mana yang lebih memalukan saya yang membuat keributan atau kamu yang pulang di jam segini di antar oleh seorang laki-laki?"


"Itu semua ga ada urusannya sama kamu mas"


"Jawab aku dengan jujur Del, apa kamu punya hubungan dengan laki-laki ini?" tanya Adit penuh penekanan


"Ya, dan aku rasa kamu pasti bisa menduga apa yang sudah kami lakukan di luar sana"


Adit pun hanya bisa terdiam sambil mengeraskan rahangnya


"Dan kamu harus ingat kalau saat ini kita sudah bercerai mas, jadi kamu sudah ga berhak untuk ikut campur dalam masalah pribadi aku." lanjut Adel dengan tegas


Apa yang Adel tunjukkan pada saat itu membuat harga diri maupun hati seorang Aditya Putra Erlangga menjadi hancur berkeping-keping


"Apa dia juga salah satu alasan kamu ga ada niat untuk mempertahankan rumah tangga kita? apa karena kamu merasa dia jauh lebih baik dari aku?" tanya Adit dengan sinis sambil menepuk pelan mobil Jonathan


"Apapun yang aku lakukan saat ini ga ada urusannya sama kamu mas, aku minta secara baik-baik kamu pergi dari sini sekarang juga." jawab Adel dengan tegas


"Hebat!! kamu benar-benar perempuan yang hebat Adel, mungkin aku yang terlalu bodoh sampai salah untuk menilai kamu selama ini." ucap Adit di dalam hatinya sambil mengeraskan rahangnya


Adit yang tidak ingin harga dirinya di permainan lebih jauh memilih untuk pergi meninggalkan mereka begitu saja, sedangkan Adel seperti tidak perduli sama sekali dengan apa yang di rasakan oleh Adit pada saat itu. Tanpa perduli bahwa Adit masih bisa melihat dirinya dia langsung memberikan perhatian kepada Jonathan


"Anda baik-baik saja kan pak?"


Jonathan menjawab dengan anggukan kepalanya


"Sebaiknya anda masuk dulu ke dalam pak, biar saya bantu untuk mengobati luka bapak"

__ADS_1


Jonathan menganggukkan kepalanya tanda setuju, sebelum dia masuk ke dalam rumah mewah tersebut dia menatap ke arah Adit yang masih memperhatikan mereka dari dalam mobilnya. Dan yang lebih gila lagi Jonathan memberikan senyuman penuh kemenangan ke arah Adit


__ADS_2