Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Mengabaikan Semua Tentang Rara


__ADS_3

Rara pun segera bangkit dan menggunakan apapun yang bisa dia pakai untuk menutupi bagian inti dari tubuhnya, rasa takut yang dia rasakan memaksa dia untuk secepat mungkin meninggalkan kamar itu dan masuk ke dalam kamarnya


Rara yang sudah berada di dalam kamarnya masih merasa takut dengan yang baru saja terjadi, dengan cepat dia pun segera mengunci pintu kamar tersebut. Rara pun menjatuhkan tubuhnya duduk di atas lantai dan mulai menangis dengan hebatnya


"Kamu jahat mas!! kamu adalah laki-laki paling jahat di dunia ini!! aku pikir belakangan ini kamu sudah bisa menerima keberadaan aku mas, tapi ternyata aku tetap seorang wanita murahan di mata kamu." ucap Rara di dalam hatinya


Kesalahan pahaman besar sedang terjadi di antara kedua orang tersebut, kurangnya komunikasi membuat mereka asik dengan pemikirannya masing-masing


"Jangan nangis Ra!! laki-laki seperti dia ga pantas untuk mendapatkan air mata kamu!! kamu minta aku pergi kan mas? aku akan pergi dan menghilang dari pandangan mata kamu untuk selamanya!!"


Rara tidak mau terpuruk dengan keadaan yang ada dia pun segera bangkit dan mulai berpakaian dengan benar, dia pun segera merapikan semua barang-barang miliknya yang berada di dalam kamar tersebut sambil sesekali menghapus air matanya yang terjatuh


Rara memastikan terlebih dahulu tidak ada suara apapun di luar sana sebelum dia keluar dari kamar tersebut, setelah yakin Adit berada di dalam kamarnya dia pun segera keluar dari dalam kamarnya. Untuk sesaat Rara terdiam dan memandangi kamar yang selama ini dia gunakan untuk terakhir kalinya


"Di dalam kamar ini ada sejuta kenangan aku sama kamu mas, tapi sekarang aku akan meninggalkan kamar ini untuk selamanya"


Rara pun melanjutkan langkah kakinya dan saat dia sudah membuka pintu apartemen tersebut dia pun menatap ke arah kamar Adit


"Aku harap kamu akan menemukan kebahagiaan kamu mas, aku janji aku akan pergi dan menghilang dari hadapan kamu untuk selamanya." ucap Rara di dalam hatinya sambil tersenyum getir


Rara pun meninggalkan apartemen tersebut untuk pergi dan menghilang dari semua orang bukan hanya dari pandangan mata Adit, dia merasa harus menenangkan hati dan pikirannya yang telah di buat hancur berantakan oleh laki-laki pertama yang berhasil mencuri hatinya


Di saat Rara sedang merasakan sakit yang teramat besar di dalam hatinya, di luar sana Adel sedang beradu kasih bersama Jonathan. ******* dengan ******* saling bersautan di antara mereka berdua, kamar itu menjadi saksi bisu mereka saling memuaskan satu sama lain


Jonathan yang sudah lemas setelah mencapai pelepasan pun menjatuhkan tubuhnya tepat di samping Adel, dia pun mencium kening Adel dengan sangat lembut

__ADS_1


"Terima kasih sayang," ucap Joe dengan nafas yang masih memburu


Adel yang masih polos pun langsung membenamkan wajah cantiknya di dada bidang laki-laki tersebut, untuk sesaat laki-laki tersebut mengatur nafasnya terlebih dahulu lalu mulai menatap ke arah Adel dengan lembut


"Weekend ini kamu ikut ya"


Adel pun langsung menatap ke arah Jonathan


"Kita mau pergi ke mana sayang?"


"Aku mau ajak kamu ke rumah orang tua aku, aku mau kenalin kamu ke semua anggota keluarga aku." ucap Joe dengan yakin


Adel tidak bisa memungkiri bahwa hatinya merasa sangat bahagia karena laki-laki tersebut menunjukkan keseriusan di dalam hubungan mereka, tetapi di sisi lain dia juga merasa bingung akan status dirinya yang sudah menjadi seorang janda dan mempunyai seorang anak


"Lagi mikirin apa sih sayang?" tanya Joe sambil mengeratkan pelukannya


Jonathan pun mencium ujung kepala Adel dengan sangat lembut


"Mereka pasti terima kamu dengan baik kok, lagi pula kamu ga usah takut sayang kan ada aku." ucap Joe dengan yakin


"Kamu yakin sayang?"


Jonathan menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali, tetapi tak lama kemudian tangan nakal laki-laki itu mulai bergerilya dengan bebas di tubuh Adel yang masih polos


"Kamu mau ngapain sayang?"

__ADS_1


"Mau melanjutkan ronde kedua sayang," bisik Joe dengan suara yang menggoda


Tanpa rasa malu sama sekali Adel melayani keinginan laki-laki tersebut, dia melakukan semua yang terbaik yang dia bisa untuk membuat laki-laki tersebut merasakan kepuasan. Karena Adel merasa bahwa sesaat lagi dia akan memiliki laki-laki tersebut sepenuhnya


Jonathan memang seorang pemain ulung karena dia tidak pernah gagal untuk mendapatkan wanita yang dia inginkan, tetapi dia tidak bisa memungkiri bahwa Adel bisa memberikan dia kepuasan melebihi yang lainnya. Hal tersebut yang membuat dirinya memilih Adel untuk melangkah ke tahap yang lebih serius


Sedangkan di tempat yang berbeda Adit yang masih terlelap di alam mimpi tidak menyadari kepergian Rara dari tempat itu, saat mentari mulai menyapa Adit pun mulai terjaga dari tidurnya dengan kepala yang masih terasa berat


"Sial!! kepala aku sakit banget karena semalam kebanyakan minum!!" maki Adit di dalam hatinya


Adit pun mulai teringat dengan semua yang telah dia lakukan terhadap Rara dan pagi hari Adit di sambut dengan hati yang merasa jengkel


"Karena alkohol aku jadi berbuat sesuatu yang berlebihan, tapi bagus juga dengan begini aku tau kalau dia ga bersedia ada di samping aku. Sepertinya ini lebih baik, untuk apa lagi aku berharap dengan perempuan yang seperti itu?!!" gerutu Adit di dalam hatinya


Adit pun mulai bangkit dari tempat tidur dan berpakaian dengan benar, dia pun melangkahkan kakinya ke luar di dari dalam kamarnya. Dia pun tidak bisa melihat keberadaan Rara seperti biasanya


"Dia belum bangun atau benar-benar sudah pergi dari sini ya?" tanya Adit di dalam hatinya


Tidak mau memusingkan hal tersebut Adit pun segera melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, saat dia akan kembali ke dalam kamarnya dia tetap tidak melihat teh yang biasa dia minum di pagi hari


"Terserah dia aja mau berbuat apapun yang dia mau, mulai detik ini aku akan belajar untuk tidak perduli dengan kamu lagi Ra"


Adit pun memilih untuk masuk ke dalam kamarnya dan segera berpakaian dengan rapi, saat dia keluar dari dalam kamarnya dia tetap tidak menemukan cangkir teh hangat seperti biasanya. Adit pun tersenyum sinis lalu pergi meninggalkan apartemen tersebut


Sesampainya Adit di kantor dia langsung menyibukkan dirinya dengan semua pekerjaan yang sedang menanti dirinya, Harun yang menyadari keanehan pada diri Adit sudah berusaha untuk bertanya tetapi Adit tetap mengunci rapat mulutnya

__ADS_1


Seharian penuh Adit menyibukkan dirinya untuk melupakan semua masalah yang sedang dia hadapi pada saat itu, dia sudah bertekad untuk mengabaikan semua tentang Rara. Walau pun sudah pasti itu semua tidak akan berlangsung dengan lama


__ADS_2