
Saat itu Jonathan memilih untuk berkata jujur, karena dia yakin perempuan seperti Adel akan semakin menggila bila dia memilih untuk terus berbohong. Sedangkan Adel langsung memasang wajah penuh amarah
"Jadi ini maksud ucapan mas Adit waktu itu, jadi selama ini aku sudah menjadi orang yang egois dan melimpahkan semua kesalahan ke mereka berdua. Padahal saat itu mereka berdua cuma korban," batin Adel
Cukup lama juga Adel hanya terdiam dengan penyesalan bersarang di dalam hatinya, sedangkan Jonathan memilih untuk diam dan menunggu sikap Adel selanjutnya. Setelah cukup lama Adel pun mulai menatap tajam ke arah Jonathan
"Apa kamu sudah gila Joe? kenapa kamu melakukan itu semua?!!" teriak Adel sekuat tenaga
Jonathan yang juga sudah di bawah pengaruh alkohol sedikit tidak terima dengan ucapan Adel pada saat itu
"Aku gila Del? ya, aku memang sudah gila!! tapi aku jadi gila karena kamu!!"
Adel hanya terdiam dengan eksepsi wajah yang sama
"Aku jadi gila karena kamu selalu menolak aku dengan alasan kamu sudah punya suami!! aku jadi gila membayangkan kamu berhubungan badan dengan suami kamu itu!! aku sampai melakukan hal gila cuma untuk mendapatkan kamu Adel!!"
"Kamu benar-benar gila Joe!! perbuatan kamu bukan cuma sudah menghancurkan rumah tangga aku, tapi aku juga bersikap seperti orang bodoh yang merasa benar di hadapan mereka"
Jonathan pun mulai memasang wajah memelas
"Apa aku salah kalau aku berusaha untuk mendapatkan kamu sayang? semua aku lakukan karena aku benar-benar mencintai kamu" ucap Joe lirih
Adel pun memberikan senyuman yang terlihat sinis
"Jadi kamu membenarkan perbuatan kamu dengan alasan cinta? apa kamu ga merasa kalau itu semua terdengar konyol?"
"Konyol kamu bilang Del? apa mencintai seseorang kamu anggap itu sebagai sesuatu yang konyol?"
"Apapun alasan yang kamu pakai saat ini tidak bisa membuat apa yang sudah kamu lakukan menjadi sesuatu yang benar, dan asal kamu tau Joe. Perempuan yang kamu pakai untuk menjebak mas Adit malam itu adalah adik kandung aku sendiri," ucap Adel lirih
Jonathan membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna karena merasa terkejut, dia sendiri memang tidak mengetahui tentang hal tersebut. Perempuan yang di pakai untuk menjebak Adit hanya di pilih secara acak oleh bawahannya
__ADS_1
"Sial!! kenapa bisa jadi runyam begini sih? kalau begini bisa-bisa rencana kami untuk menikah pun bisa jadi berantakan!! ga boleh, aku ga bisa diam aja membiarkan itu semua terjadi!!" gerutu Joe di dalam hatinya
FLASH BACK
"Bawa perempuan itu kesini"
Jonathan tersenyum puas mendengar hal tersebut karena berpikir bahwa kini dia sudah mengantongi restu dari sang papa untuk menikahi Adel
"Karena kamu sudah membuat keputusan besar di dalam hidup kamu, jadi papa juga akan memberikan sebuah tantangan besar di dalam hidup kamu Joe." ucap sang papa dengan serius
"Maksud papa?" tanya Joe sambil mengerutkan keningnya
"Papa memberikan tantangan ke kamu dengan tidak boleh ada kata gagal di dalam pernikahan ini"
"Aku kurang paham maksud papa"
"Pertama papa tidak mau mendengar kalau kamu batal menikah dengan perempuan itu," ucap sang papa dengan tegas
"Kedua papa mau umur pernikahan kalian minimal selama lima tahun, atau papa akan menganggap kamu sebagai seseorang yang telah gagal." lanjut sang papa
Sontak saja Jonathan pun langsung memasang wajah keberatan
"Maksud papa apa sih? kenapa aku di bilang sebagai orang yang gagal kalau itu sampai terjadi? kita ga ada yang pernah tau apa yang akan terjadi pah"
Sang papa memberikan sebuah senyuman yang terlihat sedikit meremehkan
"Kalau ini semua sampai gagal alasan utamanya pasti ada di kamu Joe, jadi buktikan ke papa kalau kamu adalah orang yang bisa di andalkan dan bertanggung jawab. Kalau kamu sampai gagal maka papa akan memikirkan ulang tentang posisi kamu sebagai penerus papa"
Jonathan terlihat terdiam untuk memikirkan ucapan sang papa
"Kalau aku sampai mundur saat ini pasti papa akan meremehkan aku, jadi sekarang intinya pernikahan ini tidak boleh sampai gagal. Sebaiknya aku mulai mengurangi semua kegiatan liar aku di luar supaya aku bisa memenuhi tantangan dari papa, lagi pula aku yakin ini tidak akan sulit karena Adel sudah mencintai aku sepenuh hati." batin Joe
__ADS_1
"Apa kamu berani terima tantangan dari papa Joe?" tanya sang papa dengan tegas
"Aku siap pah," jawab Joe dengan yakin
Pada saat itu Jonathan memiliki kepercayaan diri yang besar bisa memenuhi tantangan dari sang papa dengan mudah, dia yakin bahwa Adel sudah sepenuhnya dia taklukan
FLASH OFF
Adel menatap Jonathan dengan kedua bola matanya yang telah berkaca-kaca dan penuh rasa kekecewaan, bagaimana pun juga laki-laki tersebut telah membuat dia mengambil sebuah keputusan besar di dalam hidupnya. Sebuah keputusan besar yang dia ambil di atas sebuah kebohongan besar
Pada saat itu Jonathan sedang memutar otaknya dengan sangat keras untuk membuat Adel tetap menjalankan pernikahan mereka, dia tidak mau Adel membuat posisi dirinya menjadi dalam bahaya
"Aku mau pulang dan kamu ga perlu mengantar aku pulang, aku rasa aku juga aku harus memikirkan ulang tentang pernikahan kita." ucap Adel dengan tegas
Adel yang sedang merasa kecewa ingin secepatnya meninggalkan tempat itu, melihat hal tersebut dengan cepat Jonathan langsung memeluk tubuh Adel dengan sangat erat
"Aku minta maaf sama kamu ya sayang, aku benar-benar mencintai kamu sampai memikirkan semua hal gila untuk memisahkan kamu sama suami kamu. Tapi aku benar-benar ga tau kalau perempuan itu adik kamu, aku cuma memikirkan cara supaya bisa bersama kamu." ucap Joe lirih
"Apa yang namanya cinta bisa di mulai dari sebuah kebohongan Joe? aku minta kamu lepasin aku dan saat ini aku butuh waktu untuk memikirkan semuanya," ucap Adel dengan tegas
Sudah pasti kata-kata yang Adel ucapakan pada saat itu membuat Jonathan tidak mungkin akan melepaskan Adel dengan sangat mudah, karena dengan begitu posisi dirinya sebagai sang penerus pun akan menjadi terancam. Jonathan langsung menarik tangan Adel untuk masuk ke dalam mobilnya
"Lepasin tangan aku!!"
Sekuat apapun Adel meronta dan berteriak tidak bisa membuahkan hasil apapun karena perbedaan kekuatan mereka yang terlalu jauh, Adel pun harus berakhir di dalam mobil laki-laki tersebut dan Jonathan langsung membawa Adel pergi dari tempat itu
"Apa-apaan sih kamu? kamu pikir kamu bisa memaksakan kehendak kamu sama aku!!" teriak Adel
Adel terus saja berteriak agar laki-laki tersebut mengehentikan mobilnya dan Jonathan pun akhirnya menepikan mobilnya, laki-laki tersebut menatap ke arah Adel dengan tatapan mata penuh rasa penyesalan
"Aku tau kalau yang sudah aku lakukan itu memang salah, tapi kamu juga harus mengerti posisi aku? coba kamu bayangkan kalau kamu jadi aku?" ucap Joe lirih
__ADS_1