Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Alasan Konyol


__ADS_3

Mendengar penjelasan dari Jonathan membuat Rara langsung menatap ke arah sang kakak dengan tatapan mata yang sulit di artikan


"Apa mbak Adel dengar yang laki-laki ini katakan mbak?" tanya Rara dengan tegas


Adel pun membuang nafasnya kasar lalu menatap ke arah Rara dengan wajah serius


"Kurang lebih mbak bisa tau apa yang ada di dalam pikiran kamu saat ini Ra, tapi mbak juga ga tau apapun tentang malam itu dan mbak baru tau semuanya tadi malam. Itu juga alasan mbak membawa calon suami mbak untuk ketemu kamu, karena calon suami mbak punya itikad baik untuk meminta maaf sama kamu." jawab Adel dengan tegas


Rara pun tersenyum sinis mendengar ucapan sang kakak dengan wajah tanpa rasa bersalah sama sekali, tanpa menunggu perintah kedua bola mata Rara pun mulai berkaca-kaca


"Aku penasaran apa mbak masih ingat bagaimana sikap mbak ke aku setelah kejadian itu mbak?"


Adel hanya terdiam dengan ekspresi wajah yang sama tanpa rasa bersalah sama sekali


"Apa mbak lupa sebagai seorang kakak mbak ga mau mendengarkan penjelasan dari aku sama sekali mbak? apa mbak tau apa aja yang harus aku lalui selama ini karena hal itu mbak?!!" tanya Rara dengan sedikit berteriak


Mendengar Rara sudah berteriak membuat sang pengawal pribadi langsung menghampiri meja mereka, dia tidak bisa membiarkan Rara berada di dalam masalah sekecil apapun sesuai perintah yang Adit berikan kepada dirinya. Dengan sigap dia pun berdiri tepat di samping meja mereka


"Apa ibu baik-baik saja?" tanya orang tersebut dengan sopan


Rara pun menatap ke arah orang tersebut lalu menganggukkan sedikit kepalanya


"Saya baik-baik saja dan ini urusan pribadi saya, saya harap kamu kembali ke tempat kamu dan meninggalkan kami." ucap Rara dengan tegas


Sang pengawal pribadi menganggukkan sedikit kepalanya tanda bahwa dia mengerti dan segera kembali ke tempat semula, tetapi dia langsung mengabarkan tentang hal tersebut kepada sang pemimpin kepala pengawal pribadi yang bertugas mendampingi Adit


Di tempat yang berbeda Adit baru saja menyelesaikan sebuah pertemuan penting, pada awalnya mereka akan melanjutkan dengan acara makan siang bersama. Tetapi Adit yang menerima kabar tentang Rara langsung berpamitan dan pergi menuju ke tempat Rara berada


"Kalian berdua benar-benar kurang ajar!! apa kalian berdua sedang menguji kesabaran aku? apa yang sebenarnya kalian lakukan terhadap Rara saat ini? kenapa laporan dari pengawal Rara bilang kalau Rara terlihat seperti akan menangis?" batin Adit sambil mengeraskan rahangnya

__ADS_1


"Aku bersumpah akan membalas kalian berdua dengan cara yang jauh lebih menyakitkan kalau kalian berdua berani macam-macam terhadap Rara!!"


"Apa masih jauh?" tanya Adit penuh penekanan


"Sebentar lagi kita akan segera sampai pak, karena kebetulan tempat pertemuan mereka tidak terlalu jauh dari sini pak"


"Lebih cepat lagi, saya mau secepatnya sampai di tempat itu." ucap Adit dengan tegas


"Baik pak"


Sedangkan Rara saat itu sedang berusaha sekuat tenaga untuk tidak menjatuhkan air matanya di hadapan kedua orang tersebut, dia tidak ingin menunjukkan air matanya di hadapan sang kakak yang masih saja terlihat sedikit sombong setelah mengetahui semua kebenaran yang ada


"Tolong jangan menyalahkan Adel di dalam permasalahan ini karena semua ini seratus persen adalah kesalahan saya, apa kamu ingin saya melakukan sesuatu untuk melihat ketulusan saya?" ucap Joe dengan yakin


Rara langsung menatap ke arah Jonathan dengan tatapan mata yang tajam, saat itu Rara terlihat tidak memiliki perasaan takut sama sekali dari apa yang dia tunjukkan


"Apa alasan kamu melakukan hal itu terhadap kami?" tanya Rara dengan tegas


Akting yang Jonathan Perkasa lakukan pada saat itu benar-benar terlihat sangat sempurna, tetapi Rara memberikan senyuman yang terlihat sinis


"Alasan kamu terlalu konyol untuk di dengar karena yang namanya cinta tidak bisa di miliki dengan cara kotor seperti itu, perbuatan gila kamu itu hanya menguntungkan diri kamu sendiri dan merugikan banyak pihak." ucap Rara dengan tegas


"Saya tau kalau cara yang saya lakukan untuk mendapatkan Adel salah, itu juga alasan saya meminta maaf sama kamu dengan tulus"


Rara pun membuang nafasnya dengan kasar untuk mengurangi amarah yang sedang dia rasakan


"Karena kamu sudah meminta maaf saya rasa urusan di antara kita berdua sudah selesai karena bagaimana pun juga semua sudah terjadi"


"Terima kasih," ucap Joe lalu tersenyum

__ADS_1


Rara pun langsung menatap ke arah Adel


"Tapi aku rasa urusan mbak Adel sama aku belum selesai mbak," ucap Rara dengan serius


Jauh di dalam lubuk hati Rara saat itu hanya berharap Adel mau mengucapkan permintaan maaf walaupun hanya satu kali saja, hatinya membutuhkan hal tersebut agar hatinya benar-benar bisa melupakan semua yang telah terjadi


"Apa maksud kamu Ra? jangan bilang kalau kamu mau mbak meminta maaf sama kamu, mbak juga cuma korban di kejadian itu Ra." ucap Adel dengan tegas


"Kita sama-sama korban di kejadian itu mbak, tapi apa mbak Adel ga merasa punya salah sama aku mbak?" tanya Rara lirih


Saat itu harga diri Adel memaksa dia untuk tidak mengakui kesalahan yang sudah dia lakukan, bagaimana pun juga dia tidak mau meminta maaf dengan Rara yang dia anggap hanya seorang gadis kecil. Adel pun memberikan sebuah senyuman yang terlihat sedikit sombong di hadapan Rara pada saat itu


"Apa kamu sudah ga waras Ra? ga mungkin mbak harus minta maaf sama kamu Ra, sedangkan mbak sendiri ga tau apa-apa tentang kejadian itu." ucap Adel dengan tegas


"Tapi apa mbak sudah lupa cara mbak memandang aku saat itu mbak?" tanya Rara lirih


Adel hanya terdiam dengan wajah datarnya


"Lama-lama anak ini bersikap semakin kurang ajar!! apa dia sudah gila berharap aku minta maaf sama dia? walaupun kenyataan yang ada ternyata dia ga bersalah, tetap aja dia ga berhak memaksa aku meminta maaf sama dia." batin Adel


"Apa sedikit pun mbak Adel ga merasa bersalah sama aku mbak?"


"Walaupun sikap mbak saat itu kamu anggap berlebihan mbak rasa itu hal yang wajar dan kamu ga bisa menyalahkan sikap mbak saat itu, jadi jangan berharap mbak akan meminta maaf sama kamu." jawab Adel dengan tegas


Rara pun hanya bisa terdiam sambil menggelengkan sedikit kepalanya melihat kerasnya hati sang kakak


"Lagi pula mbak rasa seharusnya kamu merasa bersyukur saat ini dengan adanya kejadian itu," lanjut Adel lalu tersenyum sedikit sinis


"Maksud kamu apa ya mbak?"

__ADS_1


"Bukannya sekarang hubungan kamu dan Adit sudah berjalan dengan baik, jadi kamu harusnya bersyukur karena sekarang kamu bisa menikmati kehidupan yang baik. Bahkan keadaan kamu sekarang jauh lebih baik dari yang mbak rasakan saat mbak menjadi istri mas Adit"


"Astaga mbak!! aku tau kalau kamu adalah sosok perempuan yang kuat dan hebat, tapi aku ga pernah menyangka kalau hati kamu sekeras ini mbak." batin Rara sambil tersenyum getir


__ADS_2