Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Seperti Orang Bodoh


__ADS_3

Adit yang sekarang bahkan membayangkan wajah Rara saja sudah membuat hatinya menjadi panas, dia pun membuang nafasnya dengan kasar lalu keluar dari dalam kamarnya


"Untung aja anak itu ga ada di luar!! kalau lihat muka dia pasti aku jadi semakin kesal," ucap Adit di dalam hatinya


Adit pun memilih untuk melangkahkan kakinya ke arah dapur dan membuat secangkir teh hangat untuk dirinya, dia membawa teh tersebut ke ruang tamu dan meletakkan teh tersebut di sana. Adit pun segera mengambil laptopnya dari dalam kamar dan mulai memeriksa pekerjaannya yang telah tertunda


Detik demi detik pun terus berlalu Adit bisa merasa sedikit tenang karena mulai serius dengan apa yang sedang dia kerjakan tanpa melihat batang hidung Rara sama sekali, tetapi saat hari sudah mulai menjelang sore Rara masih saja tidak keluar dari dalam kamarnya. Sedangkan perut Adit sudah mulai terasa lapar


"Apa-apaan anak ini? apa maksud dia aku yang harus menyiapkan makan malam? sepertinya harus di kasih penjelasan anak ini," gumam Adit


Adit pun mulai mematikan laptopnya dan melangkahkan kakinya ke arah kamar Rara, dia pun mencoba mengetuk beberapa kali pintu kamar Rara tetapi tidak ada jawaban apapun dari dalam sana


"Saya masuk ya!!" seru Adit


Adit pun langsung membulatkan kedua bola matanya melihat Rara yang masih juga terlelap


"Bisa-bisanya anak ini tidur dengan nyenyak setelah semua kejadian ini?" ucap Adit di dalam hatinya sambil mengeraskan rahangnya


Adit pun membuang nafasnya dengan kasar lalu mulai mendekat ke arah Rara, dia pun menggoyangkan lengan Rara untuk membangunkan istri kecilnya tersebut. Rara yang terbangun dari tidurnya pun langsung mendudukkan tubuhnya dengan sempurna, saat dia menyadari siapa yang telah membangunkan dirinya


"Ya mas, ada apa ya?" tanya Rara dengan hati-hati


Adit pun langsung mengerutkan keningnya


"Apa kamu ga bisa bersikap seperti seorang istri dengan baik?"


Rara yang belum mendapatkan semua kesadarannya hanya bisa memasang wajah bingung


"Maksud kamu apa ya mas?"


"Setidaknya mbak kamu ga pernah membiarkan saya sampai kelaparan kalau saya ada di rumah," jawab Adit lalu tersenyum sinis

__ADS_1


Rara yang mengerti arah ucapan Adit pun langsung menatap ke arah jam dinding yang berada di dalam kamar tersebut


"Astaga kenapa aku bisa tidur selama ini? padahal tadi rencananya aku cuma mau rebahan aja," ucap Rara di dalam hatinya


Adit pun mengerutkan keningnya melihat Rara yang tampak seperti melamun


"Mau sampai kapan kamu bengong begitu? apa kamu mau suruh saya yang siapkan makan malam?" tanya Adit dengan tegas


"Maaf mas, biar aku siapkan makan malam sekarang mas." jawab Rara dengan cepat


Adit pun langsung meninggalkan kamar tersebut dan mendudukkan tubuhnya di tempat semula, sedangkan Rara langsung bergegas menuju ke arah dapur di apartemen tersebut untuk menyiapkan makan malam


Tanpa tau apapun tentang keadaan apartemen tersebut, Rara langsung membuka lemari es yang berada di sana untuk memeriksa bahan makanan yang bisa dia gunakan


"Ya ampun apa yang bisa aku masak kalau isi kulkas begini? buat apa ada kulkas sebesar ini kalau isinya cuma air putih!!" gerutu Rara di dalam hatinya


Tentu saja Rara tidak bisa menemukan bahan makanan apapun di tempat itu, karena Adit hanya menggunakan apartemen tersebut untuk beristirahat jika dia sedang banyak pekerjaan. Karena jarak apartemen tersebut dengan kantornya tidak terlalu jauh


"Maaf mas di kulkas ternyata ga ada apa-apa untuk di masak," ucap Rara dengan hati-hati


Adit hanya melirik sekilas ke arah Rara tanpa memberikan jawaban apapun


"Aku belanja bahan makanan dulu ya mas sebentar," lanjut Rara


"Merepotkan banget sih punya istri anak kecil begini, kalau mau minta belanja kenapa juga dia ga bangun dari tadi? orang sudah lapar baru mau belanja bahan makanan," ucap Adit di dalam hatinya sambil membuang nafasnya dengan kasar


Melihat sikap Adit yang seperti itu membuat Rara langsung melarikan diri ke dalam kamarnya, Rara pun secepat mungkin mencari keberadaan dompetnya dan mengambil sebuah jaket


"Aku harus cepat belanja, jangan sampai mas Adit marah-marah lagi. Aduh di mana aku taruh dompet aku sih?"


Sedangkan Adit yang melihat Rara masuk ke dalam kamarnya langsung berpikiran bahwa Rara sedang bersiap untuk mengajak dia berbelanja, dengan wajah malas dia pun bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian

__ADS_1


Adit keluar dari dalam kamarnya setelah dia selesai berganti pakaian, dengan langkah kaki yang pasti Adit pun keluar dari dalam kamarnya tetapi dia tidak bisa melihat keberadaan Rara pada saat itu


"Kenapa sih yang namanya perempuan itu selalu ribet? siap-siap untuk belanja bahan makanan aja belum selesai juga"


Adit pun membuang nafasnya dengan kasar dan mendudukkan tubuhnya di tempat semula, detik demi detik terus berlalu tetapi Rara tidak juga keluar dari dalam kamarnya


"Astaga!! dia mau suruh aku tunggu sampai kapan? kita cuma mau belanja bahan makanan bukan mau pergi ke pesta!!" gumam Adit sambil mengeraskan rahangnya


Adit yang mengira Rara masih berada di dalam kamarnya segera bangkit dan melangkahkan kakinya ke arah kamar Rara


Tok.. Tok.. Tok..


"Ra masih lama ga?"


Adit tidak mendengar jawaban apapun dari dalam sana


"Apa dia lagi balas dendam dengan cara membuat aku mati karena kelaparan?" gumam Adit


Tentu saja Adit tidak akan mendapatkan jawaban apapun dari dalam kamar Rara karena Rara sudah pergi sedari tadi dari tempat itu, Adit sudah mulai mengeraskan rahangnya karena merasa jengkel dan mencoba mengetuk pintu kamar Rara sekali dengan lebih kuat


"Ra kamu cuma mau belanja bahan makanan!! ga perlu terlalu rapi juga!!" ucap Adit sedikit berteriak


"Apa maksud anak ini sih? apa ini cara dia melawan aku?"


Adit yang sudah semakin jengkel pun langsung membuka pintu kamar Rara dengan wajah yang marah


"Lama banget sih!!" teriak Adit sekuat tenaga


Adit pun mengedipkan beberapa kali matanya untuk memastikan apakah yang sedang dia lihat saat itu benar-benar terjadi, dan semuanya benar bahwa kamar tersebut kosong tanpa ada siapapun di dalam sana. Adit yang masih berusaha untuk tidak percaya mencoba menyapu bersih seluruh bagian kamar tersebut dan hasilnya tetaplah sama


"Astaga!! jadi dari tadi aku tunggu siapa? lagi pula apa maksud anak itu pergi ga pake bilang dulu? kalau begini kan aku yang seperti orang bodoh!!" ucap Adit di dalam hatinya sambil menepuk jidatnya

__ADS_1


__ADS_2