Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Drama Kecil


__ADS_3

Adit dan Rara naik ke atas pelaminan untuk mengucapkan kata-kata selamat bagi kedua mempelai, saat itu Jonathan sudah berusaha untuk menutupi apa yang sedang dia rasakan saat itu. Tetapi tetap Adit merasa sedikit tidak nyaman dengan cara laki-laki tersebut saat menatap ke arah istrinya


Saat akan memasuki sesi foto bersama tiba-tiba saja Adit meminta Rara untuk berada di samping Adel dan dia berdiri tepat di samping Jonathan, Adit pun memberikan senyuman terbaik yang dia punya saat mereka sedang berfoto. Tiba-tiba saja Adit langsung memeluk tubuh Jonathan saat mereka sudah akan turun dari atas pelaminan


"Bukankah saya sudah memberikan kamu sebuah peringatan!! kenapa kamu masih berani untuk melakukan kesalahan yang sama? apa kamu benar-benar berpikir kalau saya tidak berani untuk melakukan sesuatu kepada kamu?" bisik Adit penuh penekanan


"Maaf, tapi saya tidak mengerti maksud kamu." bisik Joe dengan santai


Adit pun melepaskan pelukannya dan menampilkan sebuah senyuman yang terlihat ramah


"Percayalah saya akan membalas kamu beribu-ribu kali lipat kalau kamu berani untuk melakukan sesuatu yang buruk terhadap Rara, saya akan membuat kamu menyesal pernah mencoba bermain api kepada saya." batin Adit


Jonathan membalas dengan senyuman ramah seolah dia benar-benar tidak mengerti apa Adit maksud pada saat itu, sedangkan Adit memilih untuk menahan amarahnya karena tidak ingin melakukan sebuah kesalahan yang fatal di tempat itu


Setelah mereka turun dari pelaminan Adit dan Rara bergabung di meja Dirga, saat itu Dirga hadir di tempat itu bersama seorang wanita yang akan dia jadikan pendamping hidupnya di masa depan. Dirga pun langsung memperkenalkan wanita tersebut kepada Adit


Mereka semua terlihat berbincang ringan tetapi tak lama kemudian Haikal pun ikut bergabung di meja tersebut, sudah pasti karena anak tersebut merasa lebih nyaman berada di dekat Adit dan Rara


"Ya ampun tante Rara cantik banget hari ini," ucap Haikal bersemangat


Rara pun tersenyum tipis


"Terima kasih untuk pujiannya sayang"


Haikal pun langsung menatap ke arah Adit dengan wajah yang sumringah


"Aku benar kan pah? tante Rara hari ini kelihatan cantik banget"


Adit rasanya ingin sekali menjawab hal tersebut dengan yakin tetapi dia masih harus menahan diri di hadapan sang buah hati, dia pun hanya menjawab dengan anggukan kepalanya sambil tersenyum tipis


"Tante Rara tadi datang ke sini bareng papa ya?"


Rara pun menganggukkan kepalanya dan Haikal pun menganggukkan sedikit kepalanya sambil tersenyum penuh arti


"Tante Rara harus tunggu aku sampai aku besar ya"


"Tunggu kamu untuk apa sayang?" tanya Rara dengan wajah bingung

__ADS_1


"Kalau nanti aku sudah besar, aku pasti akan menjadikan tante Rara sebagai istri aku." jawab Haikal dengan yakin


Semua orang yang berada di meja tersebut menatap ke arah Haikal dengan senyuman yang terlihat canggung, lain hal dengan Adit karena tanpa sadar dia langsung menatap ke arah sang buah hati dengan tajam saat mendengar hal tersebut


"Kamu ngomong apa sih sayang? kamu itu masih terlalu kecil," ucap Adit dengan tegas


Haikal pun langsung menatap ke arah Adit dengan senyuman di bibirnya


"Aku tau kok pah kalau aku masih kecil makanya aku minta tante Rara untuk tunggu aku sampai besar dulu, kalau aku sudah besar baru aku jadiin tante Rara istri aku pah"


"Apa sih maksud kamu Ical? apa kamu mau merebut istri dari papa kamu sendiri?" batin Adit sambil mengerutkan keningnya


"Soalnya aku kasihan sama tante Rara pah," lanjut Haikal


"Maksud kamu gimana sayang? kenapa kamu bisa merasa kasihan sama tante Rara?" tanya Adit dengan serius


"Masa tante aku yang cantik ini belum punya pasangan, masa tante Rara harus datang ke acara ini sama papa sih." jelas Haikal dengan wajah polosnya


Adit hanya bisa terdiam karena merasa bingung untuk menjelaskan tentang hal tersebut, tetapi entah mengapa saat itu Rara terlihat seperti sedang menahan tawanya melihat ekspresi wajah sang suami. Tiba-tiba saja Haikal terlihat menengok kanan dan kiri seperti sedang mencari seseorang


"Kamu lagi cari siapa sayang?" tanya Adit


"Om ganteng?"


Haikal menganggukkan kepalanya sambil tersenyum


"Terus kamu mau ngapain?"


"Aku mau kenalin om ganteng itu sama tante Rara aja pah, aku masih kecil kasihan kalau Tante Rara harus tunggu aku sampai besar dulu baru punya pasangan untuk datang ke pesta"


"Kamu ga boleh kenalin tante Rara sama laki-laki itu"


"Memang kenapa pah? tante Rara cantik kok, Ical yakin om tadi ga akan menolak tante aku"


"Karena tante Rara itu istri papa, jadi kamu ga boleh mengenalkan laki-laki lain sama istri papa." ucap Adit dengan tegas


Adit mengucapkan kata-kata tersebut tanpa sadar karena terbakar oleh api cemburu mendengar perkataan sang buah hati

__ADS_1


"Jadi tante Rara sudah jadi istri papa ya?" tanya Haikal lalu tersenyum


Pertanyaan dari Haikal membuat Adit menyadari apa yang sudah dia lakukan pada saat itu, dengan wajah yang cemas Adit langsung memindahkan posisi duduknya tepat di samping sang buah hati


"Papa bisa jelasin semuanya ke kamu sayang, Ical harus dengarkan penjelasan dari papa dulu ya"


"Papa mau jelasin apa sama aku pah?"


"Papa ga ada niat untuk bohong sama kamu sayang, papa cuma menunggu waktu yang tepat untuk menjelaskan sama kamu"


"Tentang tante Rara yang sudah jadi istri papa?"


Adit pun menghembuskan nafasnya dengan kasar


"Tante Rara memang sudah menjadi istri papa sayang, papa minta maaf sama kamu ya karena papa menutupi itu semua dari kamu. Kamu jangan marah sama papa ya sayang," ucap Adit dengan tulus


Haikal pun tersenyum dengan tulus


"Aku sebenarnya ga marah kok sama papa, aku cuma sebel aja karena papa bohong sama aku. Aku juga mau minta maaf sama papa karena dari tadi aku bohong sama papa"


"Kamu bohong apa sayang?"


"Semuanya, aku juga sudah tau kok tante Rara itu sudah menjadi istri papa"


"Kamu tau dari mana tentang itu sayang?" tanya Adit dengan wajah serius


"Dari mama Rara," jawab Haikal lalu tersenyum


Mendengar hal tersebut secara spontan Adit langsung menatap ke arah Rara dan Rara hanya bisa menampilkan senyuman canggung pada saat itu


"Jadi Ical sudah tau?"


Rara menjawab dengan anggukan kepalanya


"Kok kamu ga kasih tau ke aku sih sayang?" tanya Adit dengan wajah memelas


"Maaf ya mas, soalnya aku sudah janji sama Ical untuk ga bilang tentang itu sama kamu." jawab Rara lalu tersenyum

__ADS_1


Dirga yang juga berada di meja yang sama hanya bisa tertawa kecil melihat drama keluarga dari adik kesayangannya tersebut


__ADS_2