Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Terima Kasih


__ADS_3

"Kamu ngomong apa sih mas? siapapun juga pasti akan sadar kalau cara kamu melihatnya seperti itu mas"


Adit memberikan sebuah senyuman yang terlihat hangat dan Rara langsung memutar tubuhnya ke arah sang suami agar bisa saling menatap dengan bebas, kini mereka berdua bisa mengekspresikan diri mereka secara bebas tanpa ada beban di hati mereka sama sekali


"Ada apa mas?"


"Besok itu akhir pekan sayang berarti saatnya aku ketemuan sama Ical," jawab Adit dengan hati-hati


"Ya aku tau kok mas, besok sih rencananya aku mau menginap di rumah mas Dirga lagi." ucap Rara dengan polosnya


Mendengar hal tersebut secara spontan Adit langsung mendudukkan tubuhnya sempurna lalu menatap ke arah Rara dengan wajah serius


"Kenapa kamu harus menginap di rumah Dirga lagi sih sayang?"


Melihat sikap Adit yang seperti itu membuat Rara ikut mendudukkan tubuhnya dengan sempurna dan menatap serius ke arah sang suami


"Kok kamu tanya kenapa sih mas? supaya kamu bisa punya waktu berduaan sama Ical dong mas"


Ternyata di akhir pekan yang sebelumnya Rara langsung mengatakan kepada Adit bahwa dirinya ingin menginap di rumah Dirga, Adit hanya bisa menyetujui hal tersebut untuk menghargai keinginan Rara. Tetapi dia juga tidak mungkin membiarkan hal tersebut secara terus menerus


"Tapi kan minggu kemarin kamu sudah menginap di rumah Dirga sayang, masa minggu ini kamu menginap di rumah Dirga lagi sih sayang?"


"Ga masalah kok mas, aku yakin mas Dirga ga akan merasa keberatan kalau aku menginap di rumah dia." jawab Rara dengan polosnya


Adit pun mengusap wajahnya dengan kasar melihat Rara yang seperti itu, dia pun membuang nafasnya dengan kasar lalu menatap ke arah Rara dengan serius. Sedangkan Rara hanya bisa terdiam dengan perasaan yang sedikit bingung dengan jalan pikiran sang suami pada saat itu


"Tapi masalahnya bukan Dirga merasa keberatan atau ga kamu menginap di rumah dia sayang"


"Jadi apa masalahnya mas?" tanya Rara sambil mengerutkan keningnya


"Aku yang merasa keberatan kalau kamu setiap akhir pekan harus menginap di rumah Dirga sayang"


"Aku ngerti mas, kamu pasti merasa ga enak hati kalau aku menginap di rumah mas Dirga setiap akhir pekan ya?"


Adit pun mengembangkan senyuman bahagia saat mendengar hal tersebut, dia pun langsung menganggukkan kepalanya


"Kalau begit biar nanti aku tidur di hotel aja mas," lanjut Rara lalu tersenyum

__ADS_1


Jeder....


Adit yang sudah sempat melambung tinggi di buat jatuh dalam sekejap mata oleh sang istri kecilnya, dia pun hanya bisa menatap ke arah Rara dengan wajah kecewa. Dengan mudahnya Rara bisa mengetahui bahwa apa yang ada di dalam benaknya pada saat itu berbeda dengan pemikiran sang suami


"Sepertinya pemikiran aku salah ya mas? maaf ya mas kalau aku salah, jadi menurut kamu sebaiknya aku gimana mas?" tanya Rara dengan senyuman di bibirnya


Melihat senyuman di bibirnya Rara membuat Adit langsung memeluk tubuh mungil sang istri dengan sangat erat


"Mas maunya kamu mulai menemani mas Adit kalau lagi ketemuan sama Ical, karena cepat atau lambat kita harus membuat Ical mengerti kalau kamu sudah menjadi istri mas Adit. Bukannya kamu malah pergi dan memberikan kami waktu untuk berduaan sayang," jelas Adit dengan lembut


Rara mendongakkan kepalanya agar pandangan mata mereka bisa saling bertemu


"Apa kamu yakin mas?" tanya Rara dengan serius


Adit menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali


"Gimana juga Ical sudah tau kalau mas Adit dan Adel sudah berpisah, jadi ga ada salahnya kalau kita mulai kasih tau Ical tentang kita secara perlahan sayang." jawab Adit dengan lembut lalu tersenyum hangat


"Aku paham mas, aku juga minta maaf ya mas karena aku malah punya pemikiran kalau kamu menginginkan yang sebaliknya"


"Tapi kamu mau ga sayang?"


Rara pun memberikan sebuah senyuman yang terlihat tulus sambil menganggukkan kepalanya dan Adit langsung mencium kening Rara dengan sangat lembut


"Terima kasih ya sayang"


"Sama-sama mas, lagi pula kamu ga perlu berterima kasih sama aku karena sekarang ini Ical sudah menjadi anak aku juga mas"


Adit tidak bisa lagi mengungkapkan kebahagiaan yang sedang dia rasakan pada saat itu, dia hanya bisa memeluk tubuh sang istri untuk mengungkapkan apa yang sedang dia rasakan


"Ya sudah mas, sudah malam sebaiknya kita istirahat"


Adit mulai melepaskan pelukannya tetapi lagi-lagi dia menatap ke arah Rara dengan lekat


"Ada apa lagi mas?"


'Kamu kan sekarang sudah jadi istri mas Adit seutuhnya dan perpisahan mas Adit juga sudah di umumkan"

__ADS_1


"Terus kenapa mas?" tanya Rara dengan wajah serius


"Menurut kamu gimana kalau mas Adit merencanakan untuk mengumumkan pernikahan kita sayang? mas mau membuat pesta yang meriah untuk acara itu sayang." ucap Adit bersemangat


Pada saat itu Rara memang hanya terdiam tetapi entah mengapa Adit bisa menyadari bahwa ada sesuatu yang sedang Rara pikirkan saat itu


"Kamu kenapa sayang? apa kamu ga mau mengumumkan tentang pernikahan kita?"


"Aku bukan ga mau mas"


"Terus kamu lagi mikirin apa sayang?" tanya Adit dengan lembut


"Boleh ga kalau kita melakukan acara itu setelah aku lulus kuliah mas?" tanya Rara dengan hati-hati


"Astaga!!" seru Adit sambil menepuk jidatnya


Rara hanya terdiam sambil memasang wajah bingung


"Apa tadi mas Adit belum bilang sama kamu sayang?"


"Bilang apa ya mas?"


"Mas Adit memang berencana mengumumkan itu setelah kamu lulus kuliah sayang, mas Adit mau kamu mewujudkan keinginan kedua orang tua kamu dulu sebelum kita melakukan itu"


"Kamu serius mas?" tanya Rara dengan mata yang berbinar-binar


Adit pun menganggukkan kepalanya dengan penuh keyakinan dan Rara langsung memeluk tubuh sang suami dengan sangat erat


"Terima kasih ya mas, terima kasih karena kamu selalu memikirkan keinginan aku lebih dulu sebelum keinginan kamu sendiri." ucap Rara dengan tulus


Adit pun mencium ujung kepala Rara dengan lembut


"Kamu ga perlu berterima kasih sayang karena salah satu tugas suami adalah membahagiakan istrinya, gimana istri kita bisa bahagia kalau kita ga menghargai keinginan istri kita?"


Rara pun mendongakkan kepalanya dan menatap wajah tampan sang suami dengan senyuman yang tersimpul di bibir merahnya


"Aku sepertinya benar-benar tidak menyangka kalau kejadian di malam itu akan memberikan laki-laki seperti kamu menjadi suami aku mas, aku tau kalau tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini tapi aku yakin kamu akan selalu melakukan yang terbaik yang kamu bisa mas. Terima kasih karena telah memilih aku dan menjemput aku untuk pulang mas," batin Rara sambil tersenyum dengan tulus

__ADS_1


__ADS_2