
"Tapi apa kamu ga akan paksa aku seperti waktu itu mas?" tanya Rara dengan wajah cemas
Adit pun langsung memeluk tubuh Rara dengan erat membuat Rara hanya bisa membulatkan kedua bola matanya karena merasa terkejut
"Kamu tenang aja ya Ra, selama kamu belum siap mas Adit janji ga akan melakukan itu sama kamu." ucap Adit dengan yakin
"Kamu mau peluk aku sampai kapan mas?"
Adit yang tersadar pun langsung melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Rara dengan mata yang berbinar-binar
"Maaf Ra, mas Adit terlalu senang sampai ga sadar kalau peluk kamu terlalu lama. Tapi apa kamu benar-benar mau tidur di kamar yang sama dengan mas Adit?"
"Aku rasa ga ada salahnya kita tidur di kamar yang sama mas, gimana juga kan kita sudah menikah." jawab Rara malu-malu
Adit tidak bisa lagi mengungkapkan perasaan bahagia yang dia rasakan pada saat itu, dengan lembut Adit menggenggam tangan Rara dan membawa masuk ke dalam kamar mereka
"Kamu ga mau mandi dulu Ra?"
Rara menggelengkan kepalanya
"Ya udah mas Adit bersih-bersih dulu ya"
Adit pun segera pergi ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, saat dia keluar dari dalam kamar mandi dia melihat Rara sudah membenarkan posisi tidurnya di bawah selimut
"Ya ampun cepat banget dia udah tidur, padahal tadi sepanjang jalan dia tidur." gumam Adit sambil tersenyum tipis
Adit pun mulai mendekati Rara dan mencium kening Rara dengan lembut
"Selamat istirahat istri kecil aku," ucap Adit dengan suara pelan dan
Saat itu serasa jantung Rara akan terlepas dari tempatnya karena berdetak dengan sangat cepat, Rara hanya berpura-pura tertidur karena tidak tau apa yang harus dia lakukan pada saat itu. Hati kecil Rara pun masih terasa takut bila Adit akan melakukan hal yang sama seperti terakhir kalinya
Adit pun menaikkan tubuhnya secara perlahan ke atas tempat tidur karena tidak ingin Rara terbangun, dia mulai memadamkan lampu yang berada di sampingnya
"Rara sepertinya lupa matiin lampu yang di sebelah sana," ucap Adit di dalam hatinya
__ADS_1
Adit berniat untuk memadamkan lampu yang berada di samping Rara, dengan cara melewati tubuh Rara dengan tangan kanan untuk menopang berat tubuhnya. Tetapi hal tersebut membuat Rara berpikiran bahwa Adit akan melakukan hal yang tidak-tidak
"Kamu sudah janji ga akan paksa aku mas!!" teriak Rara dengan kedua bola mata yang tertutup rapat
Adit pun langsung mengembalikan posisi tubuhnya seperti semula
"Maaf ya Ra kalau mas Adit sudah bikin kamu takut, mas Adit cuma berniat matiin lampu di sebelah kamu aja kok Ra." ucap Adit lirih
Hati Adit terasa sakit saat melihat tubuh Rara sudah bergetar karena merasa ketakutan, perasaan bersalah di dalam hati Adit semakin terasa besar melihat Rara yang seperti itu
Rara yang mendengar penjelasan dari Adit pun mulai membuka kedua bola matanya, dia bisa melihat dengan jelas bahwa saat itu wajah Adit melukiskan kesedihan dan penyesalan yang besar
"Mas Adit ga menyangka kalau perbuatan mas Adit meninggalkan rasa takut yang sebesar itu sama kamu Ra, bagaimana perasaan kamu saat itu ya Ra?" ucap Adit di dalam hatinya
"Sekali lagi mas Adit minta maaf sama kamu ya Ra"
Adit pun beranjak dari tempat tidur dan hendak melangkahkan kakinya ke arah sofa, sedangkan Rara yang merasa bersalah langsung mendudukkan tubuhnya dengan sempurna
"Kamu mau ke mana mas?"
"Aku mau tidur di sofa aja Ra"
"Apa kamu marah sama aku mas?" tanya Rara di dengan wajah bersedih
"Ga kok Ra aku marah sama kamu, aku cuma mau kamu bisa tidur dengan nyaman aja Ra." jawab Adit dengan cepat
"Dari pada kamu yang tidur di sofa lebih baik aku aja yang pindah kamar mas"
Adit pun langsung mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan wajah panik
"Kenapa kamu mau pindah kamar Ra?"
"Buat apa aku tidur di sini kalau kamu pilih tidur di sofa mas?"
"Bukan gitu Ra, aku cuma merasa kalau kamu masih takut ada di dekat aku"
__ADS_1
"Maafin aku ya mas karena sikap aku tadi berlebihan, tapi aku janji mulai sekarang aku akan belajar untuk percaya sama kamu mas." ucap Rara dengan yakin
Adit hanya bisa terdiam karena merasa terkejut mendengar hal tersebut
"Jadi kamu ga akan tidur di sofa kan mas?"
"Apa kamu yakin aku boleh tidur di samping kamu Ra?"
Rara pun menganggukkan kepalanya
"Makasih ya Ra," ucap Adit dengan tulus
Tidak mau melakukan kesalahan yang sama, Adit pun berniat mematikan lampu di sebelah Rara dengan cara mengitari tempat tidur. Sudah pasti Adit pun harus turun terlebih dahulu dari tempat tidur dan Rara pun langsung menatap ke arah Adit dengan wajah bersedih
"Kamu masih mau tidur di sofa mas?"
"Ga kok Ra, aku cuma mau matiin lampu di sebelah kamu aja." jawab Adit dengan cepat
Rara pun langsung memadamkan lampu di sebelah dirinya
"Sudah aku matiin mas, apa sekarang kamu sudah bisa tidur di dekat aku?"
Adit pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lalu mulai naik ke atas tempat tidur
"Udah malam kita istirahat ya"
Rara pun menganggukkan kepalanya dan malam itu mereka lewati dengan damai, tetapi di tengah malam Rara memberikan Adit sebuah cobaan yang sangat berat. Rara tiba-tiba saja memeluk tubuh Adit yang dia anggap sebagai sebuah guling
"Astaga Ra!! lebih baik kamu tampar aku seperti tadi dari pada kamu kasih aku hukuman yang seperti ini, kamu menemukan cara yang hebat untuk menghukum aku Ra!!" gerutu Adit di dalam hatinya
Adit berusaha untuk memindahkan tangan Rara secara perlahan agar tidak membuat sang istri terbangun, tetapi itu semua tidak berlangsung lama karena tak lama kemudian Rara melakukan hal yang sama lagi
Adit hanya bisa pasrah dengan cobaan yang harus dia hadapi pada saat itu, dia pun berusaha tidak menatap wajah cantik Rara agar pikiran yang aneh-aneh tidak datang menghampiri dirinya. Tetapi tetap saja Adit adalah seorang pria dewasa yang sudah paham tentang hal tersebut
"Ingat Adit walaupun dia istri kamu tapi dia masih takut sama kamu, jadi buang jauh-jauh semua pikiran kotor kamu!!" gerutu Adit di dalam hatinya
__ADS_1
Rara benar-benar berhasil memberikan sebuah hukuman yang sangat berat bagi seorang Aditya Putra Erlangga di sepanjang malam