
Apa yang Rara lakukan pada saat itu berhasil membuat harga diri seorang Aditya Putra Erlangga menjadi jatuh, dia pun merasa malu dan memaki dirinya sendiri atas kebodohan yang baru saja dia lakukan
"Seorang Aditya Putra Erlangga dengan bodohnya bisa di kerjain sama anak kecil!! dia bisa ketawa dengan puas kalau tau aku tunggu dia dari tadi padahal dia sudah pergi!!"
Adit yang tak ingin harga dirinya semakin jatuh pun segera masuk ke dalam kamarnya, dengan cepat dia mengganti pakaian yang sebelumnya dia gunakan. Adit pun segera keluar dari dalam kamar dan mendudukkan tubuhnya di tempat semula untuk menutupi kebodohan yang telah dia lakukan
"Tunggu aja Ra!! saya pasti balas kamu"
Detik demi detik terus berlalu tetapi Rara belum juga menunjukkan batang hidungnya di tempat itu, sedangkan perut Adit semakin terasa lapar
"Beli apa sih anak itu? kenapa harus selama ini? seharusnya dia beli makanan siap saji aja dong, aku kan lapar." gerutu Adit di dalam hatinya
Adit yang masih merasa malu bercampur jengkel pun langsung meraih ponselnya dan memesan makanan untuk makan malam, Adit sempat merasa sedikit bimbang untuk memesan makan berapa porsi
"Kalau dia lama begini pasti dia beli bahan makanan bukan makanan siap saji, ya udah lah aku pesan untuk dua orang aja. Ga mungkin juga aku biarin dia kelaparan di tempat ini," ucap Adit di dalam hatinya
Adit pun memesan makan malam untuk porsi dua orang dan tak selang berapa lama kemudian makanan yang Adit pesan pun tiba di tempat itu
"Makanan yang aku pesan aja udah datang tapi dia belum pulang juga, kemana sih anak itu?" gumam Adit
Adit mulai menyiapkan semua peralatan makan yang dia butuhkan dan mendudukkan tubuhnya di ruang tamu, hingga semua makanan yang Adit pesan sudah siap untuk di santap tapi Rara masih juga belum kembali
"Astaga!! belanja di mana sih anak itu? sebaiknya aku makan duluan aja, anggap aja ini balasan untuk yang tadi"
Selain rasa malu sebenarnya rasa lapar di perut Adit juga sudah mulai tak bisa dia tahan, dia pun mulai memakan makanan yang telah tersedia di hadapan matanya. Hingga Adit selesai makan pun Rara belum juga kembali ke apartemen tersebut, Adit mulai melirik ke arah jam dan sudah satu jam lebih Rara meninggalkan apartemen tersebut
__ADS_1
"Apa jangan-jangan anak itu kabur? bagus juga sih kalau dia sampai kabur berarti aku ga perlu kesal saat melihat wajah anak itu," gumam Adit sambil tersenyum tipis
"Tapi kalau baru menikah sudah kabur itu sih namanya dia bikin aku malu dong, apa nanti kata Adel sama Dirga?"
Adit pun langsung meraih ponselnya untuk menghubungi Rara, sesaat sebelum dia berhasil menghubungi Rara terdengar suara pintu apartemen tersebut terbuka dan Rara pun muncul dari pintu tersebut
"Maaf ya mas kalau agak lama, ternyata swalayan terdekat dari tempat ini lumayan jauh." ucap Rara dengan nafas yang masih memburu
Adit hanya melirik sekilas ke arah Rara tanpa memberikan jawaban apapun
"Aku kira kabur anak ini, ternyata masih ada pikirannya juga dia." ucap Adit di dalam hatinya
Dengan bersusah payah Rara membawa semua bahan-bahan makanan yang baru saja dia beli ke arah dapur, Rara meletakkan itu semua dan mulai menyiapkan peralatan untuk makan. Ternyata Rara juga sudah membeli beberapa makanan siap saji untuk makan malam
"Semoga aja mas Adit ga marah karena aku siapkan makanan siap saji untuk makan malam, aku cuma takut kelamaan kalau aku baru mau mulai masak untuk makan malam." ucap Rara di dalam hatinya
"Kamu sudah makan ya mas?"
Adit pun menatap tajam ke arah Rara
"Apa kamu berniat membuat saya mati kelaparan? apa kamu ga tau sekarang jam berapa?" tanya Adit dengan sinis
"Maaf ya mas," jawab Rara lirih
Hanya kata maaf yang bisa Rara ucapkan pada saat itu walau pun sebenarnya hatinya terasa sedikit sakit, karena dengan Adit melakukan hal tersebut membuktikan bahwa semua yang telah dia lakukan menjadi tidak artinya sama sekali
__ADS_1
Sedangkan Adit tanpa rasa bersalah sama sekali memfokuskan dirinya ke ponselnya, seolah dia tidak perduli dengan semua yang telah Rara lakukan pada saat itu
"Ya sudah kalau kamu sudah makan, aku makan dulu ya mas"
Lagi-lagi Adit hanya melirik sekilas tanpa memberikan jawaban apapun dari bibirnya, tak mau membuat masalah baru Rara pun segera menuju ke arah meja makan dan mulai menyantap makanan yang telah tersedia seorang diri
"Tadi dia buat aku tungguin dia seperti orang bodoh, aku juga harus siapkan makan malam sendiri dan sekarang dia makanan dia sendiri. Ngapain juga tadi aku sempat mikirin makan malam untuk dia dong?" gerutu Adit di dalam hatinya
Pada saat itu sebenarnya Adit masih belum bisa mengendalikan hatinya, yang pasti dia akan selalu merasa jengkel saat melihat Rara. Yang pasti semua yang Rara lakukan akan selalu salah di mata seorang Aditya Putra Erlangga
Adit pun langsung bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya ke arah Rara, setelah berada di dekat Rara dia pun mulai menatap ke arah Rara dengan tajam. Sedangkan Rara yang melihat hal tersebut langsung mengehentikan semua yang sedang dia lakukan pada saat itu
"Ada apa ya mas? apa kamu butuh sesuatu?" tanya Rara dengan hati-hati
Adit pun memberikan sebuah senyuman yang terlihat sinis
"Walau pun kamu berhasil mendapatkan saya dengan cara yang kotor tapi kamu jangan lupa kalau status kamu saat ini adalah seorang istri, jadi saya harap kamu akan melakukan semua tugas kamu sebagai seorang istri dengan baik." ucap Adit dengan tegas
"Aku minta maaf kalau aku ada melakukan kesalahan mas," jawab Rara lirih sambil menundukkan kepalanya
"Banyak kesalahan yang kamu lakukan pada hari ini dan saya minta kamu untuk tidak mengulangi itu semua, selama kamu menjadi istri saya lakukan semua tugas kamu dengan baik. Kecuali naik ke atas tempat tidur saya, kamu paham?" ucap Adit penuh penekanan
"Ya mas"
Adit yang tidak ingin terpancing emosi lebih jauh memilih untuk langsung melangkahkan kakinya ke arah kamar dan meninggalkan Rara begitu saja, sedangkan Rara hanya bisa terdiam sambil menatap punggung laki-laki yang telah menjadi suaminya tersebut
__ADS_1
"Kenapa kamu selalu mengingatkan aku untuk tidak naik ke atas tempat tidur kamu mas? sedikit pun aku ga ada niat untuk melakukan hal tersebut mas, apa kamu ga bisa menghargai aku sedikit aja sebagai sesama manusia mas?" ucap Rara di dalam hatinya
Tetapi sudah pasti itu semua hanya berani Rara ucapkan di dalam hatinya tanpa bisa keluar dari bibirnya sama sekali