Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Penangkapan Jonathan


__ADS_3

Di sela keramaian yang ada tiba-tiba saja Haikal menatap ke arah Rara dengan wajah serius


"Kalau nanti mama Rara punya anak mama Rara akan tetap sayang sama Ical kan?" tanya Haikal dengan polosnya


Rara pun tersenyum hangat


"Kamu dengarkan mama Rara baik-baik ya sayang, berapapun anak yang mama Rara lahir kan kamu akan tetap menjadi anak pertama mama Rara. Kamu harus bisa menjadi kakak yang baik dan menjaga adik kamu ya," ucap Rara dengan lembut


Haikal pun tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya dan Adit hanya bisa tersenyum mendengar percakapan mereka, tak lama kemudian Adel pun tiba di gedung tersebut seorang diri


Adel mendudukkan tubuhnya bersama Dirga setelah dia menghampiri kedua mempelai, terselip perasaan sedih saat melihat kehangatan ketiga orang tersebut di atas mempelai


"Ical bahkan bisa tertawa bahagia di tengah-tengah kalian, tapi aku harus duduk seorang diri di tempat ini. Kenapa hati aku sekarang benar-benar terasa hampa?" batin Adel sambil tersenyum getir


"Kamu kenapa mbak? apa kamu datang sendiri aja mbak?" tanya Dirga


"Suami mbak Adel lagi pergi keluar kota, makanya dia ga bisa hadir di tempat ini"


Dirga pun hanya membalas dengan senyuman, waktu terus berlalu dan acara tersebut berjalan dengan lancar tanpa ada satu hambatan pun yang berarti


Malam itu Jonathan sedang meminum secangkir red wine di dalam sebuah kamar hotel yang berada di luar kota dan tiba-tiba saja ponselnya pun berdering


"Halo"


"Semua sudah siap pak"


"Bagus, segera tinggalkan tempat itu dan saya akan mengirimkan sisa uang kamu sekarang juga"


"Terima kasih pak"


Jonathan pun memutuskan sambungan teleponnya lalu tersenyum tipis


"Aku harap kamu akan menikmati hadiah yang aku berikan untuk kamu sayang, seandainya kamu memilih untuk diam dan bisa menjalani semua dengan baik aku ga mungkin mengambil langkah ini." batin Joe lalu menghabiskan minuman yang berada di dalam gelasnya


Jonathan pun mulai naik ke atas tempat tidur di mana seorang wanita muda yang sangat cantik sedang tertidur dengan pulas, dia pun mulai mencium bibir wanita tersebut dengan lembut dan membuat wanita tersebut terjaga dari tidurnya


"Apa kamu mau melakukan itu lagi sayang?" tanya wanita tersebut dengan manja

__ADS_1


"Aku ga bisa merasa puas hanya dengan satu kali sayang," jawab Joe lalu tersenyum


Mereka pun melakukan penyatuan tanpa rasa malu sama sekali, sedangkan di tempat yang berbeda semakin lama Adel merasa semakin tidak tahan melihat kebahagiaan Adit dan Rara. Adel pun memutuskan untuk tidak berlama-lama berada di tempat itu


Saat pagi menyapa Jonathan langsung meraih ponselnya dan dia pun tidak mendapatkan kabar apapun dari Adel, senyuman kemenangan langsung menghiasi bibirnya pada saat itu


"Aku berharap dia tidak selamat di kecelakaan itu, dengan begitu aku bisa merasakan kehidupan yang bebas seperti dulu lagi." batin Joe


Jonathan Perkasa ternyata telah merencanakan untuk membunuh Adel demi melepaskan diri dan tetap mempertahankan posisinya saat itu, dia pun mulai merencanakan sesuatu dengan sangat detail


Jonathan membuat sebuah alibi dengan pekerjaan yang mengharuskan dirinya keluar kota, secara kebetulan hari itu bertepatan dengan hari pernikahan Adit dan Rara. Sudah pasti Adel akan keluar rumah untuk menghadiri acara tersebut


Jonathan menyewa seseorang yang sangat handal untuk membuat rem mobil Adel rusak setelah Adel tiba di acara tersebut, tidak ada kabar dari Adel seperti biasanya membuat dia yakin bahwa rencana yang dia lakukan telah berhasil. Jonathan pun menyambut pagi itu dengan hati yang penuh suka cita


Tok.. Tok.. Tok..


"Aku baru aja bangun dan perempuan di samping aku masih tidur artinya kami ga ada memesan apapun, kalau begitu siapa yang mengetuk pintu?" batin Joe sambil mengerutkan keningnya


"Room servis"


"Apa-apaan kalian? apa kalian ga tau siapa saya?!!" teriak Joe


"Anda berhak untuk diam karena anda kami tangkap dengan dugaan percobaan pembunuhan terhadap ibu Ardelia Wulandari Prasetyo," ucap salah seorang polisi yang memasang borgol kepada Jonathan


"Adel itu istri saya!! mana mungkin saya mencoba untuk membunuh dia!!"


Wanita yang berada di tempat tidur bersama Jonathan sebelumnya hanya bisa terdiam dengan wajah kebingungan


"Sebaiknya anda bersikap kooperatif, semua ucapan anda bisa kami jadikan bukti untuk memberatkan anda. Silakan anda mengikuti kami"


Jonathan yang merasa tidak terima masih berusaha untuk meronta tetapi sudah pasti itu semua tidak menghasilkan apa-apa, saat para polisi mulai membawa Jonathan keluar dari dalam kamar tersebut dia bisa melihat Adit berdiri di luar kamar tersebut


"Dasar bajingan!! apa kamu yang menjebak saya!! kalau kamu berani seharusnya kamu mengahadapi saya secara jantan!!" teriak Joe sambil berusaha untuk menerjang Adit


Adit pun memberikan senyuman sinis di bibirnya


"Tidak perlu bersikap arogan di hadapan saya, karena saat ini satu-satunya orang yang membuat saya tidak melakukan perhitungan terhadap kamu sudah memilih untuk meninggalkan kamu"

__ADS_1


"Dasar laki-laki pengecut!! bajingan kamu Adit!! saya janji saya akan membuat perhitungan terhadap kamu!" teriak Joe penuh amarah


"Bersyukurlah karena kamu hanya berhadapan dengan hukum untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan kamu, kamu akan merasa lebih menderita kalau kamu berhadapan langsung dengan saya." ucap Adit dengan tegas


Adit hanya terdiam dengan senyuman yang terlihat meremehkan, para polisi pun langsung membawa Jonathan pergi dari tempat itu. Jonathan yang sudah berada di dalam mobil polisi hanya bisa terdiam dengan sejuta pertanyaan hadir di dalam benaknya


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi? kenapa Adit bisa ikut campur di dalam masalah ini? tadi polisi bilang kalau aku terlibat percobaan pembunuhan, apa itu artinya Adel belum berhasil di singkirkan?"


"Sial!! rencana aku gagal total dan sekarang aku harus berada di posisi ini!! papa ya aku harus meminta bantuan dari papa untuk membebaskan aku, ga mungkin papa membiarkan aku berada di posisi seperti ini"


Adit yang sudah berada di dalam mobilnya pun langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang


"Halo"


"Saya Aditya Putra Erlangga, saya harap anda mengenal saya." ucap Adit dengan tegas


"Saya tau tentang kamu, ada apa kamu menghubungi saya?"


"Anak anda baru saja di tangkap oleh polisi karena kasus percobaan pembunuhan terhadap istrinya"


"Maksud kamu Joe?"


"Ya, saya berharap anda tidak memberikan bantuan apapun terhadap dia untuk masalah ini"


"Apa maksud kamu? bagaimana pun juga Joe adalah anak saya"


"Banyak hal buruk yang sudah anak anda lakukan termasuk terhadap saya, kalau anda tetap bersikeras untuk memberikan dia bantuan dalam menghadapi masalah ini. Berarti anda sudah siap untuk berhadapan dengan keluarga Erlangga," ucap Adit dengan tegas


Papa Jonathan di seberang sana hanya bisa terdiam dengan perasaan yang tak karuan


"Saya hanya ingin menyampaikan hal itu dan semua keputusan tetap kembali kepada anda"


"Saya mengerti"


Adit pun memutuskan sambungan teleponnya


"Laki-laki bajingan seperti kamu tidak pantas di sebut sebagai manusia, kamu bahkan berniat untuk membunuh perempuan yang sudah menjadi istri kamu." batin Adit sambil menggelengkan sedikit kepalanya

__ADS_1


__ADS_2